“Kesengsem Si Ijo Besutan Juragan Warung Ijo” By Alrozzi Sang Eksekutif Muda | Bonsaibiker

“Kesengsem Si Ijo Besutan Juragan Warung Ijo” By Alrozzi Sang Eksekutif Muda

Kaget! Itulah ekspresi saya ketika mencoba motor keluaran Kawasaki Motor Indonesia yang diimpor secara utuh/CBU tersebut… bukan tanpa sebab, karena saya memang newbie di bidang dunia permotoran… lha sehari-harinya nyemplak bebek… :mrgreen:  Seperti rutinitas tahun-tahun sebelumnya, sejak tahun 2006 saya rutin berkunjung ke kota Hujan, Bogor tepatnya di daerah Dramaga untuk belajar di sana… Tetapi, kunjungan tahun 2010 ini terasa berbeda, sebab saya bisa menemui mas Taufik TMC, blogger kondang di jagad Indomotoblog 😳 sekaligus test ride ninja 250R keluaran tahun 2008 itu… :mrgreen: Apalagi ternyata rumah mas Taufik hanya berjarak 250 meter dari rumah tempat saya menginap… [gubrak]… Bangeten-banget yak? Hahaha

Sebagai komentator sejati [ciee…], adalah membanggakan bisa bertemu sang idola [wkwkwkwk], makanya kesempatan langka tersebut saya gunakan semaksimal mungkin guna “ngangsu kawruh/belajar” kepada juragan Warung Ijo… Ibaratnya, ikut coaching clinic:mrgreen: Seperti Blogger dan Komentator Indomotoblog lainnya yang sudah pernah saya temui… ternyata Mas Taufik “low profile” bangeet… Like this bangeeet dagh… Lanjut ke topik, ibarat sayur tanpa garam; sudah ketemu empunya, strategi selanjutnya adalah merayu agar saya diizinkan naik “Si Ijo”…  Gayung-pun bersambut, esok harinya saya diizinkan naik motor seperempat liter keluarga Ninja series tersebut…

Sebagai bebekers, kaget juga naik motor segede gaban ini… Dengan dimensi yang tidak jauh berbeda dengan Ducati 848 [emang pernah naik 848 Zi? Mmmm… belum jugak!… hahahaha], saya beranikan naik motor dengan tenaga 26,4 HP versi MCN ini… Naik kelas dong, Zi? Ya iya lah, biasanya nyemplak bebek berkopling Supra XX aka Independence 1 dengan tenaga 7 HP, tiba-tiba naik motor dengan tenaga hampir 3,7 kalilipat… 😯

Back to topic, panel-panel di motor “Si Ijo” ini menurut saya gak ribet untuk dipahami, alias familiar abissss… tahap pertama yang saya lakukan adalah mencoba memperkirakan berat motor, ternyata berat juga yak? Lebih berat dari Supra XX plus boks Gippi Pink + bronjong dengan muatan full keranjang rumput laut dan ikan pari… :mrgreen: coba kalau yang nyemplak bro Kepala Suku, pasti pantes bangeet dagh… [kompor 3 kg mledug…]. Satu lagi yang saya tahu, ternyata N 250R ini memakai fitur SSS lho… Itu lho, fitur standar samping otomatis yang nemplok di skutik keluaran Honda skutik series… di moge-moge seperti Yamaha R6, ternyata sudah menjadi fitur standard… baru tahu saya [manggut-manggut]… setelah meyakinkan diri bahwa saya mampu naik, saya beranikan diri membuka gas… “Suaranya bagaimana mas bro? Mengintimidasi…!!! khas suara multisilinder dan berwibawa…

Ninja 250R yang masih “kinyis-kinyis” karena sentuhan “dewa” sang empunya itu-pun perlahan bergerak meninggalkan markas TMC Blog. Bukan untuk diculik, melainkan akibat rasa penasaran dan haus informasi dari komentator yang dijuluki Coolrider 2 ini… “SI Ijo” pun melengang mondar-mandir di kompleks perumahan hampir 4 kali… “Malu gak Zi, dilihatin tetangganya mas Taufik? Arrrgh, kalo malu; gak bakalan bisa membesut ni motor…” Hahahaha… Memijak footstep underbone rancangan Yoshimira sambil membayangkan suatu saat momen ini dapat terulang….. Arrrghhhttt…, semngat Zi… Semangat…! Sinau yang bener, usaha yang sungguh-sungguh, diikhtiari biar hajat terpenuhi… Amin… :mrgreen:

Secara ergonomi, “Si Ijo” cocok banget bagi saya… Pijakan footstepnya pas banget di kaki, gak ada jinjit balet, dingklik detected, ataupun forklift mode;ON. Posisi badan nyaman banget, gak terlalu [maaf] menungging seperti Gixxer atau RS 250-nya mas Tri… Bayangan “berat” mengendarai motor yang mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,72 detik ini pun sirna setelah gas ditarik… Rem depan dan belakang manteb, sempet kaget ketika memencet rem depan di dekat polisi tidur; manteb habisss… dan tenaga yang gahar menurut saya walau saya kendarai tidak lebih dari 6000 rpm… hahaha. Walau pada saat test ride hanya sampai pada gigi ke-dua dan putar-putar kompleks, sudah sangat cukup bagi saya sebagai Ordinary Rider, sudah cukup bagi saya untuk merasakan motor global dan mengobati rasa penasaran saya…

Demikian testimoni dari saya. Terimakasih kepada mas Taufik TMC yang sudah berkenan mengizinkan mencoba “Si Ijo”, terbayar sudah rasa penasaran saya terhadap N 250R… Jayalah selalu Blogger, Komentator, KOBOI, dan Pembaca Indomotoblog… Oh ya, saya juga dititipin Stiker TMC lagi se-gepok… Ada yang mau? Hehe. Eiit… Ada yang kurang dari N 250R, yaitu tidak ada indikator Persneling-nya… [gubrak]…

Ditulis dalam penuh Kesyukuran,

Alrozzi Coolrider 2

%d bloggers like this: