BBM Naik, Bah Hanya Komoditi Polilit Belaka

Gonjang ganjing kenaikan BBM memang bergulir sejak akhir tahun lalu. Opsi awal yang nampak sudah matang yakni dengan memaksa pengguna mobil mengkonsumsi pertamak ternyata kandas di DPR. Hmm banyak orang kaya tak mau beli pertamak rupanya. Lalu opsi ke 2 sekarang bergulir bahwa premium bakal naik, dan kini bolah jadi merupakan komoditi politik yang sangat nikmat untuk disantap bagi para peminatnya. Dan di DPR pun terlihat ada upaya pengkandasanopsi ini.

Apa kira-kira ya mau DPR, gak mau makek pertamak, gam mau premium naik tapi tunjangan naik, bikin gedung keren. Ahaa sungguh drama yang bisa mengocok relung hati. Semua diatas namakan rakyat kecil, kata oposisi kenaikan BBM bisa menyengsarakan rakyat kecil, kata pemerintah subsidi BBM akan disalurkan pada rakyat kecil, inikah memang lakonnya rakyat kecil yang mejai komoditi politik.

Dibalik itu ternyata IHSG justru diprediksi menanjak. INILAH.COM melansir bahwa pada perdagangan Senin (26/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 9,85 poin (0,24%) ke angka 4.031,705 dengan intraday tertinggi 4.061,144 dan terendah 4.011,933. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,70 poin (0,24%) ke angka 695,107. Analis dari Asosiasi Ananlis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra memperkirakan, indeks saham domestik menguat hingga akhir pekan ini. “Jika perdagangan bursa Dow Jones dan Eropa membaik, hingga akhir pekan, IHSG berpotensi membentuk level tertinggi baru yakni resistance pertama 4.065 dan resistance kedua 4.100,” katanya kepada .  Justru menurutnya, dengan penghematan subsidi BBM sebesar Rp40 triliun, bisa dialihkan ke sektor infrastruktur. Dana sebesar itu, juga bisa digunakan untuk menurunkan pajak baik impor maupun ekspor sehingga berefek baik pada pertumbuhan ekonomi. Nah lo??!!!

Terlepas dari itu semua andaikata naikpun tetap Indonesia masih menduduki 10 besar negara dengan harga premium termurah dunia. So bagaimana menurut agan sekalian?

Advertisements
Advertisements

29 Comments

  1. rakyat gak cerdas
    mbok ya dipikir bagaimana harga bengsin lebih murah dari sebungkus rokok
    ya wajarlah kalau naik

  2. kata sodara yg punya SPBU, harga gak jadi naik tp itungannya gak 1 liter, Rp.4500 per 0.75 liter. gimana klo gitu??

    kalau disini ada Shell, sy mending shell drpd Pertamina bang Bons.

  3. selamat anda ikut meyebarkan pembodohan………
    dgn mngemborkan kata subsidi,lha gmbil minyknya aj dri tnah kita sendiri kog dblg pmrnth yng mensubsidi???

  4. menurut saya tidak murah krna diluar sana bbm murah tp nilai oktan setara pertamax, kl ditinjau dr pertamax bisa murahnya 50 besar dunia

  5. saya si setuj2 aj kl bbm dinaikkan tp oktanya jg mengikuti atau jd 90. Kl oktan 88 ma ecek2 banget..cb dicek apa singapura dan malaysia pake oktan 88 juga ta?

  6. no comment..secara ane ngga bisa ngitung subsidi dan pengeluaran negara..tapi kalau buat ane kalau emang harus naik ya naik aja..cuma sebaiknya angka subsidinya dialokasikan untuk membantu mensejahterakan rakyat kecil,kalau buat biker ama mobilis sih ngga penting..lha beli motor atau mobilnya jutaan masa bbm cuma 6rb(rencana) keberatan sih

  7. hahaha, yg pntg berdoa n berusaha agar tetep bisa beli brapapun hargany dan barangny tidak langka. TITIK :mrgreen:

  8. yang jelas, banyak sekali alternatif lain, selain dari menaikan harga bbm, dan itu bisa ditindak lanjuti sebenarnya, jika pemerintah mau melakukannya……

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin