Penampakan Di Makam Pesugihan : Antara Gaib, Lupa, dan Teledor atau Memang Kopdar Dengan Makhluk Halus | Bonsaibiker

Penampakan Di Makam Pesugihan : Antara Gaib, Lupa, dan Teledor atau Memang Kopdar Dengan Makhluk Halus

Lanjut cerita lalu tentang ekspedisi yang dilakukan The Oldest James Bons Braders di daerah Wonogiri sebagaimana tulisan lalu :   http://2brk.wordpress.com/2012/04/08/macan-jawa-ada-yang-real-dan-ada-yang-mistis-monggo-simak-ekspedisi-the-oldest-james-bons-braders-1/

http://2brk.wordpress.com/2012/04/08/macan-jawa-ada-yang-real-dan-ada-yang-mistis-monggo-simak-ekspedisi-the-oldest-james-bons-brothers-2/

Bahwa di daerah ini ada sebuah makam salah satu ulama yang merupakan mantan Panglima Diponegoro yang kocar-kacir setelah Diponegoro ditangkap dijebak Belanda. Sebutlah ulama yang dimakamkan adalah Sugiyono, bukan Giyono “Bledug Balap” ya hahahah, makanya areal perbukitan makam ini disebut Gedong Yono karena singkatan dari Gedong tempat bersemayam Mbah Sugiyono. Satu sisi bukit memang untuk ziarah para peziarah demi mengenang karifan ulama, namun di sisi bukit lain memang ada sekelompok Kekuatan Gaib yang numpang tenar dengan menggunakannya sebagai tempat pesugihan dibantu orang-orang yang setia menjadi pengikutnya.

Sebagaimana di ulas sebelumnya bahwa perjanjian dengan pesugihan ini adalah diberi kekayaan, namun setelah mati ikut ke sana baik jiwa maupun raganya, dalam artian menjadi hamba syaiton, raganya setelah mati akan diambil oleh mbah Kombor, sesosok pria berpakaian kombor hitam-hitam pengambil mayat, yang dari dekat terlihat orang namun dari kejauhan terlihat macan. Selanjutnya jasad ini akan dimakan oleh macan di dalam sebuah goa dekat bukit pesugihan ini.
Nah The Oldest James Bons Braders yang penasaran dengan kisah ini melakukan eskpedisi ke tempat ini. Singkat kata Mbah Sis, begitu sebutan The Oldest James Bons Braders ini langung ke bukit tempat pesugihan ini. Tempat pertama yang dituju adalah tempat dimana orang tidak boleh ngambah atau mendatangi tempat tersebt, bahkan konon sang juru kuncipun juga tak berani mendatangi tempat dantara satu sisi areal pemakaman tersebut. Kabarnya bikin kualat, ada yang bilang takkan balik lagi, ada yang bilang gila dan sebagainya. Yup memang sperti dikisahkan sebelumnya ketaka Mbah Sis ke tempat ini langsung dirasakan mogisnya, kemudian beberapa saat mendung angin petir menyambar lalu hujan, entah itu pertanda sesuatu atau memang kebetulan yang jelas hujan angin saat itu memang deras.
Dalam kondisi hujan inilah angin terasa sejuk, Mbah Sis masuk ke salah satu ‘cungkup’ yakni rumah kecil untuk melindungi makam, kemudian tidur disitu. Ya, dalam tidurnya Mbah Sis bermimpi ketemu dengan seorang wanita cantik jelita, waw, mau-neh-mau neh, hahahah.
Setelah bangun, barulah Mbah Sis menemui juru kunci yang menjaga makam itu, dan ngobrol banyak. Nah uniknya wanita yang Mbah Sis mimpikan tadi tanpa ditanya, si juru kunci langsung menceritakan dan memang ciri-cirinya mirip dengan yang dilihat dalam mimpi, sementara tanpa berceritapun si juru kunci nampaknya telah tahu bahwa Mbah Sis telah idur di daerah terlarang itu dan mimpi bertemu wanita itu. Itulah wanita yang katanya dulu adalah Istri mbah Sugiyono yang kini dimakamkan di situ.
Mbah Sispun kemudian ngobrol lama, ngalor ngidul dengan si juru kunci, sambil disuguhin kopi, lalu umbi-umbian yang merupakan hasil hutan, mayan ngopi gratees, hahahha. Sang juru kunci yang telah renta ini tinggal di sini seorang diri, sementara areal makam ini berada di atas bukit, ditengah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk.
Tak berapa lama Mbah Sis mohon diri pamitan, dan langsung meningalkan tempat itu untuk turun gunung. Nah kira-kira 500 m turun dari daerah itu Mbah Sis membalikkan muka melihat kebelakang, betapa anehnya dan tercengangny tempat tadi ia bertemu juru kunci yang merupakan gubug tua yang reot,kini hanya tampak segerombolan pohon-pohon ridang!>#$#%$%$! Penasaran dengan yang dialami Mbah Sis belik ke arah dimana ada gubug tua tadi, tapi beberapa kali dia lihat tak ada, berapa lama dia mencari tak ketemu. Dalam hati bergumam “wah mosok juru kunci beserta gubugnya merupkana bngsa LELEMBUT?” Karena kecapekan akhrinya Mbah Sis menyerah,mau lelembut kek, mau orang beneran kek, yang jelas dah kenyang makan dan minum kopi, hahahahah. “Weh bisa-bisa KOPDAR dengan makhluk Gaib”. Ya husnuzon aja, boleh jadi karena sudah capek makanya dia tak bisa menemukan lagi makam tersebut, atau emang dia lupa jalan ke rumah juru kunci tadi, atau malah memang itu makhluk halus, wallahu a’lam.

Advertisements
%d bloggers like this: