Sekilas Tentang Rondo Corolla Lift Back | Bonsaibiker

Sekilas Tentang Rondo Corolla Lift Back

Sebuah artikel requet dari bro Riyan tentang Toyota Corolla Lift Back. Yup sebelumnya sedikit ulasan bahwa si Corolla Lift Back ini adalah termasuk corolla Generasi Keenam (1988-1992) Di Indonesia, model Corolla ini dikenal dengan nama Corolla Twincam, meskipun ada yang 1300 cc bermesin single cam (SOHC) dan ada yang 1600.
Tersedia 4 tipe yang resmi dipasarkan oleh Toyota Astra Motor:
1.3 SE sedan, mesin 2E (72 hp @ 6000 rpm)
1.6 SE Limited sedan, mesin 4A-F (94 hp @ 6000 rpm, 12,9 kgm @ 4000 rpm)
1.6 GTi sedan, mesin 4A-GE (140 hp @ 7200 rpm; 15 kgm @ 6000 rpm)
1.6 Liftback 5-door, mesin 4A-F (94 hp @ 6000 rpm, 12.9 kgm @ 4000 rpm)

Type Lift Bcak memang tak selaris dan setenar si Twin cam , makanya wajar kalau ternyata tak banyak yang paham dengan sedan tanpa buntut ini, meski masih satu keluarga dengan Twincam dan GTi. Pada era ’90-an dimanasi Twin cam merajalela, varian ini memang tergolong langka karena populasinya kalah dibanding Twincam atau GTi. Bisa dibilang belum diterima masyarakat luas pada waktu itu. Bahkan Kalaupun terlihat beredar, kebanyakan dipakai ibu-ibu atau mahasiswi. Bentuknya memang nyeleneh alias enggak lazim. Namun keunikan desain liftback khas Toyota yang full kaca pada bagian buritan ini, justru menjadikannya dream car back to 90’s.

Ya, seperti dipaparkan di atas bahwa mesin mobil ini menggunakan twin cam 4A-F 1.600cc yang tentunya bisa diandalkan buat harian dengan konsumsi 12 km per liter premium, mayan irit gan. Tentunya plus minusnya yaknilah mirip dengan Twincam pada umumnya seperti artikel lalu.

Sementara itu pasaran si Lift back ini memang tak pernah ada angka patokan yang pasti. Maklum saja, populasinya juga sedikit. Tetapi rentangnya sekitar Rp 35-40 juta untuk produksi 1988-1992. Bahkan di kaskus yang tahun 92 ada yang ditaarkan 45 juta. Sementara itu di Pos Kota mm jarang sekali ada iklan mobil ini karena saking jarangnya. Atau bahkan disinyalir orang menyamakannya degan Twin Cam.

Nah bagaimana mencai spare part, sebetulnya di Indonesia juga banyak, namun bila masih kurang ada saran untuk belanja di Malaysia. Benar saja, di negeri Jiran masih banyak parts body berserakan di junk yard. Bahkan aksesori bodi orisinal seperti gril atau lampu utama (headlamp) masih tersedia versi anyar. Sumber; Otomotif, wikipedia, dll. Monggo kalau ada yang kurang ditabmah kalau salah direvisi!

%d bloggers like this: