Nyanyian "Bajai (Bajaj)Pasti Berlalu" Ternyata Tak Terbukti | Bonsaibiker

Nyanyian "Bajai (Bajaj)Pasti Berlalu" Ternyata Tak Terbukti

Brader sekalian ketika 4 tahun lalu Bajaj Pulsar menggelontorkan si P 180 dalam 2 edisi, yaitu edisi Jari-jari dengan harga 15 juta dan edisi palang dengan harga 16 ,5 juta, banyak pengmat mengatakan Bajai (Bajaj) pasti berlalu, layaknya lagu chryse yang berjudul “Badai Pasti Berlalu”. Ya, Bajaj ketika itu diibaratkan produk Cina yang murah meriah sekaligus murahan, tanpa berkelanjutan dan hanya sekali serang sporadis dan setelah itu hilang.

Mungkin wajar ketika para biker Indonesia disuguhi motor Cina yang merupakan hasil Home Industri, lalu diboyong ke Indonesia dengan harga murah dan kualitas murahan, lalu hanya dalam hitungan bulan motor ini harus masuk bengkel, sehingga membuat begitu trauma akan produk ini. Kehadiran Bajaj waktu itu begitu mengejutkan karena harganya yang hnya 15 juta bisa mendapatkan 180 cc dan sanggup bejaban dengan Tiger yang 200 cc saat itu versi jari-jarinya dihargai 20,5 juta. Maka spontan para biker ketika itu menganggap si Bajaj ini tak lebih dari sekedar produk Cina yang bakal hilang begitu saja.

Kini Bajaj sudah menjelma menjadi salah satu kekuatan yang layak diperhitungkan, bermain dikelas 125 cc, 135 cc, 180 cc, 200 cc, dan 220cc, serta kabarnya akan menggelontorkan 250 cc. Keberanian Bajaj menelorkan produk murah tapi bukan murahan layak diacungi jempol. KEberanian test di Sentul juga layak di banggakan. Ya, tinggal bagaimana memperbaiki berbagi lini yang kurang seperti jaringan 3S, model yang monoton, dan kalau bisa bermai di level bebek. Selamat berjuang Bajaj, badai bukan Bajaj, Badai boleh berlalu tapi Bajaj tetap beradu!

Advertisements
%d bloggers like this: