Renungan Jumat : Kenapa Shalat Harus Membaca Al-Fatihah?

Warning; Jikalau tertarik monggo dicermati pelan-pelan, jangan buru-buru, agak rumit!!!!!

Brader sekalian sebuah pertanyaan yang memang terkadang mengiang dalam hati kita, Kenapa dalam shalat itu kita mesti membaca surat Al-Fatihah? Tentu menjawab ini tak bisa dengan segampang membalikkan tangan atau asbun, karena memungkinkan akan salah kaparah kalau tak tehu-betul-betul ilmu tafsir. Sebuah jawaban yang paling gampang adalah karena perintah Nabi SAW bahwa membaca Al-Fatihah itu wajib dalam sholat, bahkan ketika seseorang sholat tidak membaca surat ini tak sah sholatnya, Nabi Muhammad SAW bersabda:
لاَ تُجْزِئُ صَلاَةٌ لاَ يُقْرَأُ فِيْهَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.
“Tidak sah shalat yang di dalamnya tidak dibaca surat al-Fatihah.”
Lalu dalam sumber lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
لاَ صَلاَةَ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ.
Tidak sah shalat kecuali dengan surat al-Fatihah.”
Namun nampaknya banyak orang yang tidaklah cukup hanya dengan jawaban tersebut, dan masih banyak lagi yang bertanya kenapa?
Renungan Jumat : Kenapa Shalat Harus Membaca Al-Fatihah? Renungan Jumat : Kenapa Shalat Harus Membaca Al-Fatihah? basmallah
Menjawab pertanyaan itu mari kita simak surat AL-Fatihah berikut:
{بسم الله الرحمن الرحيم}
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
{الحمد لله رب العالمين}
Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta
{الرحمن الرحيم}
Yang maha pengasih lagi maha penyayang
{مالك يوم الدين}
Yang menguasai hari pembalasan
{إياك نعبد وإياك نستعين}
Hanya kepada-Mu lah kmi menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.
{اهدنا الصراط المستقيم . صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين}
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang engkau beri nikmat di dalmnya, yang tidak engkau murkai dan tidak sesat.

Brader sekalian dalam bahasa Arab ada yang disebut Ijaz/ايجاز yaitu kalimat ringkas tapi menggambarkan banyak makna, lalu ithnab/اطناب yaitu kalimat yang panjang untuk menggambarkan satu maksud. Nah surah Al-Fatihah ini sebetulnya tergolong ithnab apabila dipahami secara satu surat penuh yaitu kalimat panjang untuk menunjukkan satu maksud yang pendek. Dalam surat ini kalau diringkas hanya ada 2 kalimat yaitu :
{الحمد لله رب العالمين}
Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta
dan
اهدنا الصراط المستقيم
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
Kemudian kata yang lain adalah pelengkap untuk menunjukkan kebesaran Allah yaitu mulai dari pertama:
1.Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta,Yang maha pengasih lagi maha penyayang,Yang menguasai hari pembalasan,(yang) Hanya kepada-Mu lah kmi menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.
2. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang engkau beri nikmat di dalmnya, yang tidak engkau murkai dan tidak sesat.
Dengan singkat kata maksud surah Al-Fatihah adalah: Ya Allah Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Insallah inlah inti dari surah Al-Fatihah.

Inilah tujuan kita sholat yaitu agar kita selalu di tunjukkan ke dalam istiqomah atau jalan yang lurus. Kita minta hidayah pada Allah, hidyah yang bagaiman? Simak 2 ayat yang berbeda berikut ini namun sama-sama memakai kata hidayah/ petunjuk!
اهدنا الصراط المستقيم (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus)
Dalam kalimat ini memakai kata Ihdi/اهدى atau hidayah, namun tak dibarengi dengan ila/إلى artinya adalah minta hidayah )Hidyah Amali)
ومن يعتصم بالله فقد هدي إلى صراط مستقيم (siapa yang berpegang teguh pda tali Allah maka akan mendapatkan hidayah kepada jalan yang lurus.)
Dalam kalimat ini juga ada kata hudiya/هدي atau hidayah yang belakang ditambah ila/إلى yang artinya juga hidayah (Hidayah Ilmi)

Brader sekalian kata hidayah kalau memakai kata ila/إلى berarti dia berupa hidayah ilmi, lalu kalau tidak memakai kata ila/إلى berarti hidayah amali. Hidayah ilmi adalah petunjuk dari Allah bagi kita yang mau belajar menjadi tahu, yaitu hidayah pengetahuan, seperti kalau kita belajar agama kita tahu ini halal ini haram, ini baik ini buruk, hidayah ilmi diperoleh karena belajar. Lalu hidayah amali adalah petunjuk dari Allah atau asa dari Allah untuk melaksanakan sesuatu perbuatan. Misalkan kita tahu nyolong itu dosa, baru sebatas hidayah ilmi, lalu kalau kita menjauhi nyolong berarti Allah memberi kita asa untuk melaksanakan amal berupa menjauhi perbuatan tercela tersebut, barulah ini disebut hidayah amali. Contoh lain membantu orang yang dalam kesulitan itu berpahala, kalau sebatas tahu saja tanpa tergerak hatinya untuk membantu berarti kita baru mendapat hidayah olmi hidayah tahu, namun setelah ia mau melaksanakannya barulah ia mendapat amali artinya mau melaksanakan kebaikan. Hidayah ilmi diperoleh karena belajar, hidayah amali diperoleh lebih karena keridoan Allah.

Brader sekalian, berapa banyak orang tahu bahwa korupsi itu salah, nyolong itu dosa tapi tetep saja dilaksnakan, artinya orang tersebut hanya mendapatkan hidayah ilmi James Bons yakin orang tersebut tahu, namun ia belum mendapatkan hidayah amali sehingga belum menjauhinya. Lalu bagaimana biar mendaptakan hidayah amali, ya monggo doa, memohon kepada Allah. Itulah sebuah jawaban kenapa shalat mesti membaca surah Al-Fatihah,  ya karena di dalamnya ada kalimat اهدنا الصراط المستقيم (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus) artinya ya Allah berilah kami hidayah dan itu berupa hidayah amali, sehingga ketika kita sholat khusuk kita akan dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar Mau melaksanakan yang baik-baik. Maka sebuah dalil mekatakan “shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Insallah kalu shalat kita khusu, ihlas dan penuh pengharapan kita akan mendapat hidayah amali seperti tercantum alam surat Al-Faihah, dan kita jauh dari kperbuatan keji dan mungkar. AMIIIN.

About these ads

About Bonsai Biker

Pecinta bonsai dan otomotif
This entry was posted in Bonsai bakal, Portal Otomotif, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Renungan Jumat : Kenapa Shalat Harus Membaca Al-Fatihah?

  1. moch rasyiid says:

    apiik…apiik maz….kalo kita senantiasa dzikkrullah insya Allah dunia tenteram…….

  2. kang_ulid says:

    Dapat pencerahan… suwun kang! dari dulu saya memang penasaran, kenapa al-fatihah menjadi ibu dari surat2 di al-Quran? ada yang mengatakan bahwa di dalam surat ini, terkandung dua hal pokok yaitu surat yang berhubungan dengan Allah dan surat yang berhubungan dengan manusia (emboh, aq juga ga’ paham), kemudian di tengah2nya ada ayat yang menyatakan penyerahan sepenuhnya kepada Allah. Hanya kepada-Mu lah kmi menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan. Mohon pencerahan lebih lanjut kang!!!!

  3. shrouder says:

    Saya kurang sepaham dengan penggalan…
    ” tau korupsi dosa, tp masih saja melakukannya”
    Menurut saya, itu bukan belum mendapat hidayah, tapi dia jelas jelas menutup pintu hidayah. Hidayah bukannya datang dengan tiba2, namun sungguh atas kesadaran diri yg paling dalam atas eksistensi kebenaran yg dia anut.
    Seseorang yang tau perbuatan salah dan dosa, namun tetap nekat menjalankannya, itu kategori ”penentangan,pembangkangan”

    Banyak juga disekitar kita, STMJ…
    Sholat Terus, Maksiat Jalan..wow….gak kurang yg bergelar Haji, namun sungguh, apa yg di kerjakan tidak menggambarkan kemuslimannya..
    Itu bukan karena blm mendapat hidayah, tp jelas dia membuang amanah!!!
    Semoga sedikit berguna..

    • Bonsai Biker says:

      Boleh juga pendapatnya, kalau itu dinilai sebagai pendapat dalam bertindak sesuai kesadaran monggo saja, cuman kalau dinilai sebagai hamb Allah yang melaksanakan sariat Islam tolong dikaji ulang, sorri mas bro dengan segala hormat mohon maaf, kalau berbcara masalah agama apalgi menyangkut tafsir tolong kemukakan dalilnya biar kita tidak nggrambyang nanti salah arah, karena agma bukan otootif yang gampang sekali dibuktikan sekarang, kecuali nanti di hari akhir. Pembicaraan ini berawal dari Sebuah dalil mengatakan :
      إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
      Shalat itu mencegah perbutan keji dan mungkar.
      Setidaknya kekejian dan kemungkaran akan hilang bila seseirang serius melaksanakan shalatnya, adapun sudah shalat masih munkar ya mungkin shalatnya perlu diperbaiki. demikian maaf bila kurang berkenan.

  4. 1001nickname_SiGantengKalem says:

    OK bons…..
    lanjut…………

  5. Ikhwan says:

    Sepakat sama pak Bons. Berbicara agama harus bertumpu pada dalil yang kuat/shohih, agar kita tidak tersesat selama2nya.
    Tapi prisip “dilarang melarang” tetap berlaku to pak Bons? Biar ada pencerahan diantara kita.
    Emang artikel pak Bons yang ini kudu diwaca alon2 ben bisa nresep

  6. jenderal says:

    Like banget…..siplah :mrgreen: brangkaaaaattt

  7. jenderal says:

    kang!! maksude….. :mrgreen:

  8. absoluterevo says:

    Wathur nuhun juragan kang mas..!! Kajian jumatnya

  9. absoluterevo says:

    Walah kang jendrall lagi nyari patarmax saya telat jadi ga pondium padahal bolak balik nang umah juragan kang mas.

  10. absoluterevo says:

    Juragan kang mas ijin copas boleh ga? hatur nuhun kang seblmnya.

  11. absoluterevo says:

    Trimakasih juragan kang mas atas di beri ijinnya copas, semoga kebaikan kang mas di balas oleh Alloh swt lebih dari pada ini amin.

  12. absoluterevo says:

    Kapan ni brojol artikle baru pengen patarmax ni…….!!!! 😆

  13. absoluterevo says:

    Oke juragan kang mas….!!!! Mudah2 besok saya bisa patarmax biar kang udin garuk2 kepala…..!!!!

  14. lekdjie says:

    Tafsir Surat Al-
    Fatihah
    Kategori Al-Quran, Tafsir |
    12-05-2008 | 37 Komentar
    Keutamaan Surat Al-Fatihah
    Pertama: Membaca Al-Fatihah
    Adalah Rukun Shalat
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
    bersabda yang artinya, “Tidak ada
    shalat bagi orang yang tidak
    membaca Fatihatul Kitab (Al
    Fatihah). ” (HR. Bukhari dan Muslim
    dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu
    ‘ anhu)
    Dalam sabda yang lain beliau
    mengatakan yang artinya,
    “ Barangsiapa yang shalat tidak
    membaca Ummul Qur’an (surat Al
    Fatihah) maka shalatnya pincang
    (khidaaj). ” (HR. Muslim)
    Makna dari khidaaj adalah kurang,
    sebagaimana dijelaskan dalam
    hadits tersebut, “Tidak lengkap”.
    Berdasarkan hadits ini dan hadits
    sebelumnya para imam seperti
    imam Malik, Syafi ’i, Ahmad bin
    Hanbal dan para sahabatnya, serta
    mayoritas ulama berpendapat
    bahwa hukum membaca Al Fatihah
    di dalam shalat adalah wajib, tidak
    sah shalat tanpanya.

  15. lekdjie says:

    Kedua: Al Fatihah Adalah Surat
    Paling Agung Dalam Al Quran
    Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla
    radhiyallahu ‘anhu, beliau
    mengatakan: Rasulullah shallallahu
    ‘ alaihi wa sallam berkata kepadaku,
    “Maukah kamu aku ajari sebuah
    surat paling agung dalam Al Quran
    sebelum kamu keluar dari masjid
    nanti ?” Maka beliau pun berjalan
    sembari menggandeng tanganku.
    Tatkala kami sudah hampir keluar
    maka aku pun berkata; Wahai
    Rasulullah, Anda tadi telah bersabda,
    “ Aku akan mengajarimu sebuah
    surat paling agung dalam Al
    Quran ?” Maka beliau bersabda,
    “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi
    Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah),
    itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat
    yang sering diulang-ulang dalam
    shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim
    yang dikaruniakan kepadaku.” (HR.
    Bukhari, dinukil dari Riyadhush
    Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)

  16. lekdjie says:

    Penjelasan Tentang Bacaan
    Ta ’awwudz dan Basmalah
    Makna bacaan Ta’awwudz
    ﻢﻴﺟﺮﻟﺍ ﻥﺎﻄﻴﺸﻟﺍ ﻦﻣ ﻪﻠﻟﺎﺑ ﺫﻮﻋﺃ
    Artinya: “Aku berlindung kepada
    Allah dari godaan syaitan yang
    terkutuk. ”
    Maknanya: “Aku berlindung kepada
    Allah dari kejelekan godaan syaitan
    agar dia tidak menimpakan bahaya
    kepadaku dalam urusan agama
    maupun duniaku. ” Syaitan selalu
    menempatkan dirinya sebagai
    musuh bagi kalian. Oleh sebab itu
    maka jadikanlah diri kalian sebagai
    musuh baginya. Syaitan bersumpah
    di hadapan Allah untuk
    menyesatkan umat manusia. Allah
    menceritakan sumpah syaitan ini di
    dalam Al Quran,
    ﻦﻴﻌﻤﺟﺃ ﻢﻬﻨﻳﻮﻏﺄﻟ ﻚﺗﺰﻌﺒﻓ ﻝﺎﻗ
    ﻢﻟﺍ ﻢﻬﻨﻣ ﻙﺩﺎﺒﻋ ﺎﻟﺇ
    “Demi kemuliaan-Mu sungguh aku
    akan menyesatkan mereka semua,
    kecuali hamba-hamba-Mu yang
    terpilih (yang diberi anugerah
    keikhlasan). ” (QS. Shaad: 82-83)
    Dengan demikian tidak ada yang
    bisa selamat dari jerat-jerat syaitan
    kecuali orang-orang yang ikhlas.
    Isti’adzah/ta’awwudz (meminta
    perlindungan) adalah ibadah. Oleh
    sebab itu ia tidak boleh ditujukan
    kepada selain Allah. Karena
    menujukan ibadah kepada selain
    Allah adalah kesyirikan. Orang yang
    baik tauhidnya akan senantiasa
    merasa khawatir kalau-kalau dirinya
    terjerumus dalam kesyirikan.
    Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis
    salam yang demikian takut kepada
    syirik sampai-sampai beliau berdoa
    kepada Allah,
    ﻡﺎﻨﺻﻷﺍ ﺪﺒﻌﻧ ﻥﺃ ﻲﻨﺑﻭ ﻲﻨﺒﻨﺟﺍﻭ
    “Dan jauhkanlah aku dan anak
    keturunanku dari penyembahan
    berhala. ” (QS. Ibrahim: 35)
    Ini menunjukkan bahwasanya
    tauhid yang kokoh akan menyisakan
    kelezatan di dalam hati kaum yang
    beriman. Yang bisa merasakan
    kelezatannya hanyalah orang-orang
    yang benar-benar memahaminya.
    Syaitan yang berusaha
    menyesatkan umat manusia ini
    terdiri dari golongan jin dan
    manusia. Hal itu sebagaimana
    disebutkan oleh Allah di dalam ayat
    yang artinya,
    ﺍﻭﺪﻋ ﻲﺒﻧ ﻞﻜﻟ ﺎﻨﻠﻌﺟ ﻚﻟﺬﻛﻭ
    ﻢﻬﻀﻌﺑ ﻲﺣﻮﻳ ﻦﺠﻟﺍﻭ ﺲﻧﻹﺍ ﻦﻴﻃﺎﻴﺷ
    ﺍﺭﻭﺮﻏ ﻝﻮﻘﻟﺍ ﻑﺮﺧﺯ ﺾﻌﺑ ﻰﻟﺇ
    “Dan demikianlah Kami jadikan
    musuh bagi setiap Nabi yaitu
    (musuh yang berupa) syaithan dari
    golongan manusia dan jin. Sebagian
    mereka mewahyukan kepada
    sebagian yang lain ucapan-ucapan
    yang indah untuk memperdaya
    (manusia).” (QS. Al An’aam: 112)
    (Diringkas dari Syarhu Ma’aani
    Suuratil Faatihah, Syaikh Shalih bin
    Abdul ‘Aziz Alus Syaikh
    hafizhahullah).
    Makna bacaan Basmalah
    ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﺴﺑ
    Artinya: “Dengan menyebut nama
    Allah yang Maha Pemurah lagi Maha
    Penyayang. ”
    Maknanya; “Aku memulai bacaanku
    ini seraya meminta barokah dengan
    menyebut seluruh nama Allah. ”
    Meminta barokah kepada Allah
    artinya meminta tambahan dan
    peningkatan amal kebaikan dan
    pahalanya. Barokah adalah milik
    Allah. Allah memberikannya kepada
    siapa saja yang dikehendaki-Nya.
    Jadi barokah bukanlah milik
    manusia, yang bisa mereka berikan
    kepada siapa saja yang mereka
    kehendaki (Syarhu Ma ’aani Suratil
    Fatihah, Syaikh Shalih bin Abdul
    ‘ Aziz Alus Syaikh hafizhahullah).

  17. lekdjie says:

    Allah adalah satu-satunya
    sesembahan yang berhak diibadahi
    dengan disertai rasa cinta, takut dan
    harap. Segala bentuk ibadah hanya
    boleh ditujukan kepada-Nya. Ar-
    Rahman dan Ar-Rahiim adalah dua
    nama Allah di antara sekian banyak
    Asma ’ul Husna yang dimiliki-Nya.
    Maknanya adalah Allah memiliki
    kasih sayang yang begitu luas dan
    agung. Rahmat Allah meliputi segala
    sesuatu. Akan tetapi Allah hanya
    melimpahkan rahmat-Nya yang
    sempurna kepada hamba-hamba
    yang bertakwa dan mengikuti ajaran
    para Nabi dan Rasul. Mereka inilah
    orang-orang yang akan
    mendapatkan rahmat yang mutlak
    yaitu rahmat yang akan
    mengantarkan mereka menuju
    kebahagiaan abadi. Adapun orang
    yang tidak bertakwa dan tidak
    mengikuti ajaran Nabi maka dia akan
    terhalangi mendapatkan rahmat
    yang sempurna ini (lihat Taisir
    Lathifil Mannaan, hal. 19).

  18. lekdjie says:

    Penjelasan Kandungan Surat
    Makna Ayat Pertama
    ﻢﻟﺎﻌﻟﺍ ﺏﺭ ﻪﻠﻟ ﺪﻤﺤﻟﺍ
    Artinya: “Segala puji bagi Allah Rabb
    seru sekalian alam.”
    Makna Alhamdu adalah pujian
    kepada Allah karena sifat-sifat
    kesempurnaan-Nya. Dan juga
    karena perbuatan-perbuatanNya
    yang tidak pernah lepas dari sifat
    memberikan karunia atau
    menegakkan keadilan. Perbuatan
    Allah senantiasa mengandung
    hikmah yang sempurna. Pujian
    yang diberikan oleh seorang hamba
    akan semakin bertambah sempurna
    apabila diiringi dengan rasa cinta dan
    ketundukkan dalam dirinya kepada
    Allah. Karena pujian semata yang
    tidak disertai dengan rasa cinta dan
    ketundukkan bukanlah pujian yang
    sempurna.
    Makna dari kata Rabb adalah
    Murabbi (yang mentarbiyah;
    pembimbing dan pemelihara).
    Allahlah Zat yang memelihara
    seluruh alam dengan berbagai
    macam bentuk tarbiyah. Allahlah
    yang menciptakan mereka,
    memberikan rezeki kepada mereka,
    memberikan nikmat kepada mereka,
    baik nikmat lahir maupun batin.
    Inilah bentuk tarbiyah umum yang
    meliputi seluruh makhluk, yang baik
    maupun yang jahat. Adapun
    tarbiyah yang khusus hanya
    diberikan Allah kepada para Nabi dan
    pengikut-pengikut mereka. Di
    samping tarbiyah yang umum itu
    Allah juga memberikan kepada
    mereka tarbiyah yang khusus yaitu
    dengan membimbing keimanan
    mereka dan menyempurnakannya.
    Selain itu, Allah juga menolong
    mereka dengan menyingkirkan
    segala macam penghalang dan
    rintangan yang akan menjauhkan
    mereka dari kebaikan dan
    kebahagiaan mereka yang abadi.
    Allah memberikan kepada mereka
    berbagai kemudahan dan menjaga
    mereka dari hal-hal yang dibenci
    oleh syariat.
    Dari sini kita mengetahui betapa
    besar kebutuhan alam semesta ini
    kepada Rabbul ‘alamiin karena hanya
    Dialah yang menguasai itu semua.
    Allah satu-satunya pengatur,
    pemberi hidayah dan Allah lah Yang
    Maha kaya. Oleh sebab itu semua
    makhluk yang ada di langit dan di
    bumi ini meminta kepada-Nya.
    Mereka semua meminta kepada-
    Nya, baik dengan ucapan lisannya
    maupun dengan ekspresi dirinya.
    Kepada-Nya lah mereka mengadu
    dan meminta tolong di saat-saat
    genting yang mereka alami (lihat
    Taisir Lathiifil Mannaan, hal. 20).

  19. lekdjie says:

    akeh tenan,langsung kesimpulan waelah.
    Kesimpulan Isi Surat
    Surat yang demikian ringkas ini
    sesungguhnya telah merangkum
    berbagai pelajaran yang tidak
    terangkum secara terpadu di dalam
    surat-surat yang lain di dalam Al
    Quran. Surat ini mengandung
    intisari ketiga macam tauhid. Di
    dalam penggalan ayat Rabbil ‘alamiin
    terkandung makna tauhid
    rububiyah. Tauhid rububiyah adalah
    mengesakan Allah dalam hal
    perbuatan-perbuatanNya seperti
    mencipta, memberi rezeki dan lain
    sebagainya. Di dalam kata Allah dan
    Iyyaaka na’budu terkandung makna
    tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah
    adalah mengesakan Allah dalam
    bentuk beribadah hanya kepada-
    Nya. Demikian juga di dalam
    penggalan ayat Alhamdu
    terkandung makna tauhid asma ’ wa
    sifat. Tauhid asma’ wa sifat adalah
    mengesakan Allah dalam hal nama-
    nama dan sifat-sifatNya. Allah telah
    menetapkan sifat-sifat
    kesempurnaan bagi diri-Nya sendiri.
    Demikian pula Rasul shallallahu ’alaihi
    wa sallam. Maka kewajiban kita
    adalah mengikuti Allah dan Rasul-
    Nya dalam menetapkan sifat-sifat
    kesempurnaan itu benar-benar
    dimiliki oleh Allah. Kita mengimani
    ayat ataupun hadits yang berbicara
    tentang nama dan sifat Allah
    sebagaimana adanya, tanpa
    menolak maknanya ataupun
    menyerupakannya dengan sifat
    makhluk.
    Selain itu surat ini juga mencakup
    intisari masalah kenabian yaitu
    tersirat dari ayat Ihdinash shirathal
    mustaqiim. Sebab jalan yang lurus
    tidak akan bisa ditempuh oleh
    hamba apabila tidak ada bimbingan
    wahyu yang dibawa oleh Rasul.
    Surat ini juga menetapkan
    bahwasanya amal-amal hamba itu
    pasti ada balasannya. Hal ini tampak
    dari ayat Maaliki yaumid diin. Karena
    pada hari kiamat nanti amal hamba
    akan dibalas. Dari ayat ini juga bisa
    ditarik kesimpulan bahwa balasan
    yang diberikan itu berdasarkan
    prinsip keadilan, karena makna kata
    diin adalah balasan dengan adil.
    Bahkan di balik untaian ayat ini
    terkandung penetapan takdir.
    Hamba berbuat di bawah naungan
    takdir, bukan terjadi secara merdeka
    di luar takdir Allah ta ’ala
    sebagaimana yang diyakini oleh
    kaum Qadariyah (penentang takdir).
    Dan menetapkan bahwasanya
    hamba memang benar-benar
    pelaku atas perbuatan-
    perbuatanNya. Hamba tidaklah
    dipaksa sebagaimana keyakinan
    kaum Jabriyah. Bahkan di dalam
    ayat Ihdinash shirathal mustaqiim
    itu terdapat intisari bantahan kepada
    seluruh ahli bid ’ah dan penganut
    ajaran sesat. Karena pada hakikatnya
    semua pelaku kebid ’ahan maupun
    penganut ajaran sesat itu pasti
    menyimpang dari jalan yang lurus;
    yaitu memahami kebenaran dan
    mengamalkannya. Surat ini juga
    mengandung makna keharusan
    untuk mengikhlaskan ketaatan
    dalam beragama demi Allah ta’ala
    semata. Ibadah maupun isti’anah,
    semuanya harus lillaahi ta’aala.
    Kandungan ini tersimpan di dalam
    ayat Iyyaka na ’budu wa iyyaaka
    nasta’iin (disadur dari Taisir Karimir
    Rahman, hal. 40).
    Allaahu akbar, sungguh
    menakjubkan isi surat ini. Maka tidak
    aneh apabila Rasulullah shallallahu
    ‘ alaihi wa sallam menyebutnya
    sebagai surat paling agung di dalam
    Al Quran.
    Ya Allah, karuniakanlah kepada kami
    ilmu yang bermanfaat. Jauhkanlah
    kami dari jalan orang yang dimurkai
    dan sesat. Sesungguhnya Engkau
    Maha Mendengar lagi Mengabulkan
    do ’a. Wallahu a’lam bish shawaab.
    ***
    Penyusun: Abu Muslih Ari Wahyudi

  20. lekdjie says:

    http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-surat-al-fatihah.html

    -bukan memaksakan,cuma memberikan sisi lain dalam penafsiran-

    • Bonsai Biker says:

      Matursuwun lek tambahannya.
      -sekedar masukan lek sebaiknya instal font Arabnya lek, sehingga susunan Arabnya nggak acakadut, atau Arabnya jadiin JPG dulu
      -soal tafsir alfatihah secara lengkap memang ribuan tafsir mulai dari tafsir yang diakui shahih ampek dibilang tafsir kafir, namun bukan itu tujuan artikel ini, tapi hanya sekekdar menjawab kenapa dalam sholat harus dibaca, jadi bahasannya tidak meluas.
      -over all, matursuwun tambahannya

  21. sobek-sobek says:

    jadi rangkuman atau singkatan kisanak?? 😳
    opderikod:
    wah sebenernya aku takut nek komen2 yg menyangkut ilmu agama begini sale masih cetek ilmunya

  22. Dani Ramadian says:

    Bons…

    Tulisan Insya Allah bener nggonmu yo?
    Soalnya mau dikopi temen2, to di atas…
    Lek nulis ojo kliru2…

    😀

    Gak usah nguber BOTD,
    masiyo mlebu 1000 besar gpp…

    :mrgreen:

    • Bonsai Biker says:

      nulis itu kayak orang mau kentut, masak ditahan, tentang pelsannya leksampean masih ikut Arab yo monggo dipisah, lek wos ikut indonesia gabung. Toh tak setiap saat kita harus bener terus.
      masalah BOTD setiap orang punya tujuan sendiri, sampean tidak tahu maksud dan tujuanku dlam ngeblog.

  23. hourex150l says:

    waaaa, manteb (abot tur jero) Pak Bons..
    Banyak belajar dari sini Pak..
    Semoga menjadi bisa jadi ikhtibar bagi kita semua dan Allah Swt. Berikan kepahaman atas apa yang telah kita tulis dan baca disini, dan semoga juga Allah swt. Berikan kekuatan pada kita semua untuk selalu mengamalkan serta menyampaikannya… Amin.

  24. uDien D'kab 234 says:

    hadir … pertamax buat artikel selanjutnya
    nyimak dulu gan, mesti pelaaaaaaaaannnn – pelan

    * garuk kepala duluan, mata masih ngantuk … gubraaaaakz

  25. joetrizilo says:

    hanya bisa menyimak saja

    To Mas Bonsey… mohon kiranya link blog saya terdahulu di ganti dengan yang baru, soalnya yang terdahulu sudah koit…. sekiat terima kasih…

    nitip lagi…

    kangen sama stevai joe satriani yngwie malmsteen klik aja…

    http://joetrizilo.wordpress.com/2011/03/18/menunggu-duel-sarat-gengsi-motogp/

  26. uDien D'kab 234 says:

    Kembali ke leptop :

    Kajian yang menarik om bons, menambah ilmu dan wawasan … kalau gak salah shalat itu berarti do’a juga ya gan, btw: tepat sekali, secara bahasa juga sholat itu hubungan, artinya hubungan antara hamba dan Khaliqnya, yang mana hubungan itu intinya adalah do’a ….

    nice share om bons

  27. uDien D'kab 234 says:

    ikut melengkapi ayat tentang sholat mencegah keji dan munkar :

    “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” (QS. Al-Ankabuut [29] : 45).

  28. elsabarto says:

    klo aku makmum masbuk asal dah dapet ruku’ dah dihitung satu rakaat, tp klo ada yang menyempurnakan rakaat yang tertinggal Al Fatihah-nya ya lebih bagus lagi 🙂

  29. raya says:

    ‘Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.’

    banyak orang islam yang kalo sholat baca ayat seperti itu, tapi kesehariannya menyembah dan memohon pertolongan pada yang lain.. bawa jimat, beli motor baru dimandiin air kembang, selamatan dst.. seolah-olah keselamatan datang bukan dari Allah SWT tapi dari jimat, air kembang, selamatan dst.. kalo sudah begini kan sholatnya otomatis gugur pahalanya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.