Pengalaman Riding Takut Ditilang Polisi Yang Ketakutan | Bonsaibiker

Pengalaman Riding Takut Ditilang Polisi Yang Ketakutan

Judul ini agak aneh mungkin, wong takut ditilangkok oleh polisi yang ketakutan, hahahaha tapi itulah benar adanya. Alkisah James Bons adalah bungsu dari 10 bersaudara, dari 10  itu 2 meninggal dan tersisa 8 orang, 3 laki-laki dan 5 perempuan. Nah tiga laki-laki ini yang salah satunya adalah James Bons mempunyai hobi sama yakni bertualang ke hutan mencari madu atau bonsai.

vario-125

vario-125

Sedikit share pengetahuan ketika mencari madu paling gampang adalah ketika matahari terbit, dimana kita bisa melihat dengan jelas lebah keluar dari sarang sehingga kita bisa mengetahui letak sarangnya lalu mengambil madunya. Karena kalu siang sudah banyak benda-benda lain ikut terbang terbawa angin semacam daun-daun kecil dan juga pandangan kabur karena silau oleh matahari, sedangkan pagi hari pandangan sangat jelas. Nah siangnya ketika berburu madu sudah tak efektif maka itulah saat berburu bonsai. Sementara itu tempat lebah madu rata-rata memang di jurang sungai atau pegunungan yang tentunya didalam hutan yang jauh dar pemukiman penduduk. Satu hal yang pasti sebelum matahari terbit kita sudah harus berada di dalam hutan tersebut untuk memastikan saat matahari terbit kita bisa mlihat pergerakan lebah dari sarang.


Saat itu James Bons Brader sedang otw untuk mencari Bonsai dan madu. Agar subuh sudah tiba di hutan tujuan, maka pas tengah malem James Bons Brader berangkat riding dari rumah. Arah sasaran kami saat itu adalah hutan pegunungan daerah Gunung Merapi tempat cerita mak lampir bersarang, haahaha. Berangkat dari Magetan Jam 12 maka jam 2 dini hari sudah memasuki areal hutan Gunung merapi di daerah Boyolali-Salatiga.


Pas ketika kami mau menuruni jalan sebuah turun curam di jalur Salatiga-Sragen via Boyolali alias tidak lewat Solo, ternyata nampak dari kejauhan ada beberapa polisi sepertinya sedang operasi, alamak sepagi ini kok udah operasi, -sekedar share aja bahwa di jalur besar biasanya memang sering ada operasi malam atau dinihari untuk kontrol narkoba, pencurian, kenaraan jarak jauh, dan sebagainya, James Bons sering menjumpai ini-. Dan seperti reflek kebanyakan orang kami siap-siap Sim dan STNK, alama alangkah kagetnya ternyata dompet Mas Mansur kakak James Bons ketinggalan. Wah kaco nih bisa kena tilag nih, ??! Akhrinya kami putuskan untuk berhenti di situ, lalau sedikit masuk beberapa puluh meter ke dalam hutan sambil menunggu operasi selesai. Saking dinginnya malam itu kamipun membuat api unggun sambil bakar singkong, itung-itung sarapan.

Alangkah terkejutanya setelah beberapa saat kami buat api unggun ada polisi dateng. Kontan kami terkejut dan yawis mau apa lagi, diem aja. Kami pikir si Pak polisi ini mau menilang, ya seperti biasa kan kalau ada operasi pengendara yang nunggu atau balik arah biasanya dikejar. Lalu pak polisipun langsung mnyapa kami dan menayakan sedang apa kami. Kamipun jawab apa adanya, mau berburu lebah sambil menunggu pagi, -hahah nggak cerita lah kalu nungguin operasi selesai-. Eee ternyata setelah kmi cerita, kini giliran pak pulisi cerita, bahwa operasi udah selesai dan masing-masing personel pulang, sementara dia kebetulan ke arah yang berbeda sehingga harus sendiri terpisah dari teman-temannya. Pak polisi agak kurang berani meneruskan perjalanan karena memang kondisi gelap gulita, ditambah lagi rumor bahwadi hutan itu ada Lapornya -Lampor/Lampir adalah mitos hantu yang suka bergentayangan di hutan gunung merapi dimana kmi beradi tersebut yang kemudian  menjadi cerita sandiwara radio. Karena melihat kami menyalakan api unggun langsung pak polisi ini gabung, itung-itung cari teman sambil menunggu subuh untuk berai pulang.

Hahaha ternyata kami sama-sama takut, pak polisi takut Hantu, kami takut ditilang, hahahahah, dasar sama-sama penakut.

%d bloggers like this: