Balada Piston Remuk dan Alphard Vellfire Minum Premium | Bonsaibiker

Balada Piston Remuk dan Alphard Vellfire Minum Premium

Untuk kesekian kali postingan tentang Toyota Alphard Vellfire minum Premium terulang. Terakhir dilakukan Detik Oto kemarin. Dikabarkan bahwa pengguna mobil ini sepertinya cuek saja meminumkan mobilnya dengan Premium.

pilihbensin-04

pilihbensin-04

Banyak analisa memang ketika si Alphard minum premium, pertama boleh jadi yang beli premium adalah sopir si majikan yang diberi uang lalu suruh beli pertamax kemudian hanya beli premiumsementara sisa uang ditilep, mayaaan. Kemungkinan lain adalah memang si empunya cuek dengan kondisi ini. Jelas tidak ada yang melarang Alphard minum premium,dan pelakunya pun otomatis tak bisa dikenai sanksi, so ya aman aja kan. Perkara sanksi masyarakat, toh bisa diacuhkan kalau meman ia tebel muka.

Namun sebuah fakta menggelitik yang harus dipikirkan, bahwa si empunya Alphard yakin orang berpendidikan dan yakni sedikittahu aturan main mesin dan bahan bakarnya. Spesifikasi Vellfire, mobil CBU ini harusnya minimal menggunakan Pertamax, karena jelas kompresi di atas 10:1, penggunaan Premium akan membuat mesin rontok.

 

img

Seorang penggiat otomotif Saftari di artikelnya (klik di sini), bensin dengan oktan rendah memiliki kecenderungan mudah terbakar. Semakin tinggi nilai kompresi pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi.Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut.

“Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk-tusuk dengan paku, kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan dan bahkan bisa bolong!’ tulisnya. Wew begitu dahsyatnyakah efeknya? Monggo bagaimana menurut sampean!

Advertisements

33 thoughts on “Balada Piston Remuk dan Alphard Vellfire Minum Premium

    lekdjie
    on said:

    Pertamax.wew.dah bangun to mbah bons.kramaz drg mbah?.. :mrgreen:

    Mbahyut
    on said:

    Kalo Alphard minum premium yg jelas si empunya mobil orang kaya bermental kere.Belum saatnya beli alphard dia.

    Mbahyut
    on said:

    @Lekdjie
    Bonsai iku nek tangi ancen isuk.Tapi tangine cuma arep nguyuh,mari ngono turu maneh sampe beduk dobol…wkwkwk….

    Mobil canggih seperti alphard sudah ada knocking sensor, begitu sensor merasakan ada knocking, maka dia akan kirim sinyal ke ECU dan ECU akan menggeser sudut pengapian. Yang jadi masalah, premium kita (oktan 85) cenderung mempercepat timbulnya pengerakan di ruang bakar dan pembuangan. Jika kerak menumpuk di ruang bakar, sehingga pembakaran dan pembuangan tidak akan optimal, thus tenaga berkurang. Kalaupun dibersihin, tidak akan sempurna, atau perlu waktu beberapa hari sampai bener-bener bersih… Nah, sayang kan, mobil mahal-mahal mesti mangkrak hanya gara-gara nenggak bahan bakar kelas kambing 🙂

      eko
      on said:

      kembali lagi ke derajat pengapian, apakah rangenya masih masuk, kalau ga masuk ya bakal ngelitik walau sedikit, kotor ya pasti

    jaga ‘piston’ anda :mrgreen:

    baridien
    on said:

    palingan juga mobil sewaan

    grandvblog …….nice info neh

    jape methe
    on said:

    pikiran isengku : bisa aja kasus mobil mewah isi premium memang disengaja diketahui bnyk orang, apa susahny mobil itu diisi premium trs difoto dan disebarkan? toh ckp isi sekali bisa dikuras atau dicampur pertamax plus. kecuali ada yg memastikan mobil mewah (sekelas alphard) isi premium setiap hari bkn cuma sekali isi trs difoto. IMHO. 🙂

    dilema juga Pak Bons,di daerah dengan pertamaxx bertebaran dimana2 dan mudah didapat,mungkin tinggal mindset pemilik mobil yang diperbaiki.nah diluar daerah yang pertamax susah didapat, itu jadi masalah besar,pengen BBM sesuai kompresi tapi susah,nah pilihan satu-satunya adalah premium.
    http://nanared.wordpress.com/2012/05/12/sedia-payung-sebelum-hujan-pompa-portabel-untuk-darurat/

      eko
      on said:

      kan ada oktan booster, kita tidak tahu, bisa saja sang pemilik ngisi oktan booster dirumah, premium+oktan booster ya tentu harganya ga sama dengan premium tapi masih lebih ekonomis dari pertamax

    siti_jenar
    on said:

    sing duwe alphard tholo,sekolah duwur ora dinggo,wkwkwk

    mau gaya doang kale pake alphard

    white vario
    on said:

    hah gak malu tuh bisa beli alphard tapi beli pertamax aja gak mampu,kemaren aja temen gw aja diledekin abis abisan gara gara fu nya diisi premium
    Gw aja yang cuman punya vario ngisi pake pertamax,walau kadang ngoplos ama premium sih(kalo tanggal tua)

      eko
      on said:

      motor kalau sudah di seting pertamax ya jangan diisi premium, motor kan derajat pengapiannya manual, ga seperti mobil baru yang pakai ecu+VVTI yang derajatnya bisa maju mundur otomatis dari knocking sensornya.

    udin
    on said:

    avanza xenia kompresinya 11:1, isinya harus pertamax dong. gimana nih?

    satria F ku keluaran 2010, kompresi 10,2 : 1

    sejak beli sampai 2012 ini pake premium, kok aman-aman aja ya ?

      eko
      on said:

      selama itu mesin derajat pengeapiannya masih bisa di setel mentok ke spek premium sih ga apa apa, hanya dknya jangan harap sama dengan yang ada di brosur ya, itu pastik dk yang ditest dengan spek max (oktan sesuai spesifikasi mesin)

    wangwa
    on said:

    berarti pemilik fu vixion cbr yang nenggak premium kurang pendidikan dong. klo tiger wajar krn kmpresi cuma 9

    kudalumping
    on said:

    wow. Emang sepertinya begono 😮

    bayu mandala
    on said:

    kendaraan yg beredar di indonesia umumnya udah di seting bisa minum premium.walopun kompresi tinggi,tapi derajat pengapian diset minum premium.jd kalo kompresi tinggi tdk harus minum pertamax,bisa2 semua atpm di indonesia bangkrut kalo semua kendaraan produksi di anjurkan minum pertamax.dijamin ga ada beli kendaraannya

      eko
      on said:

      masa sih? noh liat avanza-xenia yang ngelitik, seting pengapian memang bisa dimaju mundurkan, tapi ada limit derajat maju-mundurnya, kalau terlalu jauh derajat BTDC juga ga nguber, tetep ngelitik, makanya avanza baru mesinnya direvisi, tenaganya (dk) diturunin dari spek lama karena bermasalah dengan premium (ngelitik)

    luarnya alpard dalemnya timor..

    eko
    on said:

    alphard isi premium kok pada ribut, ini masalah tehnis atau masalah politis sih? ingat lho yang kompresinya tinggi 1:11 keatas tuh banyak, avanza, xenia kompresinya juga tinggi, kalau isi premium pasti ngelitik tapi pada ga ributin ??, hayo balik lagi ke masalah tehnis, semua mobil baru terutama yang ccnya kecil pasti sudah ga rekomend pakai premium, hanya akal akalan atpm saja yang bilang boleh premium, coba liat brosur avanza xenia pasti data kompresinya diumpetin !!!

    moso kalah sama mio ku..
    mioku aj pakai yang + (plus)

    hehehehe

    sugiono
    on said:

    justru kalau mobil cc besar, bukannya lebih toleran terhadap kualitas bensin sehingga mobil alphard secara teknis ga masalah pake premium. Tadi saya ke showroom katanya premium juga oke.

    wew ngeri sampe jebol gitu . kalo ninja 250 gimana mas apa bakal rontok kayak gitu . untung nmp cuman 9,5:1 kadang pertamax kadang premium .

    jadi kesimpulanya semakin kecil cc semakin gampang rontok ya mas . ninja cc kecil 250 cc kompresi setara alparhd kok jarang ada,kasus kek gini ya .

    antonio
    on said:

    Menurut sy mesin awet tdknya trgntung cara mengoperasikan dan perawatan. Kita dlm mengemudi pada batas2 kecepatan normal kemudian menjaga putaran mesin sesuai kecepatan, juga memperhatikan suhu mesin. Sedangkan perawatan kita sering2 membersihkan saringan udara, cek saringan bahan bakar, bila perlu setiap ganti pelumas juga diganti filter olinya. Saya yakin mobil pasti awet. Klo masalah bbm bisa juga merusak mesin,tp krn salah ngisi. Mobil diesel diisi premium, lhaa… Itu 😀

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: