Renungan Malam: Ngegas Itu Lebih Gampang, Ngerim Yang Susah.

Brader sekalian “ajining diri gumantung ing lati” pepatah Jawa ini maksudnya Kehormatan diri kita tergantung pada mulut kita. Jika mulut kita suka berkata baik, maka orang akan menghargai kita, jika mulut kita berkata sopan, maka orang akan sopan kepada kita. Sebaliknya jika mulut kita suka menghujat orang, sudah barang tentu orang tak kan respek kepada kita. Lalu seandainya kita malah sering menyerang orang dengan kata-kata kita, menyudutkan, dan memojokkan, wa itu alamat hanya akan mencari musuh. Ingat mulut itu lebih tajam daripada pedang.

Brader sekalian mencari ketenaran diri itu gampang, jadilah orang yang fokal, pasti anda tenar. Seorang pengamat politik fokal dia cepat tenar, karena secara blak-blakan berani mengunggkapkan borok suatu partai yang jarang sekali ada orang berani. Juga seorang blogger fokal dia akan cepat tenar, ya itu tadi karena di begitu berani secara frontal menyerang suatu prodak yang menurutnya kurang pas, atau bahkan menyerang bloger lain yang menurutnya kurang pas pula.

Ketika kita menyerang, yakinlah pasti akan ada orang yang mendukung anda, juga sebaliknya akan ada orang yang membenci anda. Namun tetap saja anda menjadi terkenal ditengah profokasi yang anda sampaikan, terlepas anda menjadi protagonis atau antagonis.

Namun, ketika kita berfikir secara jernih, apa sih untungnya menyerang orang, apakah hanya untuk popularitas saja? Orang yang kita serang tentu merasa sakit hatinya, begitu pula para pendukungnya. Menyakiti hati itu sungguh hanya akan memperbanyak musuh, bukan memperbanyak teman.

Brader sekalian lihatlah motor, ketika kita gas gampang sekali motor itu lari, namun saat ada kucing lewat kita susah sekali mengerimnya secara cepat, meski remnya sudah ABS kayak CBR 250. Begitulah lidah dan hati serta emosi kita, gampang sekali naik, lalu menjadi egosi kemudian kita merasa paling benar, lalu yang lain slah. Mengerim emosi itu lebih susah daripada membangkitkan emosi, makanya ketika kita nggak bisa ngomong baik mending diam, begitu kata Rasulullah SAW, daripada kita menyakiti orang :

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمتSiapa yang beriman pada Allah dan Rasul-Nya, maka berkatalah yang baik, atau diam“. Begitulah bila tak mau disakiti maka jangan menyakiti atau lebih baik diam!

Tapi ya semua tergantung pada pribadi masing-masing, karena setiap orang punya taget, punya lamunan dan cita-cita masing-masing, ada yang suka jadi protagonis, ada juga yang antagonis. Monggo, hidup itu sebuah pilihan!

Leyyyyyyyyyy pinjem avatarmu ya!

Advertisements

18 Comments

  1. kalo saya,
    kadang marah karena ada yang nyalip dari arah berlawanan trus jadinya kepepet ga dapet jalan, mungkin saya pernah begitu, nyalip sembarangan, jadi ini peringatan bagi saya biar lebih hati-hati di jalan 🙂

  2. Koreksi arti hadist:
    Rasulullah bersabda:
    Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berkatalah yang baik atau lebih baik diam… (HR . Bukhari Muslim)

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan