Berbagai Perkembangan Pasca Drama Penolakan FPI di Kalteng | Bonsaibiker

Berbagai Perkembangan Pasca Drama Penolakan FPI di Kalteng

Brader sekalian, Bonsai Biker adalah hanya blog otomotif yang banyak menyajikan informasi tentang otomotif, namun sebagai manusia sosial yang tak menganut mazhab individualis dengan mengutamakan adat ketimuran, ada baiknya kita merespon settiap kejadian yang berlangsung. Salah satunya adalah peristiwa yang ramai mengundang perhatian publik belakangan ini, yakni tentang penolakan FPI di Kalteng. Ya sebagai warga negara Indonesia kita tetap menghargai setiap aspirasi dan perbedaan, demikian pula sebagai umat Islam tentu kita mengedepankan sikap menghagari perbedaan berpendapat.

fpi

fpi

Lima Pernyataan Sikap Terhadap Penolakan FPI

Ya buntut aksi penolakan itu ternyata lumayan panjang, satu sisi tetap masih banyak yang mendukung FPI dan ada juga yang ngotot menolak FPI. Nah pada hari Senin kemarin, 13 Pebruari 2012, bertempat di Aula Jayang Tingang, dari hasil rapat pimpinan agama, pimpinan organisasi masyarakat (Ormas), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalteng, ditetapkan lima pernyataan terhadap penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

  • Pertama, semua pimpinan agama, pimpinan Ormas dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah, menyatakan bahwa penolakan pelantikan FBI tersebut tidak ada kaitannya dengan agama dan suku.
  • Kedua, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan semua pihak wajib bersama-sama menjaga kebersamaan dan ketentraman serta kerukunan umat beragama dan memelihara tri kerukunan umat Beragama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Ketiga, sepakat menyatakan masalah tersebut telah selesai dan semua pihak siap untuk kembali menciptakan kondisi Kalteng yang rukun dan damai.
  • Keempat, hindari upaya adu domba dalam masyarakat dan tindak tegas pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • Kelima, tingkatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat huma betang di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila Kalteng.

Sementara itu mendagri ternyata berwacana lain, pak mentri ini akan mengkaji ulang wacana pembubaran FPI, “Dalam UU kan sudah disebutkan kalau melakukan tindakan anarki dapat dilakukan teguran keras, pembekuan, sampai pada pembubaran. FPI kan sudah yang kedua kali, setelah yang di Monas, terus yang di kantor kami (Depdagri, Red). Jadi kami sedang lakukan kajian, kalau memang ada bukti-bukti yang kuat, tentu akan kami ambil langkah-langkah,”

sumber: beritasatu.com.

Advertisements
%d bloggers like this: