Jurus Maut Lambaian Tangan Lorenzo : Berpengaruhkah Di Leman? | Bonsaibiker

Jurus Maut Lambaian Tangan Lorenzo : Berpengaruhkah Di Leman?

Ketika dulu Rossi masih di Yamaha, jelas Rossi sebagai juara tidak mau diklahkan juniornya, sementara Lorenzo jelas sebagai junior harus unjuk gigi mengalahkan seniornya demi mendapat pengakuan dari publik bahwa dia bisa jadi nomero uno. Dalam posisi ini Rossi pasti merasakan gansnya agresi yang dilakukan Lorenzo, penetrasi, dan juga intimidasinya, meskipun dalam tanda kutip mereka berdua masih satu pabrikan dan bahkan atu tim. Walhasil Rossipun minta beda kamar dengan Lorenzo.

Nah kini Lorenzo merasakan hal yang pernah dulu Rossi rasakan. Sebagai tim utama atau pabrikan ternyata Lorenzo juga bisa dibilang hampir keteteran melawan teman sepabrikannya sendiri walau hanya dari tim satelit. Ya, ketika di Jerez Dovizioso hampir menyalip Lorenzo di tikungan, namun Lorenzo melambaikan tangan pada Dovi sebagai pertanda J Lo tak mau disalip agar bisa konsen menghadang Stoner, dan inilah yang James Bons sebut  “JURUS MAUT LAMBAIAN TANGAN LORENZO”. Sejauh ini memang Dovi belumlah menyalip Lorenzo, tapi setidaknya performa bagus Monster Yamaha Tech 3 telah membuat Lorenzo merasa terancam. Konsistensi Curthclow dan Dovi ini belakangan memang terbukti begitu Jozz, dan bahkan jauh lebih Jozz dari Spies yang mendapat motor pabrikan. Dalam posisi ini Lorenzo merasakan apa yang pernah Rossi rasakan, yakni gansnya agresi yang dilakukan Dovi, penetrasi, dan juga intimidasinya, meskipun dalam tanda kutip mereka berdua masih satu pabrikan.

Nah sebuah hal menarik ketika di Leman Sore ini yang membuat penasaran dan menjadi tandatanya. Pertanyaannya adalah apakah Lorenzo akan mengeluarkan “JURUS MAUT” nya itu, ataupun juga “JURUS MAUT”-nya yang kemarin ia keluarkan masih berefek pada mental Dovi? Mengingat sebuah fakta bahwa pada kualifikasi kali ini Doizioso lebih depan daripada Lorenzo, yakni Dovi di urutan 3 sementara Lorenzo di urutan 4, mmmm maka banyak spekulasi bisa terjadi. Jelas kondisi ini akan terasa begitu runyam, Lorenzo merasa sebagai tim utama merasa harus diutamakan, sementara Dovi merasa sebagai start yang lebih depan harus lari dahulu. Nah jikalau jurus maut lambaian tangan itu membekas di hati Dovi, tentu Dovi akan mempersilakan Lorenzo untuk duluan, lebih-lebih andaikata itu juga dibrifing oleh pabrikan Yamaha agar Dovi mengalah, seperti dulu dilakukan Honda pada mendiang Simoncelli. Namun bila Dovi tak terlalu menganggap lambaian tangan itu, wow, balapan akan seru dimana duo Yamaha beda team akan beradu, setidaknya ini adalah sedikit riak-riak kecil yang bisa membuat MotoGP bersinar lagi setelah belakangan diberitakan redup pasca hengkannya Kawasaki dan suzuki serta redupnya performa Rossi dan Dcati.

%d bloggers like this: