Share Pengalaman Pak Kiyai Merawat Rondo BMW 318i | Bonsaibiker

Share Pengalaman Pak Kiyai Merawat Rondo BMW 318i

Brader sekalian, soheb-soheb James Bons yang dari golongan Kiyai memang kebetulan banyak, jadi ya seringlah Kames Bons bertemu dengan Beliau-beliau. Dari pertemuan ini James Bons melihat banyak sekali para Kiyai ini yang menggunakan mobil-mobil Eropa macem BMW, Mercy, dan Chevrolet atau juga yang lain yang Amrik atau Eropa. Dua pertanyaan terbesit dalam hati James Bons berhubungan dengan hobi para Kiyai ini naik mobil Eropa. 1. Kenapa mereka suka dengan mobil Eropa? 2. Bagaimana cara perawatannya kok bisa nampak santai aja?

1. Kenapa Suka Mobil Eropa?
Saat James Bons ajukan pertanyaan ini, dengan enteng salah satu Pak Kiyai menjawab, “Nyaman mas, beda dengan mobil Jepang”.Lebih jauh beliau mengisahkan, bahwa Kiyai atau pendakwah dan pemimpin agama itu harus selalu siap melayani undangan masarakat, kadang dekat, kadang juga jauh, bahkan kadang tak mengenal waktu, kadang pagi, kadang siang dan kadang tengah malem. Bahakan di bulan Ramadan mereka harus stand by 24 jam dalam masalah agama Islam khususnya. Untuk itu mereka membutuhkan mobil yang nyaman dan terkadang enak dipakek kencang untuk mengejar waktu. Tak jarang mobil ini dipakek buat tidur ketika mereka berjalan menuju tempat tujuan undangan ceramah, karena sudah ada sopir setia mengantar. Bagaimanapun juga waktu istirahat Pak Kiyai sering kurang, dan mau tak mau harus tidur dimobil, itulah perlunya kenyamanan terutama masalah kelembutan kaki-kaki. Yang ke dua harga rondo mobil jenis ini murah, namun bukan murahan, tak semua kiyai banyak duit, bahkan untuk ceramah tak jarang pak kiyai ini malah mengamlopi sang tuan rumah, “kita ini pelayan masyarakat mas” kata mereka. Betul saja pak kiyai ini adalah pengendara BMW 318i lansiran 1993 yang dulu membeli mobil ini denfan harga 50 Juta, dengan pajak sekitar 800.000.
2. Bagaimana Merawat Si 318i Ini?
Untuk mengetahui ini James Bons berkali-kali survey, nanya, lihat ke bengkel, lalu bahkan ngintil pak Kiyai hingga ke bengkel. Kata Beliau, “Mobil ni harus rajin check mas supaya awet, sampean cari bengkel terpercaya, nggak usah bengkel resmi, karena mahal”. Beberapa hal diperhitungkan oleh pak Kiyai ini, pertama oli, Beliau memakai oli curah dari pertamina, karena murah, sekali ganti hanya 150.000 plus check beberapa bagian. Murah kan? Bandingkan dengan oli saran pabrikan yang minimal 300.000, jauh beda om toh degan oli ini tetep saja baik-baik aja nih mobil. Kedua tentang perawatan mesin alias bengkel, beliau bilang cari kenalan bengkel pinggir jalan atau non resmi terpercaya, nanti murah, nggak usah bengkel resmi karena yang  resmi muahal. Beliau menjelaskan, ketika ganti part, belilah sendiri partnya kalau bisa ke Jakarta ke Atrium Senen, dijamin murah meriah dan semua ada, lalu kita bwa ke bengkel minta untuk dipasang. Sekali lagi beliau bilang, “Part sedikit mahal, tapi bandel mas, awet, beda ma produk Jepun”. Lalu pengalaman turun mesin ternyata kata beliau tak sesulit yang dicertiakan orang, kta beliau cukup 4-7 kita beres turun mesin berikut partnya, dengan pengerjaan oleh bengkel, part beliau sendiri yang cari, lebih murah. Lalu tentang bahan bakar, karena beliau sering ceramah diluar kota, dan tinggalnyapun tdak didalam kota, maka sangat susah mencari pertamak, maka ecu-nya distel sedemikian hingga nih mobil mau minum premium, dan hasilnya so far so good, nyaman dengan BMW 318i.
Tambahan dari kang TONGSAM
Ya kalau BM generasi M40 emang terkenal bandel… cuma ada hal2 kecil yang memang butuh kejelian… contohnya Air Flow… ini sepele, tapi bagi yang gak tahu bisa berabe, boil jepang kalah mesin tersendat alias brebet, paling lari ke Injektor atau Karbunya… selesai masalah, nah BM M40 putaran mesin pake Air Flow….*dulu sempat punya pengalaman dengan ini…
Selamat tergoda!

%d bloggers like this: