Perang Kata Stoner vs Rossi Kian Meruncing | Bonsaibiker

Perang Kata Stoner vs Rossi Kian Meruncing

Inilah bmbu motoGP yang menghiasi pertarungan datas aspal, sungguh pertarungan diatas kertas ternyata tak kalah seru. Setelah beberapa kali bahkan sering kali terlibat perang kata antara Rossi vs Stoner, demikan juga dukungan pabrikan honda dalam mengelurkan data fakta perolehan poin antara Rossi vs Stoner beberapa waktu lali yang membuat gerah kubu Rossi, kini Stoner melontarkan kritikan bahwa Rossi kebingungan di Ducati. Stoner kian pede terutama setelah mendominasi tes pramusim, ia akan menggunakan kritikan Valentino Rossi sebagai motivasi untuk mempertahankan titel juara dunianya.

rossi

rossi

Seperti dilansir MSN Saat masih membalap bagi Yamaha, juara dunia tujuh kali, Valentino Rossi sempat mengkritik Stoner yang ketika itu masih menunggangi Ducati dengan mengatakan bahwa pembalap Australia tersebut tidak berusaha cukup keras untuk memacu motor Ducatinya. Kepala mekanik Rossi, Jerry Burgess menambahkan dengan mengatakan dirinya bisa memperbaiki masalah Desmosedici saat itu, yakni handling-nya hanya dalam waktu 80 detik saja.

Sekarang kritik ini malah berbalik menyerang Rossi dan Burgess sendiri karena sepanjang tahun kemarin Burgess kesulitan meningkatkan performa Ducati dan Rossi bahkan kesusahan meraih podium sekalipun. Stoner pun menyatakan bahwa gelar juaranya bersama Honda pada 2011 kemarin terasa lebih manis melihat betapa kesulitannya Rossi bersama Ducati. Apalagi Stoner masih jadi satu-satunya pembalap yang mampu membuat performa pabrikan asal Italia itu maksimal saat menjadi juara bersama Ducati pada 2007 silam.

Berikut beberapa statmen Stoner dari MSN:

  • “Ternyata mereka 10 kali lebih bingung dibanding kami soal tujuan mana yang hendak dipilih. Semua yang Valentino katakan bahwa saya tidak berusaha cukup keras sebenarnya bukanlah hal yang baru,” ujar Stoner.
  • “Pada satu titik Ducati memiliki motor terbaik di grid dan saya memiliki ban terbaik dan banyak hal lainnya. Pembicaraan terus mengikuti saya dan mengganggu saya selama di Ducati hingga Valentino mencoba motor tersebut dan tidak ada perbedaan yang terjadi juga saat Melandri atau Nicky mencoba motor tersebut,” urai Stoner.
  • “Dia mengeluh soal bahunya di awal musim tapi dia mencatat waktu terbaiknya ketika bahu dia tengah cedera. Begitu cedera bahunya malah memburuk hingga akhir musim alasan ini mereka gunakan. Mereka seharusnya mulai mengakui bahwa mereka tidak tahu tujuan yang hendak dipilih,” pungkas pembalap berusia 26 tahun tersebut.

%d bloggers like this: