Homosek Kapak Merah

Brader sekalian, kondisi ekonomi yang bisa dibilang membaik dan bisa dibilang tak menentu tergantung dari sisi mana kita memandang. Bila kita pandang sebagai kondisi membaik ya tentu itu benar, karena belakangan ini motor sudah bukan barang mahal lagi, kalangan bawah mulai tukang sayur, pemulung, hingga petani miskin-pun sudah bisa memiliki motor. Bila kita pandang dari sudut lain ya monggo saja untuk mengatakan tak menentu, karena secara real bisa kita lihat yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah klimis, alias keliatan miskin.

James Bons Juga Homosek Kapak Merah lo, ne Astrea Star edisi 91

Ya dalam kondisi inilah muncul sekelompok masyarakat yang kita sebut Homosek Kapak Merah, yaitu Hobi Motor Seken Kantong Cepak Demen yang Murah. Pilihan ini begitu real sesuai sikon, dimana mereka tak terjerat dalam permainan kredit yang tak jarang justru makin mencekik. Beberpa motor primadona menjadi pilihan bagi kaum Homosek Kapak Merah ini, taruhlah Kawasaki Kaze, Blits, Honda Legenda, Prima, Star, Suzuki Smash, dan sebagainya yang bisa diboyong dengan harga antara 1,5-2 juta Rupiah saja.
Murah, real dan jauh dari pembodohan ekonomi. Bayangkan bila semua rakyat miskin terjerat dalam utang kredit motor yang semakin hari semakin gampang untuk mengajukannya. Ancaman kredit macet yang berimbas pada penarikan motor oleh para dealer setidaknya bisa terhindar bagi kalangan yang tak mengenal gengsi ini. Himpitan ekonomi bisa diatasi dengan lebih arif.
Salam Homosek kapak Merah!

Advertisements

29 Comments

  1. jadi kangen sama impressa ’97ku yg dulu…., JKT-WNG cukup dengan 10liter premium saja (wkt itu premium masih rp2500)

    cuma yaa itu.., top speed 70kpj doang…

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan