Menilik Penjualan CBR 250 di Tengah Mahalnya Pertamak | Bonsaibiker

Menilik Penjualan CBR 250 di Tengah Mahalnya Pertamak

Brader sekalian, membaca artikel kang Martini aka Bedawan Kolor Ijo dengan judul : http://5osial.wordpress.com/2011/03/16/harga-psikologis-pertamax-jebol-konsumen-banyak-yang-mutung/ memang sangat melinglungkan, terutama bagi anda yang pengguna pertamak. Entah ini hanya bergejolak di Indonesia saja atau memang seluruh dunia, yang jelas pasca gejolak di beberapa negara Timur Tengah harga minyak dunia terus naik, dan ini tentu berdampak kurang baik pada pengguna kendaraan yang minum pertamak. Lebih-lebih bagi mungkin pada penjualan kendaraan peminum pertamak. Untuk mobil kelas tinggi alias Hi end mungkin tidak terlalu bermasalah karena pengguna berkantong cukup, namun untuk yang low end yang hanya minum premium mungkin bisa mengganggu penjualan. Lebih-lebih pada kendaraan roda 2 yang seharusnya minum pertamak, macem Ninja 250 yang berkompressi 11:1. Lalu bagaiman dengan CBR 250?

Na inilah yang harus kita telaah lebih dalam, CBR 250 kompressinya hanya 10.7 : 1, sama seperti halnya Vario atau CS 1 yang walau mesin agak berisik masih bisa minum premium, walau mungkin kurang bagus bagi sistem injeksi. Sejauh ini banyak pengguna Vario dan CS 1 memakai premium dan setelah James Bons tanya katanya tak terjadi masalah. Berarti bisa dong CBR 250 menggunakan premium, kalau menurut James Bons bisa saja toh V-Ixion yang injeksi juga pakek premium dengan Perbandingan Kompresi : 10.4 : 1. Lain halnya dengan PCX dan Ninja 250 yang berkompressi 11: 1 yang memang mutlak harus pertamak. Namun tetep hal ini not recomended lowww karena sebaiknya kompressi diatas 10: 1 menggunakan pertamak.
Kalau konsumen smpek mikir sedetail ini tentu membeli CBR 250 akan merupakan sebuah pilihan jitu mengingat pertamak menyentuh level 8.900 Rupiah per liternya. Toh James Bons yakin tak semua pembeli CBR 250 adalah orang kaya raya yang tak peduli dengan harga Pertamak, banyak yang ekonominya baru menengah tapi sudah melirik CBR 250 atu Ninja 250. Nah untuk membeli Ninja dengan syarat harus pertamak, maka boleh jadi mending beli CBR dengan distel ECUnya supaya failiar dengan premium, hal ini terjadi pada mobil-mobil Eropa yang injeksi dan boros macem BMW maka disetel ulang ECUnya supaya mau minum premium. Lain halnya yang ekonomi mapan dan speed lover, ya so pasti pilih N 250. Lalu akankah CBR 250 melibas N 250 ditengah nhaiknya harga pertamak? Ya pinter-pinter Honda aja mempromosikan produknya.

Advertisements
%d bloggers like this: