Kenaikan BBM dan Dampaknya Pada Pasar Mobil Baru dan Seken

Kaget sesaat ya pasti, lalu perlahan akan kembali normal, karena mobil itu dibeli karena kebutuhan. Demikian juga terlihat di SPBU, ketika mau naik pasti antre panjang hingga larut malam, dan ketika sudah naik besoknya beberapa hari lagi juga sudah biasa. Ya, sebagian orang mobil adalah memang kebutuhan, bukanlah sekedar nampang. Demikian juga motor, pasti akan merasa kaget dengan kenaikan, yang jelas ada feeling lain.


Bagaimana di dunia Moil seken da Motor seken? Apakah kemudian akan terjadi spekulasi masal dimana oran akan rame-rame beralih ke motor dengan menjual mobilnya, atau orang rame-rame menjual mobil boros diatas 2000 cc macem Cerokee,Blazer, Captiva, CRV, dan sebagainyalalu berbru mobil irit macem Xenia Avanza, Jazz, dan sebagainya? Kemudian di segmen motor orang bakal beli bebek irit atau matik irit dengan menjual motor batangan yang boros? Nampaknyta tak sejauh itu, kenaikan hanya 150 bagi kebanyakan empunya kendaraan bermotor sunguh tak terlalu bermasalah, namun bagi orang-orang yang betul-betul dibawah garis kemiskinan tentu akan terasa berat.Dalam ilmu kiralogi James Bons tak akan terjadi aksi masal -bukan demo ya- alias rame-rame ganti kendaraan irit.

Ya, seorang GM Marketing Planning Customer Relation Division PT Toyota-Astra Motor Widyawati Soedigdo dalam wawancara dengan -kalau tidak salah Detik Oto-Selama ini, mengatakan bahwa kenaikan BBM ini boleh jadi tak begitu berpengaruh terhadap penjualan, karena dalam penjualan paling besar dipengaruhi oleh faktor nilai mata uang dan pertumbuhan ekonomi (PDB). Jadi bila PDB dan nilai mata tukar uang yang berubah, baru itu bisa berpengaruh terhadap harga mobilnya. Nah jika kenaikan BBM ini justru membuat perekonomian Indonesia loyo dengan inflasi yang terlalu tinggi maka akan berdampak besar pada penjualan mobil. Tentunya hingga bisa memicu inflasi tinggi itu pasti akan berpengaruh. Karena turunnya penjualan bukan karena BBM tapi angka pertumbuhan perekonomian. Di 2005 BBM naik, namun di 2006 perekonomian kita drop dan membuat industri otomotif menurun. So o wis adem ayem aje.
—-Sekedar catatan, ini ukan dalam rangka mendukung atau menolak kenaikan BBM tapi lebih sebagai respon dunia otomotif.—-

Advertisements
Advertisements

9 Comments

  1. yg kita ga setuju itu dampaknya om klo konsumsi bbm-nya bisa diirit2, kedua inikan permainam tingkat tinggi tahap akhir liberalisasi migas agar migas RI bisa mutlak dikuasai asing melalui uu migas yg katanya dirancang amrik melalui IMF waktu RI mau ngambil utang,

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin