Siapakah Pangsa Pasar PCX Ibu Kota?

Brader sekalian, dulu ketika PCX pertamakali dilaunch oleh AHM, tak jarang orang mencibir, si mongtor hi-end AHM ini karena kemahalan. Banyak pula yng menyangsikan eksistensinya di pasaran roda 2. Seiring wak tu berjalan ternyta si PCX ini cukup laris juga wakaupun tak selaris model lain karena memang segmented banget.Sebuah kenyataan di JHC (Jakarta Honda Centre) bahwa tempat  display yang biasanya diduduki si Tigor, kini sudah diambil alih si leg matick Honda ini, dengan kata lain flag ship AHM sekarang adalah bukan Tigor lagi. Dengan melihat fakta yang ada bahwa sering kali James Bons berpapasan dengan nih mongtor khususnya di Ibu Kota, maka siapa sih si empunyanya?

Brader sekalian belakangan ini para mobiler dilanda krisis berganda yang membuat mereka beralih ke motor, beberapa penyebabnya adalah:

  1. Pajak progresif yang mengharuskan orang yang punya kendaraan lebih dari 1 membayar pajak lebih banyak dari seharusnya, sehingga bila mempunyai dua mobil harus membayar pajak yang lebih mahal dari biasanya.
  2. harga pertamak yang menyentuh harga psikologis sampai diatas Rp. 7500, hingga orang harus berpikir keras memberi minum mobilnya, dan diperparah aturan baru yang mengharuskan mobil baru(2005-sekarang)  memakai pertamak.
  3. Macetnya ibu kota yang hingga kini belum ada solusinya.
  4. Wajib ujiemisi sehingga merepotkan bagi mobil lama untuk tetap tinggal di Ibukota.

Dari beberapa alasan tersebut banyak para mobiler berpindah ke lain hati alias ganti motor. Sementara bagi mereka kalangan menengah tentunya tak mau asal motor saja karena memang gengsi sedikit mewarnai kehidupan. Disamping faktor internal PCX sendiri yang merupakan motor berpenampilan wah sehingga menarik bagi kalangan ini untuk menebusnya. Setidaknya beberapa alasan di atas cukup mewakili dalam kondisi sekarang ini, walau tentunya tak lepas dari faktor-fakor lain yang belum disebutkan.

Advertisements
Advertisements

41 Comments

  1. pernah lihat sekali… matic jumbo.. kayaknya ribet ya di parkiran..
    yang jelas pasrnya kaum mengah keatas ini pak bro.. yang suka hal2 baru dan unik..seneng tampil beda dan tidak biasa

  2. Dari beberapa alasan tersebut banyak para mobiler berpindah ke lain hati alias ganti motor. ………………………………………
    sptnya itu alasan yamaha mengeluarkan lexam tapi…..
    yamaha gak melek ! Gak melihat faktor dibawah.

    Sementara bagi mereka kalangan menengah tentunya tak mau asal motor saja karena memang
    gengsi sedikit mewarnai kehidupan.

    Dasar yamaha aneh !
    lexam mahal karena ngelez buat pengguna mobil beralih ke motor , tapi mana prestigenya !
    masa pengguna mobil mau beralih ke motor mau pake motor bebek !! Motor tukang sayur segala macam !!
    tar di sangka perusahaanya bangkrut hihihi :mrgreen:

  3. PCX, imho sekedar buat flagship segmen matic Honda (mengingat harganya selangit). Di Sby baru liat 1 yang keliaran di Jalan… Yang banyak Scoopy. Kalo harga segitu, mending beli 1 CBR 150R atau 2 Vario 😀

  4. ane beli pcx dengan alasan body aduhai +fitur2 canggih yg ga bakalan ketinggalan jaman walo dipake 10 tahun juga. pcx ini bener2 produk honda yg go-green.
    body bongsor? coba deh liat dimensinya, baik panjang maupun lebar, masih lebih kecil dripada motor batangan. temen2 sesama pcxer yg sebelumnya pake motor batangan juga bilang kalo ni pcx lebih lincah nyelap-nyelipnya.
    soal harga, ada harga ada rupa. harga off the roadnya 25jt +pajak jadi 32jt deh. tapi dengan brand honda n ada perlakuan khusus di tmpt service, bahkan di beberapa mall yang menyediakan parkiran khusus, pcx boleh ikutan. jadi 32jt worthed bagi ane.
    ane bukan pengendara mobil lho, walo bisa nyetir, tapi tunggu punya anak dulu deh baru beli mobil [kalo ada rejeki].

  5. yg pasti musti siap² jadi artis dadakan, disetiap pemberhentian pasti akan ada yg curi² pandang xixixi 😆

    jadi inget majesti punya toko sebelah, bukannya lebih dulu ketimbang PCX nah karna di stop trus gimana ? maksudnya ketersediaan spert partnya apabila terjadi kerusakan

  6. Kaget juga waktu liat ada PCX yang sliweran di Kotabaru, Pulau Laut, Kalsel. (New CBR150R juga udah ada yg mengaspal di kotabaru). Apa pemiliknya ga mikir maintenance ya? secara kotabaru agak2 pelosok gitu.. plus kondisi jalanan memprihatinkan….. ah, yang penting bergengsi…. :mrgreen:

  7. Klo PCX emang harus segmented biar eklusivitas tetap terjaga..klo borongan di pasaran jd ga keren dunk, hehehe..klo ane punya duit bejibun mah udah pasti PCX juga nankring di garasi, hehehe

  8. gak nyangka PCX yg mewah dan mahal itu ternyata laris manis.
    dikampung ane aja didaerah pinggiran Bogor udah beberapa org yg make.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin