Testimoni Motorids India Tentang CBR 250

Setelah kemarin James Bons tampilkan testimoni BSM, kini coba kita simak apa kata Motorids  yang juga dari tester cayya-cayya ini. Kata mereka nih mongtor terliha mangstabf dan besar, khususnya bagian depan, sementara dari belakang nampak sayap depan begitu lebar, namun dari samping nampak lebih kecil daripada Pulsar 220. Kata sang tester:
“Saya baru saja pulang mrawanin nih mongtor, dan suaranya tuh ngangenin, ya seperti biasanya itu lo sura merdu mesin Honda. Ya gitulah saat sebalum test seperti biasa pertama harus perlihatkan SIM dulu, kemudian dikasih kunci, langsung star bruummmm, yee suaranya tu lo noisnya bisa terredam ya sebetulnya hampir kayak ngorok gitu lah, namun nais gan!”

Pertama ketika showroom merepresentasikan motor ini ya tentu semua yang bagus-bagus disebutkan, ya tentunya selain sura “ngorok” itu, namun meski gitu mesinnya suer deh oke, mirip R 15. Ketika mongtor sudah jalan kagak ada nois-noisnya yang bisa menggangu konsentrasi berkendara anda. Ketika di kecepatan 80 km/h ngoroknya mesin ternyata tak menyebabkan getaran baik pada tangan maupun kaki. Manteb tenan, nyaman ditangan maupun di kaki. Body plastiknya nggak bakalan ikut bergetar apalagi sampai menimbulkan bunyi berdecit, fokoke kagak denger apa-apa keculai suara mesin. Mongtor ini memang beda coy, nggak seperti si ZMA (mbuh mongtor apa itu)  yang ketika lari 40 km/h rasanya sudah kayak lari 80 km/h, ya inilah tanda istimewanya si cibier ini.

Ketika menaiki bukit monggtor dengan 6 gigi ini juga ternyata bekerja maksimal, tak ada rasa los power di semua gigi, dan sedikit mengherankan ketika di gigi 6 kecepatan 60-80 km/h terasa enak dan tidak ndut-ndutan. Sementara itu rem ABS nya sungguh smoot, tak ada ceritanya ban bisa goyang dombret kiri kanan atau sliding ketika ngerim, weh sangat mengagumkan. Kalau dibandingkan dengan R15 atau P220 mah jauh beda men kayak mbok nom vs mbok wek aja.

Riding position dia bilang terus terang memang tak terlalu comfortable, dipertimbangkan dari sisi model touring. Meski lebih enak ketimbang R 15 namun masih kalah manteb dari P 220. Tempat duduknya nampak tegak kurang nyaman sehingga ketika riding pantat terasa selalu terdorong ke depan dari tempat duduk semula.

Sementara itu bagian suspensi terutama belakang terasa kaku, namun ini boleh jadi karena belum disetel sesuai bobot pengendara sehingga belum mendapatakan hasil yang maksimal. Kemudain bagian perpindahan gigi, wowo empuk rek uenak tenan nampaknya memang berkualitas iki, ditambah lagi klaksonnya juga smooth kunceng.

Secara umum si bro tester ini menilai bahwa nih mongtor mayan mangstabf, kualitas bagus, mesing muanteb, cietnya juga oke punya. Namun ya sebetulnya kurang nyaman untuk sport touring, atau boleh jadi karena penyetelannya di beberapa bagian kurang pas, sehingga tak sesuai dengan kebiasaan para biker yang sering menggunakan R 15 atau Apache atau motor India yang lain. Dan akhirnya si tester bilang meskiada beberapa kekurangan tapi tetep saja nih mongtor amat sangat menarik dan bila punya uang die bakal boyong nih mongtor ke garasi rumah.

Advertisements
Advertisements

23 Comments

  1. ZMR kali pak bons?
    karisma ZMR motor buatan hero honda 220cc saingannya pulsar 220 tp dah gull fairing.

  2. lebarnya amit2 ne motor, ninja aj gw dl mikir terlalu gemuk, eh malah cbr lbh gembrot lg fairing depanya ky montor 600cc aj

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin