Mengkritisi Presiden Beda low dengan Melecehkan Presiden, Monggo Dipikirkan! | Bonsaibiker

Mengkritisi Presiden Beda low dengan Melecehkan Presiden, Monggo Dipikirkan!

Bukan hal yang baru bahwa banyak kalangan menilai kinerja Preiden Kita lamban, banyak mengeluh dan sering ada suatu hal yang disebut pencitraan. Lebih-lebih setelah pemerintah akan memberlakukan kenaikan harga BBM,wew kritik ke pemerintah terutama presiden semakin tajam dan deras, oposanpun semakin semangat dalam mengkritk, bahkan kawan politikpun tak apsen juga dalam kritik ini. Demo dimana-mana.

Nah bagaimana status kita mengkritik presiden? Ya kalau menurut James Bons pribadi seh sah-sah aja, toh semua orang pasti ada salahnya, tak terkecuali pak Presiden, dikritik ya boleh-boleh aja to. Wong pada dasarnya kritik itu membangun. MEndemo yo wajar to wog memang BBM naik juga menambah beban rakyat.

Tapi tenyata ada sebagian orang yang bahkan tak terima hanya dengan mengkritik Presiden, lebih dari itu golongan ini bahkan sering mencemooh presiden bahkan cenderung melecehkan presiden. Banyak cara orang bisa melakukan ini, misalnya dengan gambar soto shop yang diedit macem-macemlah, dengan menampilkan gambar presiden sedang  membetulkan pakaian dalemlah, kemudian kita ejek lalu kita tertawakan bareng-bareng, atau bahkan ada sebagian yang sengaja menginjak-injak foto presiden dan seagainya.

Hanya sebuah opini pribadi, kalau tak setuju ya monggo saja, tak juga James Bons cari muka. Semua presiden pasti tak luput dari salah, mulai dari pak Karno, pak Harto, pa Habibi, Gus Dur, bu Mega, hingga pak SBY,pasti pernah salah dan menuai kritik, dan itu wajar. Sepedas apapun kritik kalau memang yang disampaikan itu benar yo nggak papa to, namun kalu sudah mengarah pada pelecehan terus giman gan! Presiden sesalah apapun tetap ia adalah pembawa amanat bangsa dan negara, kalau dia dilecehkan sama saja kita melecehkan bangsa kita sendiri. Dan anehnya pelakunya adalah kita sendir, alamak!! Sama saja dengan kata mbah dukun “difoto lalu dicaci” kalau ini ‘di sotoshop lalu di tertawakan’ sama to.

Seprtinya Allah dan Rasulul-Nya tak pernah memperbolehkan kita mencaci deh, kalau mengkitik sih boleh saja!

Advertisements
%d bloggers like this: