Pulsar : Motor Harus Baru Yang Lama Buang, Honda: Motor Harus Awet Meski Jadul

Sentilan ini adalah dikeluarkan oleh seorang komentator diwarung bonsai ini. Ya meski hanya sentilan namun nampaknya perlu dipikirkan. Adalah Pulsar yang selalu bikin motor baru setiap kia-kira setengah tahun padahal tergolong pabrikan kecil dibanding Jepun, bayangkan mulasi serius di Indonesia sejak 2007 dengan P 180 meski sebelumnya sudah ada P 150 namun lum terhitung serius, versi Jmes Bons ya, kekekek. Liat aja baru 4 tahun udah sekian banyak, mulai P 180 lalu xcd 125 lalu P 130, mbrojol lago P 200, kini P 220, dan sekarang DUke 200 serta P 200 NS.

Apa sih kelemahan Pulsar, sejauh ini yang tenar adalah packing atau sil oli gampang mrembes karena disinyalir kualitas karet kurang bagus. Nah lain itu toh juga belum ada yang bilang Pulsar motornya overhead dijalan layaknya mocin!!! Bukan mau mengatakan pulsar jelek, James BOns yakin bagus, namun beberapa Pulsar jadi “ALAY” wakaka yang suka nongkrong kata OM BENNY THE GREAT adalah ALAY, hehe si Pulsar ini naongkrong dibengkel dan gak pulang-pulang gara-gara partnya tidak tersedia, itulah permasalahannya. Sejauh ini memang ketersediaan part si Pulsar masih sangat minim, bayangkan di Jakarta aja kadang masih ngantri gimana di kota kecil! Sehingga wajarlah kalau seorang komentator mengatakan Pulsar lama buang aja daripada mumet mikir part, beli aja pulsar baru toh ada yang lebih keren, murah legi! Hehehe no offense.

Mas bro sekalian kalau kita mikir sebagai konumen tentu yang kita ungkapkan pasti seperti di atas, namun kalau kita mikir layaknya produsen, yee pastilah ada dalam benak produsen rencana mengembangkan 3S. Namun ya harap maklum wong dana BAI yang notabenenya pabrikan kecil dibanding para Jepun, pastilah mengharpakan untung, kalau dialokasikan 3S semua terusa siapa yang mau bayar karyawan, wekekekek husnuzon aja. Yakinlah lama-lama juga berkembang.

Nah lalu motor Honda!!!? Hahaha Astrea Grand jadul aja masih enak dinaiki James Bons dari Jakarta ke Cirebon, mesti ada modal nekatnya dikit wekekeke. Tiger yang sejak tahun 93 hingga kini masih manteng aja di Show room. Dengan kata lain Honda seperti lamaa untuk mngeluarkan motor barunya terutama motor Sportnya. Liha saja Matik, harus Yamaha dulu baru Honda Ikuta, Kalau nggak gara-gara Jupiter MX mungkin Supra X nggak bakal bermutasi seperti sekarang. Lalu kalau nggak ada Ninja 250 mungkin CBR 250 nggak bakal ada, demikian karena V-ixion Honda hendak melepas Trelis 150 meski nanti juga harus berjibaku dengan P 200NS.

Begitulah kira-kira maksud sentilan di atas, strategi pabrikan pasti lain-lain siapa yang tahuuuuuu! Kalaupun punya pendapat baik setuju atau tidak ataupun mau mencibir sekalipun monggo saja ini warung merdeka, bebas berwacana yang penting sambil ketawa wakakakaka!

Advertisements
Advertisements

28 Comments

  1. Lah koq dibuang..????
    Rata2 di pelihara lama tuh. Kan jadi motor hoby.. susah sparepart.. 😀
    Trus banyakan milih beli pelihara ampe rusak. soalnya harga jual jatoh.. 😀
    Makanya awet, ga setahun pindah tangan kyk gonta ganti striping eh HP.. 😀

  2. lha ya itu pak bons, bajaj mengedukasi konsumen agar tidak memikirkan resale value, jadi adanya beli motor baru teruss yg lama dikoleksi

  3. Hmmm…
    sebagai penyemplak produk bajaj ane cukup tau kekurangan dan kelebihannya…

    klo dari kualitas body, harus diakui produk bajaj lebih dibanding jepang…

    klo dari mesin kayaknya banyak yg harus dibenahi terutama dr sisi durabilitasnya.

    terus terang aja pibo ug3 ane yg secara spek pabrikan bisa ngelurin tenaga 16,x hp tp ane gak bisa ngerasain power yg segitu gede…, malah menurut ane dibanding nmp dan vixion aja msh lebih resonsif nmp dan vixion yg cuma 14-an hp…

  4. Dan setahu saya semua ATPM tidak jualan motor bekas dan hanya jualan motor baru, jadi kalau konsumen tidak mikir resale value (artinya beli motor ya untuk dipakai bukan untuk dijual lagi), ya jelas ATPM yang untung, karena orang selalu beli motor baru buka motor bekas. Dan efeknya tidak ada lagi rondo2 yg menawarkan diri di pos kota, adanya poligami atau cerai mati…he he he (sambil ketawa karena syaratnya itu)

    • betul klo enga mikirin resale value ATPM untung, cuma klo user mikirin resale value ATPM LEBIH untung lagi, karena kesempatan untuk niup bubble harga untuk “menjaga” resale valuenya..
      Sedikit melenceng ke pelajaran ekonomi amrik tumbang karena bubble harga rumahnya, klo indo ? surganya bubble ya siap2 aja 😆

  5. saranku yang hoby numpak tok dan pasrah sama bengkel silahkan ambil merk yang sudah sejuta umat biarpun dengan harga mahal ……biar mahal asal tetap jago di motogp..kwk..kwk…nasib di mental yang kadung di jajah…

    • Speedo di pulsar 98kpj = speedo di tiger 118kpj (speedometer tiger harus didiskon 17% dulu).
      130kpj di tiger = 130*0.83=108kpj

  6. WAH SEGITUNYA……:D
    kalo belinya pake daun sih bisa aja,tapi ini duit asli segepok,btw info ditempatku Tiger Dhl/Shl sudah RP26.300.000 no subsidi apalagi cashback

  7. Kalau saya malah bersyukur kalau motor itu lifetimenya panjang. Sehari-hari pakai astrea supra tahun 97. Sudah 15 tahun tapi sparepart masih tersedia, mulai dari ori sampai KW 100.

    Lah ini pulsar, tiap tahun ganti model. Ealah model yang lama malah didiscontinued. Emang kita tiap tahun ganti motor apa?

  8. sangat2 jelas klo lu2 pade type org bayaran.., yang jelas hanya image yg terlanjur sudah melekat + latah, disuruh miring ke kiri/kanan manut.. fair dikit, biarkan konsumen yang menilai .. ga usah disuruh miring kanan/kiri ..

  9. FYI om, P180 dan P220 itu masih terus diproduksi loh sampe sekarang. hanya saja memang tidak dimasukkan ke Indonesia kecuali lewat BAI.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin