P 200 NS Sungguh Jos, Tapi Kok Ragu terhadap Strategi Marketing Bajaj | Bonsaibiker

P 200 NS Sungguh Jos, Tapi Kok Ragu terhadap Strategi Marketing Bajaj

Soal tampang sungguh gagah, performa sungguh wah, warna jelas mewah, dan harga jelas enak untuk dikunyah-kunya. Itulah penampakan P 200 NS dimana tak sedikitpun ada keraguan bagi para biker untuk kesengsem pada si mongtor Indihe ini. Belumlah motor ini resmi ngaspal di negeri tercinta ini, tapi mmm sudah rame jadi buah bibir, melebihi popularitas motor Jepun yang katanya tangguh..

konsumsi-bbm-p-200-ns-2

konsumsi-bbm-p-200-ns-2

Akaknkah motor ini menuai sukses di pasaran Indonesia? Berdasarkan lamunan kamar mandi James Bons, kalau menilai dari barangnya yaitu si P 200 NS yang begitu spesial, jelas kesempatan terbuka lebar untuk menuai sukses, namun kalau melihat track record dari strategi marketig Bajaj kok James Bons ragu. Dalam pengamatan ngawuriah da ilmu kiralogi James Bons, beberpa kali Bajaj membuat blunder marketing yang membahayakan penjualan Bajaj.
Pertama ketika membuat iklan yang menyangkut masalah gender, membandingkan motor yang bukan kelasnya, kemudian ngajarin kebut di jalan, mmm tentu mendpat kritikan banyak dari pemerhati otomotif, dan berujung pada popularitas si Pulsar.
Ke dua, beberapa kali Bajaj menurunkan harga motornya ,yakni dulu ketika terjadi pada P 180, dan kini terjadi pada P 220, serta mendiskontinyu P 200 yang baru berumur 2 tahun. Jelas ini menodai loyalitas para pemilik Pulsar generasai awal, bagaimana tidak, wong baru beli motor ee tiba-tiba harga turun, kan bikin gondok. Berkaca pada beberapa motor sport yang sukses macem Tiger, bisa sukses salah satu faktornya adalah loyalitas klub yang menaunginya sehingga yang telah dan akan membeli bisa merasa bangga. Lha ini gimana mau bangga wong baru beli harga malah turun, jelas lebih merasa dikhianati. Ya, siapa sih yangmau beli motor mahal, namun ini kan beli dualuan malah mahal, beli belakangan malah murah, kan seharusnya sebaliknya to! Demikian bagiP 200 yang berumur pendek, sungguh gundah bagi sang empunya terutama menyangkut spare partnya.
Ke tiga, masalah lain yang tidak kelar hingga kini adalah kelangkaan spare part yang belum terselesaikan. Ini jelas kadang membuat fustasi para pemegang Pulsar series dan para new camer yang mau beli, ya memang sih menyiapkan part buakn perkara gampang dan butuh modal yang besar,tapi toh ini memang betul-betul kendala gan buat marketing. Selain itu isu kesalahan antara titik dan koma yang terjadi beberapa waktu lalu tentu mengindikasikan bahwa kurang rapihnya strategi marketig Bajaj.
Ya, memang beberapa hal nampak strategi marketig BAI bisa diblilang nyleneh, namun jangan kuciwa gan ini semua hanya lamunan kamar mandi James Bons yang lebih banyak salahnya, sebaiknya sampean jangan percaya, wong James Bons sendiri juga kurang percaya hahahah. Monggo bagaimana menurut sampean!

Advertisements
%d bloggers like this: