Mengatasi Fitur Operpret, Bangsa ini Harus Bisa Bikin Mongtor Sendiri | Bonsaibiker

Mengatasi Fitur Operpret, Bangsa ini Harus Bisa Bikin Mongtor Sendiri

New-Yamaha-R15-Version-2.0-3

New-Yamaha-R15-Version-2.0-3

Brader sekalian, belakangan ini banyak menyeruak kritik bahwa motor-motor Jepun selalu menggunakan fitur operrett aka over price. Kritik ini semakin menyeruak ketika motor-motor Indoia datang denan kualitas bagus namun harganya murah. Bandingkan P 220 yang kemampuannya diatas TIger 200 namun harganya terpaut 7 juta dibawah TIger. Kasus yang betul-betul banyak dikritik belakangan adalah ketika Honda membanderoll CBR 150 denan harga 33 juta jauh dari prediksi awal sekaligus expekstasi publik yang 29 jutaan.
Memang sih ketika kita mempunyai motor Jepun semisal Honda, dan kita mampu membeli motor tersebut, boleh jadi kita agak tersinggung bila motor yang kita beli dibilang operpreeet. Boleh jadi pula kita akan marah-marah dan komentar nggak karuan bila kita bekerja misalkan sebagai sales produk tertentu dari Jepun, dan produk yang kita jual dibilang operpreeet. Atau bahkan ketika kita punya dealer dan jualan motor Jepun lalu dibilang menggunakan fitur operpreeet, yakin pula hati kita akan gondok.

Namun berbicara untung, tentu yang untung dari fitur operpreet adalah yang punya brand dan segelintir orang yang bekerja pada brand tersebut atau yang menjual  motor dengan merek tersebut. Lain halnya bila kita punya merek sendiri yang aseli Indonesia dan tidak memakai fitur operpreeet, maka sales akan untung, para empunya dealer akan untung, dan para konsumen juga untung, seluruh komponen bangsa bisa untung. Lalu untuk mengatasi fitur yang menjadi firus operpreeet ini satu-satunya cara yang efektif adalah dengan membuat motor sendiri dari hasil karya bangsa sendi tanpa fitur oper preeeeeeeeeeeeeeeeet.

Sedikit belajar dengan bangsa India, tetap saja Ninja 250 muahal disana karena didatangkan dari Thailand meski kabarnya pajak disana murah, namun sejatinya yang membuat motor India murah bukanlah pajak yang murah, namun adalah kemampuan India membuat motor dengan kualitas bagus dan harga murah, sehingga para penjajah macam Jepun bila mau jualan motor, mau-tak mau harus menanggalkan fitur oper preeeeeeeeeeeeeeet.
SEkedar pertanyaan, bagaimana dengan Happy, Kalisar, Diablo? Apakah Punya Indonesia dan Karya Indonesia?
Kapan kita bebas dari pitur operpreeeeeeeeeeeet? Monggo kemukakan uneg-ung anda!

Advertisements
%d bloggers like this: