About these ads
jump to navigation

Berburu Rondo Kijang! Milih Disel Apa Bensin? 3 April 2011

Posted by Bonsai Biker in Bonsai bakal, Portal Otomotif, Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Brader sekalian ketika kita berburu Kijang memang ada 2 pilihan, generasi solar atau diesel dan generasi bensin. Ha ketika memilih tentu ada alasan tersendiri yang masuk akal, sehingga bukan asal milih. Yang jelas as long as mesin tidak di modif secara extrem atau salah arah, maka mesin akan tetap awet, apapun jenis mesinnya. Berikut ini beberapa wacana yang bisa dijadikan pertimbangan.

1. Kenapa Milih Kijang Bensin

  • Alasan paling masuk akal adalah nyaman.
  • Ada kemungkinan mesin Diesel bisa berumur pendek karena ditangani Tuner yang salah kaprah, setting suplai solar digedein dengan anggapan supaya mesin “nggak kering” & sekaligus ngejar Power, padahal di Diesel dgn AFR yang rich maka EGT akan naik & mesin jadi panas, beda dengan mesin gasoline kalo AFR rich mesin jadi lebih dingin. Sedang kalo AFR dibuat lean maka EGT mesin Diesel akan lebih dingin, beda dgn Gasoline kalo lean malah mesin bisa jadi panas.
  • Ada anggapan bahwa biaya perawatan diesel lebih mahal dari bensin, Kijang diesel kalau ada masalah mesin biayanya 2 x lipat dibanding kijang bensin. Toh kalau mau cari irit, selisihnya ga seberapa.
  • Sebetulnya dari sisi biaya pembuatan mesin, diesel lebih mahal ketimbang pembuatan mesin bensin.

2. Kenapa milih Diesel?

  • Alasan yang paling masuk akal adalah irit, kijang bensin 1 liter hanya 1:8 atau 1:9 sementara kijang diesel bisa 1:13.
  • Parts mesin & kelistrikan mesin Diesel & Petrol di suatu jenis mobil yg sama biasanya banyak yg. sama, spt filter udara / filter oli Ipah VVT-i & D4 D itu sama, sistem kelistrikan juga sama, beda di alternator aja.
  • Kemungkinan mesin Diesel sampe jebol / turun mesin sebetulnya amat sangat kecil, dan untuk regular maintenance Diesel lebih praktis karena cuman bersihkan & ganti filter2 aja.

3. Beberapa Pengalaman owner

  • Saya pakai Kijang Capsul 1800 SX th 97 dari baru. Waktu baru beli, sistem pengapian dirubah. Platina dan condenser diganti CDI. Koil ukuran yg besar, kabel busi dan busi dipilih yg untuk racing. Waktu itu dapat paket dari salah satu toko di Senen. Tambah lagi di dalam saringan udara karburator dipasang semacam alat yg berfungsi u/ membuat aliran udara menjadi seperti turbo (turbulensi mungkin maksudnya, tapi saya lupa namanya. Test di tol, kecepatan bisa 140 km/j (walau sulit). Kondisi belum pasang AC (duit habis buat modif di atas). Di bawa di tanjakan puncak dengan 4 penumpang waktu itu, tidak ada mobil (sedan/jenis lainnya) yg bisa meninggalkan/menyalip saya. Bahkan waktu itu sempat menyalip mobil premium lain yg lagi itu saya ajak kejar-kejaran. Konsumsi bensin bisa 1:10 (tanpa AC). Keterangan di atas saya berikan untuk menggambarkan betapa bandelnya Kijang Kapsul itu. Tapi setelah dipasang AC, memang terasa sekali dropnya tenaga mesin, terutama saat manuver di tanjakan seperti puncak. Konsumsi bensinpun menjadi 1:8 (dalam kota). Tapi Lebaran kemarin saya pulang Magelang, bensin bisa 1:10, full AC, dengan lantas yang lancar sekale…(pulang pas H-0) Padahal jalur yg saya ambil adalah Sadang, Subang, Majalengka, Cikijing, Rancah, Cisaga, lanjut ke jalur Selatan. Antara Subang dan Cisaga (terutama di Cikijing dan Rancah) banyak jalur yang mendaki terjal seperti di puncak. Walau sudah berusia 11 tahun, Kijang saya masih enak diajak manuver di jalan tsb, walau sudah tidak segarang dulu lagi tenaganya. Intinya, saya tidak punya komplain apapun tentang performance Kijang Capsul. Sebagai perbandingan, saya pernah bawa Panther Hi Grade th 98 di dalam kota. Rasanya aklerasinya berat/lambat banget. Gas di kaki tidak seresponsif Kijang bensin. Tapi kata orang untuk tanjakan, Panther jagonya.
  • Menurut saya, Kijang bensin juga lumayan untuk di tanjakan, dengan syarat pengendaraan yang normal-normal saja, dan bukan buat salip-salipan atau adu kecepatan. Tapi sekedar menyusul bus yg lagi termehek-mehek di tanjakan terjal, cukup masukan gigi 2, tekan pedal gas yg dalam. Dijamin kita masih bisa melewati dengan aman dan dalam waktu yg relatif cepat (tdk menghambat mobil premium lain yg ada di belakang kita yg juga sedang menyalip bus itu)

4. Petuah Master HOMOSEK Tongsamp Seputar Kijang Diesel vs Panther

Diesel inova mesinya lebih canggih ketimbang diesel Panther, kecanggihannya terletak pada valve nya, Inova lebih sunyi senyap mesinnya, jelas nyaman. Tapi Panther punya kelebihan, sampeyan cari bonsai di tengah alas kehabisan solar, ketemu tukang minyak goreng, masukin itu minyak goreng ke tanki, bisa jalan itu panther tanpa gangguan mesin :):) Cuman kenalpote mambu gorengan… xixiix, tapi soal spare part pilih Panther, gampang’
Kijang itu menang nyaman, kalau suruh milih LGX diesel vs Hi Grade panter tahun sama, aku pilih LGD diesel, relatif, tergantung orangnya, tapi kalau LSX bensi EFI vs Hi Grade Panther jelas pilih Panther.Generasi kijang diesel pake timing chain, jadi suara lebih sunyi, panther kalau gak salah dia pake timing gear pengaruhnya, suara ketukan mesin lebih sunyi kijang.

Silakan pilih sendiri!

dari berbagai sumber, serayatopik dll

 

About these ads

Komentar»

1. Sendal bolong - 3 April 2011

Lha, pertamaxs kah…?

2. Sendal bolong - 3 April 2011

Tak kirano solar oplosan…

3. Sendal bolong - 3 April 2011

Gak taunya pake minyak jelantah bisa juga ya….
apalagi kalo bekas goreng ikan asin.

4. Iksa - 3 April 2011

Memang diesel lebih handal …
Tapi bensin lebih praktis sehari-harinya ..

5. Maskur - 3 April 2011

apik

6. Outrun With king - 3 April 2011

pilih minyak goreng bekas ikan peda.. Pasti mantaappppp… Wkwkwkkw..

7. pb - 3 April 2011

panther 97

8. Amama Ali - 3 April 2011

Kijang disel masih pake v-belt (timing belt) harus sering dicek juga

9. tigerpiceks - 3 April 2011

tulisane acak kadut… rada angel mencerna-ne…–“

10. willy - 3 April 2011

emang klo dipikir2 suara mesin panther itu agak sedikit lebih berisik/kasar dibanding kijang diesel yach :lol: terutama panther lama

11. ウィナ - 3 April 2011

mantep ulasane kang,suwun yo…

Bonsai Biker - 3 April 2011

zeeep

12. si oom as varioputiih - 3 April 2011

nambahin,
kalo pake yang solar, tiap keluar garasi serasa keluar dari kapal. asap dimana-mana :mrgreen:

Bonsai Biker - 3 April 2011

kikiiki

13. Az147r - 3 April 2011

@Outrun With king
pilih minyak goreng bekas
ikan peda.. Pasti
mantaappppp…
Wkwkwkkw..
=====
Kesian yg dibelakang,nyupir bawaanx laparrr…..melulu….

14. gaplek mania - 3 April 2011

mantep .
kalo minyak tanah bisa gak ya?
dulu pernah naik bis.keabisan solar.males ndorong2 diisi minyak tanah.jreng nyala….
kalo gak salah kompresi mesin diesel lbh gede ya.makanya bagian2 mesinnya dirancang lbh kuat dari mesin bensin

15. LekSam - 3 April 2011

bhahhaha…. guyonan ku ambek mbah yut mbok tulis tenan….

bahhahah.//////

16. electra - 4 April 2011

milih bensin karna kenyamananya[nyaman kesenyapan]tapi kesenyapan kijang masih handal yg taun 2000-2002 di bandingkan yg new model[2002-2004]lebih nyaman lagi ganti sock belakang kayaba G anjut anjutranya mayan lembut…gak kaya bawaan standar yg di seting buat angkut2 barang..

17. 1001nickname_SiGantengKalem - 5 April 2011

milih janda kembang yang pertamaxxxxxxxxxxxxxxxx….

18. for better or for worse - 27 November 2012

Prevent the onset of acne by using sunblock everyday to protect your skin from the harmful
effects of the sun and pollution. Honey – Put a dab of honey on the area and cover with a plaster and leave overnight.
Its time to research for the ideal pimples scar remedy to boost your self-esteem and forget about all
the worries associated with it. There are many acne cure products out there
but only a few work at all. The juice may be obtained by crushing 4-5 big ripe peeled cucumbers with
the masher and filtering the liquid.

19. Cccentres - 20 Februari 2013

Right here is the right webpage for everyone who would like to understand this topic.
You realize so much its almost hard to argue with you (not that I actually would
want to…HaHa). You definitely put a new spin on
a subject that’s been written about for years. Excellent stuff, just wonderful!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.959 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: