Onda Bandel Di Rumah Kami #4 (Astrea Star 1991)

Brader sekalian, setelah CB 100 cc, Gl Pro 146 cc, Prima 97 cc onda bandel di rumah kami kali ini adalah Honda Astrea Star lansiran 1991 dengan kubikasi 86 cc.  Motor ini tergolong bandel dari segi mesin, body, cat, dan lain-lainnya. Bayangkan motor yang sudah berumur hampir 20 tahun catnya masih kinclong, dan original. Tatkala melayani tanjakan gunung lawu pertama-tama kami tak yakin membesutnya, cuman ketika ternyata setelah sampai di danau Sarangan baru kami percaya kalau dia itu “ROSO” walau hanya 86 cc.

Motor ini aslinya masih menganut sistem ciet depan yang tromol, cuman karena daerah kami yang pegunungan membutuhkan ciet yang lebih pakem, sehingga terpaksa rem depan kami ubah menjadi cakram. Bermodalkan seset ciet original supra x membuat kami lebih pd menuruni terjalnya gunung Lawu. Istimewanya motor ini tentu iritnya yang seakan tiada tanding, perasaan lama menunggu isi bensin yang satu ke yang berikutnya. Tak kurang dari 150 k9 ia kuat mengangkut walau di tanjakan dan turunan, mulai jalan terjal berbatu hingga lumpur di sawah kami telah ia taklikkan.

mengingat jasa-jasanya tersebut membuat kami enggan melepas untuk berpisah dengannya.

Advertisements

14 Comments

  1. Aku pernah duwe Grand —–kanggo nanjak kuat tapi gak iso banter
    Njilih Grand-e kancaku——-padha ae
    Njilih Star——————-luwih parah
    Jadi Honda C-100 sing nate tak coba kabeh payah kanggo nanjak.
    Lek Supra 100 kae spoket-e gedhe, dadi lumayan
    Honda win juga sproket-gedhe, nggo nanjak enteng

    makane aku gak respek karo mesin C100, soale aku wong nggunung

  2. @Maskur
    kalau dibandingmotor laki sih emang kalah om, tapi ya cukuplah buat nanjak tapi yo harus sabar gak so ngebut
    @Lingga
    sip lah, mosok ngemproh, hehehe

Leave a Reply