Fenomena Siti Khomsa, Antara Pahlawan Keluarga dan Perusak Citra

Siti Khomsa, ya ini adalah sebutan untuk wanita Indonesia yang bisa di ajak ” tidur” hanya dengan 5 real saja, khomsa artinya 5 lalu digunakan dalam tafsiran 5 real sebagai sebutan penjual cinta asal Indonesia di ArabSaudi. Tak sedikit wanita Indonesia memberikan kehangatan kepada orang orang bangladesh yang biasa di sebut banggali atau pakistani yang umumnya mereka jauh dengan anak dan isteri, kesepian dan butuh pelampiasan seks di negara yang kabarnya disebut sebagai surganya TKW ini.

siti
siti

Lalu kemudian tak ayal lagi wanita Indonesia sangat di rendahkan, oleh warga Saudi, bangsa lain seperti banggali, pakistani dan bahkan oleh orang orang Indonesia sendiri, ini bisa dimaklumi karena ratusan bahkan ribuan TKW / Pembantu di saudi arabia adalah warga negara Indonesia. Mm sungguh ironis memang, disatu sisi mereka  iniadalah pahlawan bagi keluarga, tulang punggung yang menghidupi keluarga, namun di sisi lain kabarnya fenomena ini sungguh merusak citra, menodai bangsa.
Sayangnya Negara Indonesia yang sudah seharusnya melakukan penyetopan pengiriman TKW / Pembantu Ke Luar Negeri nampaknya belum bisa memberi alternatif lain. Padahal seperti halnya bangladesh dan nepal yang walaupun kedua negara itu miskin namun mereka tidak melakukan hal bodoh dengan mengorbankan citra bangsa sebagai bangsa khomsa real, bangsa yang membiarkan wanitanya untuk melacurkan diri di negeri asing demi seonggok devisa hasil keringat dan  dengusan nafsu laki laki liar diantara rintihan binal TKW yang dikirimnya. Entah keluguan dan ketidak berdayaan, atau karena terpaksa atau dipaksa menjadikan mereka pasrah melakukannya selain kebutuhan hidup keluarganya di kampung halaman.
Sebuah fenomena yang mesti kita cari alternatifnya.

Advertisements
Advertisements

24 Comments

  1. hmm…
    Jangan2 abis itu, hamil, pulang ke Indo, ngmongnya diperkosa..
    😯

    Oh Indonesia 😥

  2. 5 real bukan semata karena mereka butuh duit, tapi karena mereka juga pengen ‘ngerasain’ cowok2 pakistan/bangladesh yang ‘mirip-mirip’ sakh rukh khan, salman khan dan bintang film india lain yang selama ini cuma bisa diliat di TV

    • Mending cowokx agak mirip2 sarukkhan,,gk ada lg kyak s.khan dimari adax cowok kumal n the-kill,ngliat pnampilanx aja mo muntah aplg mo deket2 iiihhh,,jorok,aku puny knal org indonsia suamix ktax org india,,pas ngliat anak2 nya wah jauh banget gntengx orang indonsia,,,aplg wkt saya mo nyium anakx wah bau bnget{anakx msih kecil 7taun}mungk turunan kali ya,pdahal tuh orang indon bersih bnget

  3. apapun alasannya itu tidak bisa dibenarkan, tapi solusi harus ada.

    yang bisa dilakukan perorangan adalah memberi masukan positif kepada para TKW, mengkaryakan para calon tkw.

    tapi yang paling berperan adalah perhatian pemerintah, mustahil jika perwakilan pemerintah tidak mengetahui perilaku para tkw. ditambah lagi perlakuan pihak terkait yang menganggap TKW seperti sapi perah, dengan berebut real hasil keringat mereka.
    yang parah lagi para TKW/keluarga kurang memiliki pengetahuan dalam mengelola keuangan, yang berakibat mereka/keluarga menjadi konsumtif. effeknya yaa mereka harus giat mencari pendapatan termasuk melakukan hal2 negatif.

    Dalam pikiran mereka, jika sudah jadi TKW akan kaya, keluatga dirumah tianggal ongkag2 kaki.

    “export koq pembantu”

  4. Ane sendiri bekerja di marih sebagai professional pekerja migas… syg banget bahwa komunitas professional Indonesia di KSA hanya minoritas di antara jumlh TKW yg masif.

    Kenapa kita gak kirim tenaga2 pekerja laki2 dlm jmlh yg significant ke sini… catet salah satunya adalah lemah-nya pemerintah kita mengatur soal ini.. yg sy rasa penting jg adalah kendala bahasa.. kita lemah sekali dalam bahasa inggris dan berkomunikasi aktif pd umumnya..

    harus mulai dibenahin… urusan siti khomsa bisa hilang sendirinya kalo masalah yg lbh krusial diatasi..

  5. Mosok mung limang real Pak de ??
    5 x 3.000 lak limolas ewu….

    Limolas ewu adhoh2 lungo ndek Arap ??
    ndek ilod ae gak oleh sak mono…
    mosok podo karo kelas ban sepur wonokromo ??
    (iki kok malah bahas “tarif”…wekekekek)

  6. wah ini mah penjajahan moral,jelas sekali ini mencoreng nama bangsa,
    Tapi kalau pasang tarif 5000 real permalam boleh juga lah,masa 5 real murah amirrrr,mending pulang aja ke indo jadi simpananya om2,toh kerjanya sama aja malah dikasih rumah,mobil,apa gak asyik tuh,udah dapet duitnya dapet enaknya pula!!!

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin