Gonjang-ganjing Seputar Santunan Pada Kelurga Korban Sukhoi di Gunung Salak

Peraturan Menteri Perhubungan No. 77/2011 berlaku dan berdasarkan Pasal 3 huruf (a) menyatakan: “Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-luka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut: a. penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang”. Santunan sebesar ini nantinya akan diterima keluarga korban.

serpihan-pesawat-sukhoi-di-tebing-gunung-salak-_120511185025-539
serpihan-pesawat-sukhoi-di-tebing-gunung-salak-_120511185025-539
sukhoi-superjet-100-_120510050030-926
sukhoi-superjet-100-_120510050030-926

Namun penerbangan Sukhoi SSJ 100 ini merupakan penerbangan promosi yang hanya mendapatkan izin terbang untuk joy flight. Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub Israful Hayat,  peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 tersebut tidak berlaku dalam kasus tersebut. Karena Kementerian Perhubungan, belum memberikan ketetapan laik terbang. Sukhoi ini terdaftarnya hanya untuk joy flight atau promosi, jadi pesawat ini penerbangannya masih tunduk kepada aturan asing atau Rusia. Makanya  asuransi pun sesuai dengan negara tersebut. Wal akhir korban insiden kecelakaan pesawat Sukhoi SSJ 100 di Gunung Salak, Jawa Barat hanya mendapatkan asuransi sebesar US$ 50.000 atau setara dengan Rp 450 juta sesuai aturan asuransi Rusia. Namun pihak terkait masih akan berusaha agar korban mendapatsantunan sesuai hukum Indonesia.

Advertisements
Advertisements

10 Comments

    • KLO saya pakai aturan manapun terserah, yang penting jangan dipangkasi kesana kemari. Oknum orang Indonesia biasanya sangat tidak berperasaan, tega dan tanpa pandang bulu memangkas uang orang yang di rudung kemalangan. Seperti yang saya hadapi. sudah patah kaki kanan dan hancur tulang belakang, sakit, merana, dah ngeluarakan uang senddiri ratusan juta, EEEEEE, masih aja oknum yang mengurus di asuransi kecelakaan dan perusahaan yang mengakibatkan kecelakaaan memotong ? tanpa mengindahkan peraturan hukum. padahal mereka bekerja di instansi toh sudah dibayar khan? semoga orang yang deemikian itu disadarkan saudara saudara sebangsaku INDONESIA

  1. Gede ya, kenapa santunan utk korban lalu-lintas darat kecil yah.. Toh kalopun meninggal/cacat, kasian juga nasib keluarga yang ditinggalkan terutama istri dan anak2 yang masih kecil butuh biaya utk hidup dan sekolah 🙁

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin