Mobil Seken Keren Nggak Harus Mahal

Memilih mobil seken keren sebetulnya tidak harus mahal, tergantung pinter-pinter kita milih-milihnya saja. Bila kita amati ada beberapa faktor sehingga mobil tersebut berharga jual murah, diantaranya adalah masalah Brad Image, ketersediaan spare part, mahalnya biaya spare part, mahalnya biaya perawata, boros, kurangnya ketersediaan bengkel. Beberapa faktor mamang harus kita ketahui selahnya, sehingga kita mendapatkan buruan degan harga murah.

Coba kita lihat mobil Eropa misalnya, mobil ini harga jualnya sangatlah murah, jauh dari harga barunya, tengok saja BMW 318i penurunan drastisnya dari tahun 2004 yang barunya diatas 200 juta dan kini rondonya 175 juta BMW 3181i yang tahun 2003 masih diatas 150 juta, lalu tahunn 97 tingga separuhnya, hanya 70 jutaan, lalu tahun 91 tinggal spearuhnya lagi sekitar 35 jutan. Ini tentu berbeda ketika melihat harga starlet 97 yang berkisar di 70 jutaan lalu 91 yang masih nangkring di 40 an juta, padahal harga barunya jauh dibawah BMW 318 i. Saran James Bons Pilih mobil ini yang sudah tahun tuwa sehiingga penurunan harganya tidak drastis, karena jika tahun muda dalam setahun minimal 20 juta akan mengalami penyusutan. Meski tua, mobil ini tak mengalami perubahan berarti dari sisi modepl dan mesinnya, sehingga anda tak terlihat jadul. Mobil tua Eropa biasanya bandel, jadi meski spare partnya murah namun awet, jangan lupa pilih yang dalam kondisi bagus.

Tengok juga Mitsubishi colt T120 ss yang harganya lebih murah dari kompatitornya, padahal mutu sama, harga baru mirip, cara perawatan mrip, namun karen ketidak tenaran Mitsubishi di level ini, membuat si coltt ini harga sekennya lebih murah. Misal Espas dan Carry tahun 93-95 masih berkisar 35-40 juta, namun T 120 ss hanya 27an juta. Memilih mobil ini rasanya juga tidak salah, mengingat mutusnya sama dengan kompatitor, lalu hnya masalah brand saja yang tidak tenar dikelas ini. Demikian mobil-mobil Korea seperti Kia maupun Hyundai, penurubab harganya sangat mencolok, sehongga apabila anda berburu seken, mobil-mobil inilah jawabannya. Lain lagi mobil keluarga, untuk Kijang di tahun 97-98 harus menyiapkan dana min 65 juta, padahal Opel Blazer 97-98 hanya 45-60 juta. Memilih mobil tida populer tentu risikonye akan jarang spare partnya, namun toh tidak setuiap hari mobil rusak, lagipula kita bisa mengirit.

Advertisements

59 Comments

  1. nice info om…/
    dalam memilih motor bekas juga sama. Merk suzuki dan kawasaki(selain ninja) yang paling sip, harga lebih murah tapi kualitas bagus,dan bila ada part yang sudah digantipun kemungkinan besar part asli bukan KW-KWan jadi lebih awet.

  2. Ada alasan logis mengapa harga Jual lebih murah dan mahal.
    Coba ente razakan bagaimana punya bmw 318i kalo rusak. Nangis darah Om.. Kecuali kalo hobbyist ya.. Harga berapa barang dimana juga dijabanin.
    Gak usah BMW dulu lah, peugeot aja…

  3. ya kalau BM generasi M40 emang terkenal bandel… cuma ada hal2 kecil yang memang butuh kejelian… contohnya Air Flow… ini sepele, tapi bagi yang gak tahu bisa berabe, boil jepang kalah mesin tersendat alias brebet, paling lari ke Injektor atau Karbunya… selesai masalah, nah BM M40 putaran mesin pake Air Flow….

    *dulu sempat punya pengalaman dengan ini…

  4. mobil eropa bekasnya murah sih, tapi kalau interiornya dah amburadul, beli pritilannya dikit dikit tau-tau totalnya bisa beli motor baru.

Leave a Reply