Cafe Racer

Coba kita simak para sembalap jaman doeloe, motornya unik, nungging, klasik, dengan buritan menyerupai kanopi cafe. Ya mungkin itulah sebagai acuan para modifikator untuk memodif tunggangan. Belakangan ini aliran ini kembali naik daun di beberapa belahan dunia akibat banyak para penyuka motor cenderung pada motor-moto klasik dan salah satu pilihannya adalah aliran ini. Di Indonesia aliran ini cukup banyak berkembang, namun yang pasti bukan di daerah macet macem Bandung atau Jakarta, meski di Jakrta atau Bandung ada, namun untuk memakainya biasnya cendenrung keluar atau bahkan jarang terlihat kecuali saat kontes. Satu daerah yang pesat pertumbuhan aliran ini adalah Bali, dimana hampir tak ada kemacetan didaerah ini. Jadi nggak pegel nungging sepanjang jalan.
Motor ini awal sejarahnya digunakan para pemuda Inggris di tahun 30-an, saat motor sedang naik daun dan fasilitas jalan raya baru saja di bangun. Setelah jalan raya di bangun, kedai-kedai kopi (baca cafe) pun mulai bermunculan. Dengan sendirinya, para warga kelas menengah yang sudah menggunakan sepeda motor pun suka nongkrong di warung-warung kopi ini. Mungkin karena bingung mau ngapain di warung kopi selain minum  kopi, mereka akhirnya mulai beradu kebut. Jalurnya dari satu cafe ke kafe lain. Hal inilah yang  membuat motor-motor yang digunakan akhirnya disebut sebagai aliran cafe racer. Yaitu karena digunakan buat balapan dari cafe satu sebagai titik start ke cade berikutnya sebagai titik finish.

Menurut otomotiff zone bahwa cafe racer biasanya seperti berikut untuk memodifnya:

  • Tangki, biasanya punya bentuk dasar yang mirip satu sama lain. Yang paling kelihatan adalah bentuknya yang relatif lebih panjang. Beda satu motor dari satu pabrikan ke pabrikan lain bisanya terlihat dari lekukannya. Ada yang cenderung kotak, tapi ada juga yang cenderung membulat. Lekukan untuk tatakan paha juga kerap menjadi pembeda, selain tentunya juga logo perusahaan pembuatnya (he..he..he..)
  • Lampu, almost of all cafe racer model mengaplikasikan lampu bunder tuh kayaknya.
  • Jok, single seater dengan buntut tawon dan berbagai jenis derifatnya (turunannya).
  • Stang, merunduk. Biasanya dipasang di bawah segitiga atas.
  • Footstep, dipasang agak mundur ke belakang biar mempermudah gaya merunduk.
  • Knalpot, biasanya dipasang agak mendongak ke atas
  • Speedometer, terpasang menonjol di depan atas segitiga T atas.
  • Rem, cakram rada gede di depan kayaknya makin tambah keren. Buat belakang, jenis drum brake alias teromol aja udah cukup.
  • Ban, pengin kelihatan gagah, pasang aja tapak lebar.
  • Velg, terserah mau pake jari-jari atau palang.

16 Comments

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan