Pengalaman Riding Jakarta-Madiun Menggunakan Motor Jebot GL Pro 84

Brader sekalian ,riding jarak jauh memang menjadi hobi bagi James Bons, ya setidaknya bisa bersentuhan langsung dengan angin malam bisa menghilangkan stres dan kepenatan kerja. Tak terhitung sudah berapa KM James Bons lahap dengan touring, yang jelas mulai dari ujung timur jawa apek ujung barat jawa hampir semua kota beserta gang-gang sempitnya sudah James Bons rambah. Yup kali ini adalah sekelumit pengalaman riding menggunakan motor Jebot Honda GL PRo lansiran 1984.

Riding start dari Jakarta jam 10 malam berduaan dengan abang Mansur tercinta kakak kandung James Bons dengan rute Jkt-Cikampek-Cirebon-pekalongan-Semarang-Purwodadi-lalu belok ke selatan arah Madiun. Sekedar share bahwa riding ini temanya “mblakrak ” tak terikat waktu dan target, mau jalan ya jalan, kalu capek ya tidur meskipun itu di emperan toko atau di bawah pohon rindang atau ditengah hutan. Sebagai pertimbangan riding ketika keluar Jakarta yang paling efektif adalah waktu malam, karena kalau pagi siang atau sore wee muacet gan, Jakarta Cikampek bisa 3-4 jam, nah kalau malam cukup 2 jam riding pelan-pelan saja.

Berhubung menggunakan motor tua bangaka maka wajar riding kali ini penuh dengan masalah pada mongtor. Masalah pertama adalah lampu mati ketika sampai di Bekasi-Cikarang dipinggiran Kalimalang, weheheh gelap gulita dan sepii gan. Akhirnya riding tetep jalaan terus dibawah temarambulan yang cuman separuh alias bukan purnama. Nah sesampai di Pom Bensin daerah Cikarang baru bisa benerin kelistrikan, kemudian lanjut perjalanan.

Malam terus berjalan, sementara kota-demi kotapun kami lahap mulai dari Cikampek-Cirebon-Tegal-Pekalongan. Ternyata tak terasa jam sudah menunjukkan jam 3 pagi dan kami sedang asiknya menikmati kelokan jalan mulus naik turun di alas Roban Batang, mungkin deket rumah Yudi Batang, hehehe. Karena capek dan sambil menunggu subuh, maka kamipun berhenti di pinggir jalan untuk istirahat, lalu membuat api unggun dari kayu kering di hutan alas Roban. Weeeh betul-betul sepi memang dari jam 3-subuh, jarang sekali ada kendaraan lewat, sesekali ada polisi lewat dan bertanya, ya kami jawab aja ‘istirahat’. Mungkin dalam benak pak pulisi kurang lazim ya beristirahat malah cari di daerah sepi diinggir hutan pula. Tapi disitulah letak kepuasan James Bons bisa menikmati suasan sepi, sunyi, jauh dari hiruk pikuk kota yang penat. Hantu, owww, nampaknya hantupun juga sungkan mengganggu kenikmatan hati James Bons terhadap alam yang sepi itu, heheheh, habis gak pernah ketemu jeh. Bebrapa saat kemudian azan subuh kedengaran dari kejauhan, wah langsung kami berdua turun ke sungai ‘ngising bersama’ lalu wudlu untuk kemudian sholat Subuh. Selepas subuh kami berbaring dirumput liar tidur sampek jam 8 pagi.

Kamipun lanjutkan perjalanan, baru berapa kilo kami jumpai lampu merah, sebagai pengguna jalan yang baik kamipun berhenti, disamping kami ada Espas yang sedang berhenti pula, tiba-tiba bruaak, ah sebuah truk teronton menbarak dari belakang. Rupanya si Sopir ngantuk dan tak melihat ada lampu merah serta Espas dan kami yang sedang berhenti. Untungnya kami berada disamping Espas karena memang panjangan si Espass sehingga si Truk menabrak Espas dulu ampek remuk bagian belakanganya baru nabark kami, jadi hanya spatbor belakang aja yang jadi geal geol karena ditabrak tadi.

Perjalanan kami lanjutkan menelusuri Semarang-Kudus-Purwodadi. Mmm jalan Kudus-Purwodadi ancoeeer gan,betul-betul ancoer beebrapa puluh km,nah disinilah si GL PRo Butu ini diuji. Beberapa kali kami harus berhenti mengontrol motor, wekek maklum dah tua. Mantebnya Shock GL Pro ini empuk gan jadi pantat gak terasa sakit.

Singkat kata sinkgat cerita, weeh puanjang, kami lanjut perjalanan ampek Madiun dari purwodadi lewat sragen-ngawi-Madiun. Sampek madiun dah larut malem lageee, langsung ngopi di warung kopi Sleko, Madiun dan ketidudran ampek pagi wehehehe, merdeka tenan ini touringnya.

Advertisements
Advertisements

51 Comments

  1. mengapa blogger yang ikut touring tidak mempublish konsumsi BBM Vario 125 yang mereka kendarai.???
    ada sesuatu yg ditutupin kah ???
    apa kalian dibayar utk tutup mulut ????
    saya sndiri sudah berkali kali bertanya melalui komen, namun tidak ada yg menanggapi, ckckckck….

  2. wuih…gile bener…pancen mbah, varian GL-pro-max bandel…punyaku dulu (alm) max 95 nonstop malang-denpasar-nusadua anteng ajah…cuman bokong tepos :mrgreen:

  3. yg pasti tahun 1984 keadaan aman, ndak ada preman, begal ato sejenisny…. Jadi kl berhenti d sembarang tmpt tak jd soal, beda ma keadaan skrg y om bons 🙁

  4. jangan2 g ad hantu yg muncul gara2 om bons selalu melakukan ritual khusus (baca – ‘ngising bersama’) . . . Hahaha :p

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin