Solo Yang Damai Kok Tiba-tiba Membara!

Jarang memang terdenganr ada aksi kekerasan di kota olo,apalagi belakangan justru kota solo terkenal dengan Mobil Esemkanya yang diusung langsung oleh pak Jokowi sang walikota. Disamping memangwatak orang solo yang tergoling nyantai dan kalem. Namun tiba-tiba muncul sebuah berita yang dirilis oleh ahpir semua media cetak di republik ini bahakan juga banyak media on line,bahwa Solo bergolak alias bentrok.Berbagai tersebut meluncurkan berita dalam berbagai versi yang tentunya berbeda dari satu dan lainnya.

download (7)
download (7)

Tempo merilis bahwa kejadian ini berawal saat belasan anggota ormas yang menaiki sepeda motor berboncengan melewati Jalan RE Martadinata, saat pulang dari acara pemakaman.Sekelompok massa ormas itu sengaja memainkan deru suara mesin kendaraannya sewaktu melintasi lokasi. Kesal dengan aksi dari anggota ormas ini, warga setempat terpancing emosi dan puluhan warga kemudian bergerak mendatangi rombongan ormas itu. Bentrokan fisik pun terjadi dan saat itu warga merebut salah satu sepeda motor yang ditumpangi anggota Ormas. Sepeda motor itu lantas diseret di jalan dan di dekat Pasar Tanggul dibakar di tengah jalan.

foto

Sementara Viva News merilis¬† bahwa bentrok antara dua kubu yang berlangsung dua hari di Solo mencederai dua orang, salah satunya luka berat. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya adalah pimpinan kelompok preman di Solo. BEntrok ini dipicu oleh kelompok preman. Menurut juru bicara Polresta Solo, Ajun Komisaris Polisi Sisraniwati, kepada VIVAnews, Jumat 4 Mei 2012, dua orang yang ditangkap bernama Iwan Walet dan Mardi. Keduanya saat ini tengah ditahan dan diselidiki terkait dugaan pengeroyokan terhadap anggota laskar militan. “Iwan Walet dan Mardi telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami juga telah mengamankan para saksi,” kata Sisraniwati.

Versi Republika bahwa dalam bentrokan tersebut ada bom molotov meledak, sementara itu Metro mengungkap bentrok ini terjadi karena saling ejek. Sebuah ulasan berita mengatakan bahwa ini memang terjadi lantaran sweeping yang dilakukan ormas tersebut terhadap para pemabuk sehingga tidak terima maka lahirlah bentrok. Berita lain menyebutkan bahwa dari informasi yang diperoleh dari warga, bahwa bentrokan dua kelompok ini dipicu oleh isu sentimen keagamaan. Pasalnya, warga Kampung Sewu dan Gandekan dihuni mayoritas Kristen/Katolik.

Entah sebetulnya apa yang terjadi,yang jelas tetap kita berharap konflik cepat usai, ciri khas mayarakat solo yang toleran dan tepo sliro semoga bisa mendominasi dan membuat masalah ini lerem alias adem,amin.

Advertisements
Advertisements

27 Comments

  1. Selalu saja preman berjubah bikin resah. Kalau memang ada pelanggar hukum, kan sudah ada polisi.

  2. Mungkin “kiriman” dari “orang yg merasa tersaingi di pemilihan sono” supaya pak Jokowi batal ikut pilkada. Maaf analisa ngawur.com

  3. Mungkin “kiriman” dari “orang yg merasa tersaingi di pemilihan sono” supaya pak Jokowi batal ikut pilkada. Maaf analisa ngawur.com …

  4. Disinyalir imbas dr ketakutan pihak tertentu menyambut pilkada di wilayah tertentu jg..wkwkwk

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin