Hero Bikin Motor Murah Di India, 8 Juta COy, Indonesia Kapan Ya?

Setelah kemarin James Bons memaparkan sebuah usaha Malaysia untuk berkompestisi di otomotif kelas dunia, kini mari kita simak perjuangan India untuk menasionalisasi pabrikan otomotif Hero dengan berpisah dari Honda dan memajukan dunia otomotif mereka. Satu hal yang mencolok dirasakan Biker India dan tentunya Indonesia adalah mahalnya motor Jepang. Bajaj dan TVS betul-betul berusaha mewujudkan impian rakyat Indi untuk tersedianya motor murah namun bukan murahan, hingga kita ketahi sekarang harga Pulsar memang menggiurkan, bayangkan P 22o yang segitu mantebnya hanya berharga 18,6 juta. Pabrikan Jepang mana yang sanggup? Kini Hero Juga berusaha mewujudkan ambisi motor murah tersebut Hero siapkan Motor Murah dengan bandroll Rp 8 Jutaan di India.

Pasca bubarnya kerja sama antara pabrikan otomotif lokal India, Hero dengan Honda membuat Hero harus memutar otak untuk membuat produk yang kompetitif. Beberapa konsep model baru memang pernah diutarakan oleh Hero walau sampai saat ini belum ada kepastian mana yang akan jadi produk andalan. Awalnya Hero pernah bermimpi akan membuat sepeda motor bermesin diesel. Kini, Hero malah memiliki kemungkinan besar untuk kembali serius di segmen pasar sepeda motor murah, yakni merancang Nano bike yang disiapkan Hero yang kemungkinan akan dijual diangka 40 ribu Rupee atau sekitar Rp 7,8 jutaan dan akan ditujukan untuk konsumen di pedesaan. Rencana ini pun pastinya akan langsung bersaing dengan planning Bajaj Auto dan TVS yang juga berencana bikin motor murah Rp 8 jutaan.

Ya sebuah usaha yang patut dicontoh oleh Indonesia demi mewujudkan motor murah bagi masyarakatnya, sebagaimana dilakukan Cina dan Malaysia. mmmmm nampaknya pelajaran sejarah yang katanya kita dijajah Jepang 3,5 tahun hanya isapan jempol elaka, hingga kini otomotif kita belumlah merdeka.

Advertisements

23 Comments

  1. Susah gan, dukungan pemerintah, kebijakan kredit perbankan (diluar bisa dapet bunga 6%, disini 24% paling bisa turun mpe 14%) kesiapan infastruktur dll kita mang kalah telak.

    seperti contoh yg dulu-dulu, biaya hidup indonesia itu tinggi, disini kuliah S@ satu smester 9 juta utk PTN yg hanya masuk 600 besar dunia, di India 7 juta sd lulus utk PTN yg masuk 100 besar dunia (bungalor university 30 besar). di bangkok ayam goreng cuma 9rb, itu di restoran lah disini, pinggir jalan dah 11 rb. padahal pendapatan perkapitanya tinggian sana,

    kita itu high cost economy, walopun umpah buruh rendah.

  2. liat deh satpol pp, fungsinya utk menertibkan pasar dll, dr pedagang kaki lima, yg terjadi tiap pagi mereka malah minta setoran, kl ada razia baru ditertibkan. kesimpulannya, buang-buang uang gaji mereka.

  3. di india sumber daya melimpah dan regulasi pemerintah sangat mendukung. . .

    mantap. . . .
    masuk sini gak mbah? :mrgreen:

    keep brotherhood,

    salam,

  4. inti permasalahan disini bukan pada model yg kusam n g enak..
    tapi india mau maju dengan membuat motor produksi
    lokal dengan harga yg murah tapi kualitas bagus, yang bisa mereka
    banggakan
    emang di indonesia ada yg kek gitu?
    yg ada malah bangga2in produk luar kan, ampe fanatik lagi..
    lupa mereka warga negara mana…
    berharap pemerintah mulai memperhatikan industri otomotif
    produksi nasional lagi…

Leave a Reply