Riding Sambil Berburu jejak Harimau Jawa | Bonsaibiker

Riding Sambil Berburu jejak Harimau Jawa

Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Namun kemudian di akhir tahun 1998 telah diadakan Seminar Nasional Harimau Jawa di UC UGM yang berhasil menyepakati untuk dilakukan “peninjauan kembali” atas klaim punahnya satwa ini.


Sasaran tinjau jejak kali ini adalah daerah Sampung, perbatasan Wonogiri-Ponorogo-Magetan-Purwantoro. Sekedar kisah Pada 1985, seekor Harimau Jawa mati ditembak aparat kecamatan di daerah Gunung Kotak wilayah kabupaten Wonogiri Jateng,  setelah menerkam seorang warga yang sedang mencari rumput dekat Gua Watu Ondo. Sementara belakangan banyak warga yang berkisah pernah melihat harimau ini yang kabarnya masih bersarang di goa Watu ondo tersebut. Beberapa lagi melihat telapak kakinya yang hampir sebesar telapak tangan manusia, sementara beberapa lagi ada yang melihat kotorannya, jiah HARIMAU INI “NGISING” SEMBARANGAN juga hahahaha. Ya, lokasi  gunung kotak juga tak jauh dari daerah Smpaung tempat James Bons Brader  akan ekspedisi, ciah kayak beneran aja. Ya daerah ini adalah memang pegunungan tandus yang berisi batu kapur dan pohonannya rata-rata hutan jati.

Yup berburu jejak macan ini adalah sambil berburu madu dan bonsai tentunya. Seperti biasa  James Bons Brader berangakat dari rumah di Magetan saat dini hari sebelum subuh, karena biar sampai tujuan pas sebelum matahari terbit sehingga pas matahari terbit sudah dilokasi tempat berburu lebah agar bisa melihat dengan jelas arah terbang lebah. Ketika subuh kami sudah sampai di daerah sampung, kamipun langsung ikut sholat subuh di sebuah musholla. Sesaat kemudian kami menitipkan motor di rumah warga yang kami kenal dan selanjutnya jalan kaki sejauh 5 km ke dalam hutan.
Pas matahari terbit kami sampai di tujuan, ada sebuah bukit lalu sebuah jurang tepat dibawahnya ada mata air, -hahaha kami laksanakan tradisi ‘ngising’ bersama sambil melihat ke atas menentukan arah terbang lebah yang memang terlihat jelas saat itu-. Waw ‘ngising’ kali ini terasa kurang nyaman karena banyak sekali nyamuk hutan mengganggu, buru-buru kami sudahi dan melanjutkan pengamatan. Yup sekedar saran bagi brader sekalian kalau ke hutan silakan pakek autan dan bawa rokok untuk sekedar mengusir nyamuk hutan. Tak berapa lama kami mengamati, the oldest James Bons braders menemukan tanda-tanda sarang lebah sambil teriak dari kejauhan, “ono isyaroh” (ada tanda #red). Yup kami langsung menuju sasaran yakni sarang lebah di tengah jurang. Langung pasang tali untuk memanjat dan mengambil madu. Dua kakak James Bons memanjat jurang sementara James Bons berada di ujung tempat tambatan tali mengatur posisi keregangan tali dan menyiapkan alat ketika dibutuhkan,hahahah harus kerja tim coy, kekekeke. Yup tak berapa lama kami dapatkan mad lebah kuran lebih sebotol, الحمد لله .

Usai dapat madu sesuai petuah the oldest James Bons brader —-*hehe kami bertiga memang berketrampilan beda-beda, si oldest ini memang yang paling berpengalaman dalam merambah hutan, sementara yang agak muda berpengalama dalam bidang preman-mempreman, rampok, termasuk merayu cewek dan sebagainya akakak wajar mantan preman Tanah Abang, sementara james Bons ketrampilannya adalah kebut di jalan, alias alay hahahaa*— kami dijanjiakn oleh kakak tertua untuk berburu jejak harimau Jawa yang memang ramai dibicarakan orang kampun situ masih ada. Yup kamipun menanjak ke paerbukitan di atas tempat itu. Kontan selangkkah demi selangkah kami jumpai beberapa telapak mirip telapak kucing dan beda dengan telapak anjing namun besarnya bisa 3-4 kali lipat telapak kucing namun tak sebesar telapak tangan sebagaimana dikisakan orang wonogiri di Watu Ondo. Ya sebagai orang kampung kami bisabedakan bekas telapak kucing, telapak kijang, telapak kebo, bahkan telapak janda ama perawanpun kami bisa bedakan,wakkaka canda gan.

Makin ke atas telapak kaki mirip kucing ini makin jelas menuju arah puncak bukit dimana di situ ada sebuah goa. Ya,pinter sekali si macan ini memilih jalan ke atas, dan kamipun tak terlalu susah mengikutinya. Beberapa saat kemudian kami tiba di mulut goa kecil namun terlihat dalam dan gelap. Menurut kakak tertua si harimau ini tinggal di dalam gua ini, dan keluar biasanya malam hari.

Nah sekedar analisa harimau jawa adalah tipe harimau yang besar dan lebh besar dari macan sumatra. Sementara yang kami jumpai telapak kaki yang relatif agak kecil dari yang seharusnya sebesar telapk tanganmanusia. Boleh jadi ini telapak macan tutul atau memang betul telapak macan Jawa namun macannya masih kecil. Yup, ampai ketemu di pengalaman riding selanjutnya.

%d bloggers like this: