Renungan Malam: Ketegasan Memang Harus Dilakukan Di Timing Yang Tepat | Bonsaibiker

Renungan Malam: Ketegasan Memang Harus Dilakukan Di Timing Yang Tepat

Melanjutkan artikel kemarin bahwa kita setidaknya belajar pada ular, bahwa kepala ular selalu istiqomah maju kedepan, menatap tujuannya, artinya dalam memaknai dan menjalankan hidup ini kita perlu istiqomah, lurus, tegas dan terarah pada suatu tujuan. Sementara badan dan buntut ular menggelepar-belepar, meliuk kiri kanan menggambarkan dinamika kehidupan yang penuh variasi diverensiasi dan pluralisasi, banyak cara bisa ditempuh, banyak jalan bisa dilalui untuk menggapai tujuan tersebut.

Brader sekalian kali ini bahasan kita adalah kepala ular itu sendiri, artinya sikap istiqomah kita dalam menjalani hidup ini. Sikap tagas dan istiqomah ini harus kita terapkan pada diri kita dan lingkungan kita berada. Kita berandai-andai bahwa kita naik kapal, bahwa ada sesorang yang melobangi kapal sehingga bisa menyebabkan kapal itu tenggelam, maka disitulah ketegasan perlu dilakukan. Ketika ada orang membuang tinjanya dikolam susu kita, maka itulah saatnya ketegasan perlu dilakukan. Katakan tidak, dan bila perlu ambil tidakan.

Masalah yang di sepakati banyak ulama adalah bahwa dalam masalah usul atau pokok seperti Rukun Islam dan Rukun Iman adalah tidak boleh terjadi khilafiyah atau perbedaan. Dan bila terjadi perbedaan maka ketegasan harus dilaksanakan. Dulu zaman Khalifah Abu Bakar Siddiq pernah memerangi orang yang tak mau membayar zakat, karena zakat adalah masalah pokok, yaitu bagian dari rukun Islam. Lalu masalah usul atau maslah cabang, nampaknya para aliran dalam Islam sepakat untuk tidak sepakat, seperti shalat subuh makek qunud atau tidak, tarawih 8 atau 20 rakaat, dan sebagainya. Lalu kita bagaimana? Monggo sesuai selera asal harus ada dasar hukumnya.

Belakangan banyak sekali reborn masalah klasik, yakni hal yang pokok yang masih diperdebatkan seperti adanya nabi palsu, membuat Quran tandingan, dan sebagainya, padahal ini jelas jelas menyentuh maslah pokok, dan memang dituntut untuk suatu ketegasan, tak usah ragu-ragu! ingat sabda Rasul:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Artinya: “siapapun di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubah kemungkaran tersebut dengan tangan, jika tidak sanggup merubah dengan tangannya, hendaklah dia rubah dengan lidah dan jika masih tidak sanggup, hendaklah ia rubah dengan hati. Dan itulah iman yang paling lemah“. (HR Imam Muslim)

Lalu ketika berdalih tak ada paksaan dalam agama berdasarkan dalil di bawah ni
قال الله تبارك وتعالى في سورة البقره “ لا أكراه في الدين قد تبين الرشد من الغي فمن يكفر بالطغوت ويؤمن بالله فقد أستمسك بالعروة الوثقى لا أنفصام لها والله سميع عليم ” البقره 256
……....Tiada paksaan dalam agama………………………….”
Perlu diketahui ayat ini diturunkan untuk tidak memaksakan agama kepada orang diluar Islam,  karena Islam berdakwah dengan damai, nah kalau kita sudah masuk Islam berarti kita sudah berserah diri, rela dipaksa berdasarkan hukum Islam, karena pada dasarnya setiap hukum itu memaksa. Siapa yang tak mengikuti sunnah Nabi berarti siap menanggung risiko, masuk Islam berarti taat pada rukun Isam dan rukun iman,  tak ada lagi acara membuat nabi palsu, membuat Quran tandingan. Monggo ketegasan itu perlu dilakukan bila menyentuh ajaran pokok. Katakan tidak, dan bila perlu ambil tidakan.

Waduhhhh berat dong  jadi orang Islam? Nggak juga, paksaan berbuat baik kok, kan nggak berat, bahkan lebih indah, bayangkan ketika semua berbuat baik, alangkah indahnya dunia! Haisyah nanti semua orang berbuat baik Neraka percuma donk nggak ada yang menghuni! Hus hanya ber seloroh.

Sedangkan cara mengambil tindakan dalam menyelesaikan masalah ketika terjadi pelanggaran masalah pokok inilah yang sering terjadi percekcokan antara umat Islam yang berlainan faham. Ada yang frontal langsung serang, ada yang diplomasi, dan ada yang cuman berdoa dan berharap cemas. Saudaraku sesama muslim, semua orang Islam itu bersaudra, mari kita saling dukung, apapun cara kita, saling lah kita maklumi, jangan sampai terjebak politik adu domba ala kafir!

%d bloggers like this: