Kalau Kayak Gini Siapa Yang Teroris Coba! | Bonsaibiker

Kalau Kayak Gini Siapa Yang Teroris Coba!

Berat memang negara Timur Tengah dan sekitarnya yang tiap hari dilanda perang saudara, dan parahnya banyak yang numpang ikut nimbrung perang demi sebuah kepentingan. Ya, setidaknya inilah yang dialami Afganistan, negeri yang dicap sarang teroris, namun sesungguhnya sedang dijajah oleh teroris yang mengatasnamakan perdamaian. Sumber MSN melansir bahwa pasukan koalisi North Atlantic Treaty Organisation (NATO) yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengakui memang menewaskan anak-anak Afghanistan dalam serangan udara pekan lalu.

Pengakuan ini begitu meluncur tanpa berdosa setelah Presiden Afghanistan mengecam insiden ini. Ya, serangan yang terjadi pada 8 Februari lalu, dimana juru bicara ISAF Brigadir Jenderal Carsten Jacobson mengatakan bahwa ada sebuah penyelidikan dilakukan terhadap pasukan yang mengejak sekelompok pria dan menunjukan perilaku mencurigakan,”Kelompok pria itu kemudian diburu oleh pesawat (ISAF) dan melancarkan serangan atas arahan pasukan di darat. Saat serangan terjadi, beberapa anak-anak Afghanistan turut menjadi korban.” Kontan saja serangan ini menyebabkan beberapa anak-anak kecil turut menjadi korban akibat kecerobohan yang dilakukan oleh pasukan keamanan NATO (ISAF).

Pihak Afghanistan menolak anggapan bahwa sekelompok pria itu menunjukan perilaku yang mengancam. Anggota Parlemen Afghanistan dari wilayah Kapisa Mohammad Tahir Safi mengaku mendapatkan bukti percakapan antara kepala intelijen Afghanistan di wilayah setempat dengan seorang Kolonel asal Prancis. Kepala intelijen itu kemudian memastikan bahwa wilayah yang terkena serangan udara ISAF itu, sama sekali tidak berbahaya. Safi menambahkan, pasukan Prancis kemudian menggerebek rumah dari dua orang mantan anggota militan dan mereka hanya menemukan satu mortar dan satu senjata api dan beberapa amunisi.

“Sekira 600 meter dari desa yang dibom, anak-anak berkumpul untuk membuat api unggun dan tiba-tiba saja sebuah pesawat menjatuhkan bom pertama dan diikuti oleh bom kedua,” ungkap Safi. Menurut keterangan Safi, total ada delapan korban tewas dalam penyerangan tersebut. Anak-anak yang tewas berusia sekira enam hingga 14 tahun. Sementara Brigjen Jacobson mengakui kematian warga yang tidak bersalah ini adalah sebuah tragedi. Tetapi dirinya bersikeras bahwa pihaknya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi, lha kepriben seh si Brigjen sampek nggak tahu. Nah kalu gini siapa yang teroris coba, anak kecil dibantai!

Advertisements
%d bloggers like this: