Touring Bersama Bang Tigor (2) | Bonsaibiker

Touring Bersama Bang Tigor (2)

Pasca ke Jakarta 3 hari, touring dilanjutkan kopdar 4 mata dengan Bro Sastro di base camp Bonsai Biker, Desa Banjarejo RT 17/04 Ngariboyo Magetan. Biker asal Ngawi ini ternyata seorang alumnus STPDN dan sekarang sudah bertugas di lingkungan Pemkab Ngawi. Percakaapan dengan Pak Bro Pegawai ini diawali dari seputar keluarga, seputar kegiatan masing-masing, hingga melebar ke berbagai masalah. Dari situ baru kutahu teryata masbro yang satu ini masih single loh, orangnya kalem serius, dan rapih. Spintas dari segi suara ada miripnya antara Bro Nuno1001, Bro Alrozi, dan Bro Sastro ini yang terdengar kalem dan berwibawa, cuman bedanya kalau Bro 1001 suaranya kalem tapi petakilannya RRRRUAR biaso, sedangkan Bro Rozi suara kalem, ekspresif dengan kata-kata, dan serius, dan adapun Bro Sastro ini cukup kalem dan kurang mengumbar kata-kata. Hmmm selebihnya bayangkan sendiri.

Hari berikutnya taouring lanjut dengan ditemani abangku  tersayang Mas Mansur menuju Jogjakarta dan sekitarnya. Kami mengambil rute memotong dengan melewati gunung Lawu via Sarangan-Tawang Mangu. Sejak keluar rumah sekitar jam 10.00 pagi kami langsung merasakan tanjakan mulai yang bias, menengah, hingga tanjakan ganas yang luar biasa di gunung Lawu. Tanjakan dan tikungan yang luar biasa tersebut beserta kabut yang menyelimuti, ternyata tak banyak berpengaruh pada Bang Tigor yang dengan perkasa menggendong kami yang masing-masing bobotnya  71 KG.

Di Sarangan kami tak tega melewatkan keindahan danau Sarangan dan mmm sedapnya sate kelinci yang begitu menggoda. Tak lupa kusempatkan menjepret sana-sini mengabadikan keelokan danau tersebut. Setelah rehat di Sarangan kami lanjutkan mendaki gunung lawu dengan digendong Bang  Tigor ke arah pintu puncak Lawu yaitu Cemoro Sewu.  Di Cemoro sewu kami rasakan sensasi kabut yang menyentuh kulit kami hingga serasa terbang di awan, mmmm sedapnya alamku yang asri dan masih jauh dari polusi. Capeknya perjalanan seakan hilang seketika merasakan fenomena yang mengasyikkan tersebut.

Selepas Cemoro Sewu kami temukan turunan tajam sepanjang jalanmelalui Tawang Mangu-Karang Anyar hingga berakhir di daerah Palur, yang merupakan pintu masuk Kota Solo. Tepat di tengah sawah tiba-tiba hidung kami diusik oleh bau sate kambing muda yang amat menyengat hingga perut kamipun melakukan demo. Tak kuasa menahan demo kamipun berwisata kuliner ditengah sawah dengan menu sate kambing muda + sate daging giling. Saking sedapnya masakan ditambah lingkungan tengah sawah yang asri membuat kami berat beranjak dari tempat. Selanjutanya setelah puas dengan sate tengah sawah kami lanjutkan perjalanan berputar-putar di Kota Solo beberapa jam melihat-lihat pasar Klewer, pusat loakan onderdil motor, stasiun solo balapan, museum, dan lain-lain, setelah shalat Zuhur akhirnya kamipun menuju Klaten untuk bertemu Bro Martini dan ke Jogja .

Sebenarnya di daerah Karang Anyar dan Solo ini banyak bro-bro yang bisa dikunjungi antara lain Bro Tongsam, Bro Kentadis, Bro Bagus Propus, dll, namun karena belum satupun diantara mereka yang no. hpnya kupegang jadi yah terpaksa lewat mawon. Sambil berharap suatu nanti bisa bersilaturrahmi dengan mereka.

%d bloggers like this: