Komparasi Ujung-ujungnya Top Speed dan KOMPORASI | Bonsaibiker

Komparasi Ujung-ujungnya Top Speed dan KOMPORASI

Brader sekalian, komparasi yang dilakukan beberapa media termauk blogger memang menarik, kita bisa menggali lebih dalam dan lebih detail terhadap suatu produk, kemudian kita bisa membandingkannya dengan produk lain yang sekelas. Ya tentu saja setiap produk ada sisi kurang dan sisi lebihnya yang sengaja dimunculkan oleh produsen. Tengoklah Satria FU yang tak diragukan kekencangannya, namun justru capek buat touring, inilah kesengajaan pabrikan mengoptimalkan sisi ini.  Begitu juga dengan Thunder 250 yang bisa disalip CBR 150 karena memang lebih mengutamakan torsi dan untuk model touring.

Uniknya setiap komparasi di negera kita ini kebanyakan berbau speed oriented. Suatu komparasi dianggap belumlah lengkap sebelum mencantumkan data top speednya, bahkan media terkenal macem tablot Otomotif atau Dapurpacu.com harus membeli Dynojet untuk memuaskan konsumen dalam maslah power, torsi, dan speed. Suatu artikel komparasi di berbagai blog termasuk warung Bonsai ini pasti diserbu pertanyaan tentang top speed,lalu diperdidebatkan tentang top speed. Saat James Bons mencoba mengkalkulasi berbagai pertanyaan dan komentar serta debat kusir nampaknya 70 % tentang speed, baru 30%nya tentang hal lain seperti 3s, durabilitas, ergonomi, harga, dan sebagainya.

Sementara itu saat James Bons mencoba melihat komparasi yang ada di luar negeri nampakanya sedikit berbeda, dimana animo pembaca dari sebuah komparasi lebih mengutamakan keseluruhan aspek dalam suatu merk motor, mulai dari abilitas, durabilitas, safetynya, fitur, dan sebagainya. James Bons memandang ini wajar sebagai efek dari minimnya motor kencang yang ada di tanah air, sehingga para biker tanah air sangat penasaran dan begitu merindukan motor kencang,lalu terbentuklah imge bahwa motormahal itu harus kencang. Sementara di barat ya hampir semua motor itu kencang, makanya setiap pabrikan berlomba-lomba untuk membuat motor lebih dari hanya sekedar kencang, misalnya nyaman, aman dan tahan lama.

Uniknya yang lain adalah ketika suatu artiikel koparasi menjadi komporasi, dimana masing-masing para pendukung brand yang dikomparasikan membela mati-matian produk kebanggaannya. Terkadang ada yang berdebat penuh rasional masuk akal dan nalar, namun juga tak jarang asal serang yang penting menang,ngompor adalah menjadi suatu keasyikan tersendiri bagi aliran ini. Ini tentu menjadi warna tersendiri bagi kehidupan komparasi di negeri kita tercinta ini. Lantas bagaimana dengan brader-brader yang kurang suka ngompor? Wehehehe ya mohon maklum adanya, terkadang kita perlu sedikit menahan untuk sebuah kearifan. Berbagai macam orang,berbagai macam latar belakang dan berbagaimacam pola pemikiran. Monggo berdebat, karena itu mencerdasakan, tapi tentunya tak ada dendam dan utamakanlah keselamatan, dalam artian keselamatan harga diri dan kehromatan kita, tak menghargai orang lain berarti tak menjaga keselamatan harga diri kita.

Advertisements
%d bloggers like this: