Komprasi P 220 vs Scorpio 225 Kalau Digarap Serius Bisa Naikkan Pamor Keduanya | Bonsaibiker

Komprasi P 220 vs Scorpio 225 Kalau Digarap Serius Bisa Naikkan Pamor Keduanya

Beberapa waktu lalu kang Benny The Great memposting komparai Pulsar 220 dengan Scorpio 225. Banyak hal yang dikupas tuntas dalam postingan ini mulai dari torsi, power, riding positon, ergonomi, konsumsi bbm, dan lain-lan. Dalam topik ini tentu masung-masing dibahas kurang dan lebihnya secara merata walu memang terkadang ada unsure subyektifitas toh itu wajar. Komparasi ini layaknya yang terjadi antara Ninja 250 dan CBR 250, entah head to head atau aple to aple atau tidak yang jelas komparasi ini menarik untuk disimak.

Menurut pandangan James Bons, komparasi ini kalau digarap secara serius, serempak dari berbagai media baik blog maupun media cetak untuk mengarahkan mindset tertentu, efeknya akan sangat luar biasa bagi ATPM atau merek yang dibahas. Kalau pembahasan tentang 2 motor ini menjadi head line atau topik utama setiap media cetak dan blogger, sangat dimungkinkan akan menambah popularitas kedua motor ini yang berujung pada penjualan. Ini tentu kalau pihak ATM terkait ambil bagian dalam mempopulerkan komparasi tersebut.

Masih ingat bagaimana komparasi CBR 250 dan Ninja 250 yang ramai menghiasi setiap halaman blog dan media cetak otomotif, seakan komparasi tersebut membenamkan pemberitaan tentang motor sport Yamaha dari pemberitaan padahal ia adalah raja sekarang. Efek dari komparasi tersebut tentu sedikit banyak mengangkat popularitas 2 motor tersebut yang pada akhirnya menaikkan penjualan. Coba silakan tengok artikel Mbah Edo di  tenteng hasil penjualan Ninja 250 yang melonjak tajam belakangan ini. Menurut James Bons ini sedikit banya adalah efek dari pemberitaan tersebut.

Ini sebuah masukan bagi YMKI mengenai kesempatan mendongkrak popularitas Scorpio sehingga bisa beken, dan sekarangalah timing yang tepat. Sebagaimana kita ketahi popularitas Scorpio pasca face lift nyaris tak terdengar. James Bons sadar sepenuhnya analisa ini terlalu subyektif, namun setidaknya itulah yang ada dalam benak James Bons.

%d bloggers like this: