Kelihaian Bajaj Dalam Memelihara Produk Sendiri Diantara DUke dan Ninja

KTM-200-Duke
KTM-200-Duke

aBrader sekalian, Bajaj lahir dari turunan tehnologi kawasaki. Banyak hal diadopsi Bajaj dari Kawasaki. Setelah cukup ilmu Bajaj membuat motor sendiri sejak 11 tahun lalu. Lalu sekarang bajaj juga berkolaborasi dengan KTM untuk menjual Duke, selain menjual Duke Bajaj juga membuat produk sendiri semacem Duke dengan label Bajaj.

Sementara di tengah kesibukan bajaj memproduksi motor sendiri, Bajaj masih sempat merakit Ninja di pabriknya untuk dijual dengan brand Kawasaki, juga menyempatkan diri membuat kolaborasi menelorkan DUke 200. Tentu sebuah trik yang tak mudah, mengingat membuat Duke 200 agar tak bersaing dengan P 200 atau P 220, membuat P 350 agar tak bersaing dengan Ninja 250, tentu sebuah strategi yang layak untuk ditiru bangsa ini bagaimana bisa berkolaborasi dengan bangsa lain namun sekaligus bisa membesarkan bangsa sendiri.

Kapan indonesia bisa begitu yah!!!!! Hanya menjadi serbuan untuk jadi konsumen, bukan produsen

Advertisements
Advertisements

17 Comments

  1. yaa
    harusnya indonesia dah bisa bikin motor,,
    kan sebenernya kaya honda n yamaha kandungan lokalnya dah >80%
    harusnya kita bisa,,apalagi kalau masyarakatnya mau mendukungya,,gimana.???
    ya dengan beli produk dalam negri lah CMIIW

  2. Yah telat. .
    Keduax. .
    Mslh nya msrkt krg mendkg scara lgsg tntg produk lokal, lebh bnyk mencemooh thdp produk bru yg lgsg di teliti kekurangan na. .
    Xixi

  3. mgkin petinggi kita yg di emong pabrikan jepun supaya ga bikin motor nasional. Slma petinggi kita mau memajukan bangsa sndiri ga memajukan diri sendiri pasti udh ada konsep motor nasional seperti bajaj

  4. Menurut ane lebih baik kita pake merk luar asal diproduksi disini dgn komponen2 lokal daripada pake merk lokal tp aslinya cuma produk luar yg ganti label doank.

    *sambil ngeliik mobil TIM*R

  5. @exyband
    Brand lokal pada mobil luar (tim*r) adalah upaya alih teknologi om. Tidak mungkin kita tiba-tiba mampu memproduksi mobil tanpa adanya proses dan study dalam sebuah kolaborasi.
    Coba om bayangkan jika proyek Tim*r di lanjutkan (asumsi di kelola sehat), mungkin saat ini sudah bisa 100% lokal. Bandingkan dengan kondisi saat ini kandungan lokal sudah diatas 80% namun kita harus bayar royalti ke pemegang merk.
    mengapa langkah Tim*r efektif? karena saya tidak yakin kita mampu bermanuver seperti Hero Motor dalam membentuk Brand lokal!

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin