Kenapa Memilih Rondo BMW

Kaum homosek sekalian aliashobi mobil seken, kali ini bahasan kita adalah seputar alasan keapa oang memilih rondo BMW. Sebelimkita ulas beberapakelebihan atau kekurangan serta kisaran harga monggo kita ulas secara keseluruhan dulu tentang seluk beluk BMW yan kata orang “BIAR MOGOK WIBAWA’ HAHAHA ini. Langsung saja beberapa alasan memilih BMW ini copas dari Kompasiana yang memang sudah lengkap gan artikelnya. Ya alasannya sebagai beikut:

h

250px-bmw_e60_front_20080515
250px-bmw_e60_front_20080515

I. Apa siy enaknya milih BMW ketimbang mobil lain?
Pertama, BMW sampai sekarang konsisten berpenggerak roda belakang.  Kendaraan berpenggerak belakang ini relatif unggul dalam segala  hal secara teknis.

(1). Ia tak akan kehilangan tenaga saat akselerasi. Karena saat  akselerasi, roda belakang akan terkena beban tekanan bodi belakang karena momentum pergerakan kendaraan sehingga membuat roda semakin menancap di  jalan dan membuat mobil serasa melesat saat diakselerasi. Ini beda dg kendaraan penggerak roda depan. Kebanyakan sedan  mulai era 90-an sudah pakai penggerak roda depan. Baik mobil Jepang maupun Eropa/Amerika.

Kalo diakselerasi, kendaraan berpenggerak roda depan secara teori akan berpotensi kehilangan daya tarikan awal. Karena beban mobil menumpu ke bagian belakang, bagian depan mobil akan serasa terangkat, sehingga roda depan yg digerakkan itu serasa kurang menapak dan bisa jadi spinning plus kehilangan daya tarik awal.

(2) Karena sistem teknis diarahkan ke roda belakang untuk digerakkan, maka roda depan hanya mendapatkan bagian untuk membelokkan mobil saja. Ini secara teknis lebih murah dan simpel dalam perawatan. Beda dengan mobil berpengerak roda depan, karena fungsi dorong dan fungsi belok ketemu jadi satu, secara perawatan justru akan ribet dan mahal karena sekali kena masalah biasanya akan sekaligus makan banyak parts.. Secara sederhana, orang banyak bilang demikian 😀

(3) Mantab dan predictable dalam handling. Mobil berpenggerak roda  belakang memang cenderung oversteer. Maksudnya, stir dibelokkan  dikit aja mobil dan langsung bereaksi, pada kecepatan tinggi ia  akan serasa membelok sangat tajam gitu alias sering dibilang ngepot karena bagian belakang mobil menjadi liar nyampluk ke sana-ke mari terkena dorongan tenaga mesin…

Ini memang kelemahan, karena kalo ngepot bisa nampar kendaraan atau benda di kanan-kirinya. Namun ini lebih kepada kelemahan yg dapat dikendalikan dan dapat dimanfaatkan. Kengepotan ini bisa kita koreksi dengan pengubahan sudut kemudi yg sangat terkendali sehingga bisa membuat mobil seperti membelok laksana di film-film laga itu 😀 Jadinya mobil bisa lebih enak buat nge-drift (ini  istilahnya). Kalo kita menguasai teknik safety-riding atau buat smooth-rally, mobil pengerak belakang gini cocok untuk melarikan diri/keluarga dari kejaran rampok 😀 *lebay dikit*

Dalam kecepatan sedang-rendah, mobil penggerak roda belakang akan membuat sudut belokannya lebih terarah dan predictable.  Istilahnya, apa kata otak dan tangan relatif bisa diterjemahkan roda kendaraan secara sempurna…

Beda dengan kendaraan penggerak roda depan. Saat dibelokkan, karena roda masih mendapat dorongan tenaga dari mesin, ia serasa  kurang mau belok alias nyelonong keluar alias understeer.. Intinya, beda penggerak depan dan belakang itu seperti mendorong atau menarik lemari gitulah… tentu semua paham bahwa mendorong lemari akan lebih ringan ketimbang menariknya 😀

Mengenal understeer dan oversteer dan teknik menanganinya bisa  dibaca di sini http://www.otomotif-modifikasi.info/mobil/beda-penggerak-beda-karakter.html atau sini http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?5582-understeer-amp-oversteer&s=e1e3e8af654fb4d291929df29bab17a9

Kelemahan mobil penggerak belakang adalah saat dijual baru. Biasanya, mobil penggerak roda belakang akan makan biaya produksi lebih tinggi ketimbang penggerak depan. Namun untuk saat ini, karena mobil penggerak depan sekarang juga sudah dirancang secara efisien, maka untuk pemakaian sehari-hari ia sudah oke banget koq..Dan juga bisa lari kencang sekali 😀

Hanya untungnya BMW (juga Benz) adalah, kita bisa mendapatkan mobil penggerak belakang dengan teknologi mumpuni dengan harga yg  jeblok 😀

Bahkan untuk versi Indonesia, BMW tahun 2000-an malah sudah ada  teknologi penyeimbang bodi secara elektronis atau ESC (Electronic  Stabilizer Control). Komputer mengatur sendiri penguncian/pengereman dan pelepasan keempat roda secara  independen menurut kebutuhan sehingga mobil bisa terlepas dari  kondisi ngepot yang membahayakan.

Kedua, enaknya BMW, meski di daerah, sudah banyak juga bengkel spesialis yg ahli khusus BMW. Ini masih lebih unggul ketimbang Audi atau Volvo, di mana bengkel independen spesialisnya masih belum merata sampai ke pelosok daerah 😀 Jadi meski kita berorientasi tetap ke bengkel resmi, untuk satu dan dua hal (kebanyakan satu dan dua hal ini selalu terjadi :D) bengkel independen spesialis tetap harus kita pegang referensinya  😀

Untuk Jatim jangan khawatir. Di Malang, di Cengger Ayam depan pondok Al-Hikam ada yg kondang itu. Dah 10 tahunan mereka berdiri. Di  Tulunggaung malah ada dua biji. Di Madiun juga ada. Di Yogya juga  melimpah. Tempat lainya tinggal nanya kawan-kawan BMWCCI.com nantinya 😀

Ketiga, enaknya BMW, secara umum ia relatif dibilang yg paling  sporti ketimbang brand kompetitornya. Namun ini masalah selera dan preferensi saja sebenarnya. Saya aja juga demen koq sama Volvo yg kotak gitu. Ada seni tersendiri di dalam desainnya 😀

Keempat, kalo sangat terpaksa anggaran mepet dan mesti ganti suku cadang yang gak bisa ditunda, mungkin karena ada kerusakan akut, suku cadang aftermarket-nya lumayan banyak tersedia. Hanya wajib disadari, biar bagaimanapun suku cadang aftermarket tentu beda  dengan orisinalnya. Hanya di BMW, suku cadang aftermaketnya tersedia mulai kualitas setara ori sampai yg bikin mobil lebih hancur juga ada.:D

Konon, di Benz, karena banyaknya ketersediaan suku cadang KW, membuat harga sekennya jauh lebih mahal ketimbang BMW pada umur dan spesifikasi dan kondisi yg setara, bisa 50%-100%++ di atasnya. Namun kami pikir ini justru keunggulan dalam mendapatkan BMW. Kita bisa mendapatkan BMW spek yg sama tersebut dengan harga lebih rendah plus ketersediaan bengkel independen dan spareparts aftermarket yg lumayan sama melimpahnya sampai ke pelosok daerah 😀

II. Anggaran segitu sebenarnya mepet banget.. tapi sudah bisa  banget dapet BMW
Anggaran 50 jeti segitu sebenarnya mepet banget untuk nyari BMW yang maknyuss, bebas perbaikan, dan tinggal pake alias tinggal beli bensin daninjek gas.. tapi duit segitu juga sudah bisa  banget dapet BMW lumayan okey plus sedikit sisa buat bonusan pajak or rawatan ringan pasca pembelian… Tentunya ini untuk BMW umur belasan tahun lho 😀

III. Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu”
Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu” agan/aganwati.. Maksudnya gini.. BMW dibagi ke tiga pakem besar…

A. Pakem Kelincahan. Diwakili oleh BMW seri 3. Biasanya yg suka seri ini lebih menginginkan BMW yg lincah, simpel/ramping, manuver enak, akselerasi okey, namun kenyamanan boleh sedikit dikorbankan. Maksudnya kenyamanan sedikit dikorbankan di sini bukannya BMW-nya  nggak nyaman. Namun sebagai seri terkecil tentu ruang kaki untuk  penumpang belakang di seri 3 tak selega seri-seri di atasnya.

Seri 3 cocok utuk yg suka mengendarai mobil sendiri atau dengan keluarga kecil (misalnya keluarga dengan satu atau dua anak kecil, tanpa baby-sitter atau satu baby-sitter satu saja gitu), trus untuk penggunaan jarak pendek atau menengah… Meski untuk touring jarak panjang  juga sangat amat okey banget…:D

Karena kebanyakan keluarga Indonesia suka mobil ramping, maka seri 3 justru menjadi seri terpopuler, baik baru maupun sekennya. Secara hukum pasar, maka harga sekennya justru yg relatif tertinggi ketimbang dua seri di atasnya (jika dilihat/dikomparasi dari sisi harga barunya). Apalagi pada seri 3 vs seri atasnya pada mesin yg  sama… (BMW sendiri mengakui, seri 3 adalah cashcow mereka…)

Konon, BMW adalah brand pionir yg membuat seri compact beginian. Karena larisnya seri 3, Benz mencoba berinovasi membuat Klasse-C, kelas compact untuk menandingi seri 3. Namun namanya bukan pionir, tetap saja untuk kelas kompak brand Eropa gini masih lebih populer BMW seri 3 😀

Pakem ramping/lincah seri 3 ini dibagi ke dua kebutuhan..
(a) Yg suka speed, misal yg demen bejek gas sampai 180-200kmh gitu or yg suka jalan di medan yg pegunungan (Malang, Jember, Sumedang, Yogya-Tasikmalaya) bisa ambil yg cc-nya gedhe.. semacam  323i (2500cc) 6 silinder. Jalan kenceng, di pegunungan enteng dan anteng… Sementara yang suka jalan sedang-sedang, bisa ambil 320i (2000cc) 6 silinder. Speed tentu di bawah 323i. Namun tetap aja masih kenceng.. Khas mesin 6 silinder BMW.. Meskipun sedang-sedang saja, kalo cuma jalan  140-180 kmh aja bisa banget… 😀

Cuma duit 50jeti untuk 323i belum nyampe gans.. pasaran yang lumayan okey masih 60an.. Ini juga biasanya masih perlu perbaikan di beberapa parts.. Kalo mau maknyuss bisa sampe 70-80an jeti… Untuk 320i mungkin masih bisa harga segitu.. cuma takutnya untuk sisaan perawatan masih diperlukan anggaran bulan depan dan depannya lagi gitu 😀

(b) Yg suka jalan santai dan ingin BMW irit bensin
, bisa ambil  318i. Ini seri BMW yg paling populer… 318i hanya menggendong  mein 4 silinder. Perawatan murah. Dan untuk 318i sebelum tahun 93 (kode mesin: M40) karena kompresinya rendah masih bisa nenggak premium. Lainnya itu aturannya siy mesti Pertamax. Anggaran segitu bisa saja dapet seri 3 kode bodi E36 dg mesin M40, yg bisa nenggak premium ini. Atau seri 3 dg kode bodi E30 (mesin sama M40), yg beberapa justru mengatakan ini yg modelnya “BMW beneran” 😀  Alias kaku-kaku gimana tapi asyik-asyik gitu… (secara desain,  mobil Eropa kan banyak dibilang lebih kaku dan “kurang berdesain”  ketimbang Jepang :D)

Seri 3 E36 (yg bodinya sama alias belum berubah) ada mesin baru yg lebih disempurnakan, namanya mesin M43. Ini penyempurnaan mesin M40, yg paling kelihat bedanya adalah di sisi injektor bahan bakar yg membuat mesin lebih bertenanga namun tetap efisien. Seliter bensin mesin ini bisa buat nempuh 12 km luar kota! Cuma untuk E36 dg mesin M43, duit segitu kayaknya blom cukup siy gans..

Meskipun bisa dibilang jalannya santai, kalo mo nandingi Great Corolla or Honda Accord Maestro aja kayaknya masih bisa nglewati itu bro.. Secara, jepang meski punya cc 2200-2400 kadang masih diisi mesin 4 silinder!

Pakemnya, bisanya mesin dg silinder banyak tarikannya kebih cepet.. Maklum, beban dibagi ke banyak letupan.. Ketimbang cc  besar tapi silinder sedikit, beban dibagi hanya ke sedikit letupan… Konsekuensinya, mesin dg silinder banyak tentu perawatannya lebih sedikit memakan biaya 😀

B. Pakem kenyamanan dan akselerasi. Ini diwakili oleh seri 5. Di  mata kami pribadi, seri 5 sebenarnya dalah seri yg “paling sempurna untuk duit mepet” seperti saya gini 😀 Intinya, seri 5 itu kenyamanan dapat, akselerasi/kecepatan juga dapat. 😀

Maksudnya, karena badannya lebih gambrot dan kebanyakan orang  suka yg seri 3, maka seri 5 harga jatuh banget. Ini yang membuat  penggemar seri 5 demen. Murah di belinya. Bayangkan, E36 320i  dengan E34 520i yang sama-sama menggendong mesin 6 silinder 2000  cc, harga seri 5 bisa terpaut 10 juta di bawahnya. Padahal kalo dilihat barunya, harga seri 5 mesin setara ini bisa 25-30% di atas seri 3…

Dengan bodinya yang lebih besar, tentu seri 5 memberikan  kenyamanan lebih ketimbang seri 3. Ruang kaki penumpang belakang lebih lega. Untuk ukuran rata-rata orang Indonesia yang 160an cm, ruang kaki (legroom) belakang seri 5 masih bisa dibuat  duduk sambil menyilangkan kaki 😀 Kayak bos gitu.. tapi lebih  tepatnya yg mimpi bos, soale mobilnya kan seken 😀

Hanya kelemahannya di seri 5, dengan mesin yang sama dia harus menggendong bodi yang lebih berat, ini tentu akan membuat tenaga mesinnya menjadi “pas-pasan” saja.. Dampak buruknya lagi, konsumsi  BBM juga relatif lebih boros ketimbang seri 3. Namun percayalah,  borosnya BMW itu sebenarnya nggak jauh beda dengan sebuah Kijang super yg ber-cc jauh lebih kecil!

Seri 5 juga dipecah ke dua pakem…
(a) Yang pingin nyaman dan santai, bisa ambil seri 5 yang 6  silinder 2000cc (520i). Ini seri 5 yang paling populer dan harga  jualnya relatif masih okey. Bisa laku 50an juta untuk yang  kondisinya bagus dan terawat. Namun rata-rata siy harga 520i ini cuma 35an juta. Kalo ada harga di bawah itu, cuma ada dua  kemungkinan. Orangnya butuh duit banget sehingga mobilnya yang masih lumayan bagus dijual murah; atau kalo nggak ya kondisi mobilnya acakadut.

Tapi biarpun dibilang jalan santai, santainya BMW ini kalo  140-180kmh aja ya santai lho 😀

Mobil yang acakadut sebenarnya nggak jelek, asal dijual murah banget. Ini cocok untuk yang suka restoring. Cuma memang biaya restoring ini nggak murah. Tapi bagusnya, kalo dah kelar kita serasa seperti dapet mobil yang baru keluar showroom dealer 😀

Untuk anggaran 50an, kalo mau mobil yang nyaman dan anteng, 520i  ini pilihan yang paling pas. sebenarnya 520i punya kelemahan krusial, ia bermesin tipe M50 namanya, belum memiliki teknologi anti-knocking sensor. Jadinya mesti pakai Pertamax harusnya. Kalo nggak ia akan ngelitik dan efek jangka panjangnya, cylinder-head dan stang  piston bisa melengkung. Kalo ada yang pakai mesin ini nggak ngelitik, takutnya mesinnya dan dioprek. Atau memang dari lahir sudah dipaksa minum premium, sehingga mesin jadi beradaptasi morfologis gitu kali ya? 😀

(b) Untuk yang pingin mobil bertenaga, bisa ambil 530i V8. Ya, V8! Untuk kondisi normal dia masih anteng di 60an juta, selisih dikit sebenarnya dengan 520i gitu… Namun untuk kondisi yg  kebanyakan, harganya bisa melorot di 45an juta.

530i V8 memang keren. Bayangkan, dengan duit segitu kita bisa dapet mobil V8 cuy… Jepang mana ada ini? Cuma 530i V8 memang kurang diminati secara pasar. Alasan paling umum adalah dia boros. Memang untuk dalam kota, seliter bensin cuma buat nempuh 5kman… Kalo luar kota baru dia bisa irit, seliter bisa buat jalan 7-9 km (meskipun di manual booknya bisa sampai  1:13km).

Namun kata boros di sini sebenarnya adalah lebih ke psywar makelar mobil untuk menjual dagangan lain mereka. Kalo dibilang boros, wong mesinnya 3000 cc… Bisa jalan hampir setara Kijang Super yang 1500cc kan udah bagus itu? Dengan tenaga super melimpah dan kecepatan super kencang, konsumsi bensinnya cuma selisih 100-200ribu (kurs setara) untuk jarak Kediri-jakarta yg paling cepat rata-rata ditempuh 14jam nonstop!

Cuma alasan lain yang bikin 530i ini kurang populer adalah spareparts-nya.. Bayangkan, sekali ganti busi samapi 8 biji! Kalau mau nuruti pakai busi bagus yang standar BMW, bisa 100rb sebiji,  total 800rb! Pasti bakal bikin berantem sama bini 😀 Ini belum parts lain yang memang harga aftermarket-nya pun tetap lebih  tinggi ketimbang mesin di bawahnya. Tapi sekali lagi, belanja segitu imbang dengan kemampuan, kenyamanan, dan kecepatan yang dikeluarkannya 🙂

530i adalah V8 cc terkecil sekaligus satu-satunya V8 pada masanya yang masuk ke Indonesia. Di versi luar negeri ada juga yang V8 4000cc. Namun sayangnya tak masuk Indonesia. Setelah 1997 atau pada generasi E39, mesin V8 baru dimulai dari cc 4000 (4500). Mesin BMW 3000cc diturunkanmenjadi 6 silinder. 530i memang cocok untuk yang benar-benar orientasi ke mengemudi dan melayani penumpang. Bayangkan, di jalan Kediri-Malang yang  nanjak-nanjak gitu ia seperti sama sekali tak kehilangan tenaga, serasa lewat jalan datar…

Masa produksi barunya, 530i V8 dibanding 520i 6 silinder konon populasinya seperti 1:20 unit… Tapi meski sedikit, mencari 530i V8 seken nyatanya masih dapet aja koq di pasaran seken 😀

Ada satu lagi opsi tambahan untik seri 5 E34 ini, yakni 518i yang  menggendong mesin 4 silinder 1800cc punyanya seri 3. Ini diproduksi untuk yang mencari kenyamanan, namun tak perlu jalan kenceng. Kelihatannya mesin 1800 cc ini memang lebih gedhe ketimbang mesin Toyota Great Corolla yang 1600cc… tapi ingat cuy, ini yang didorong adalah BMW seberat 1,5 ton! Bandingkan dengan sedan Jepang yang beratnya aja kadang “melayang ketiup  angin” 😀 *maaf lebay dikit, maksudnya ya berat mereka enteng aja* So, bisa habis tenaga itu 518i 😀 Tapi ya itu tadi, kalo mau saja ditinggal sama bus ekonomi, ya gpp berburu yang beginian. 😀

Mungkin karena underspec gini, harga 518i juga jeblok banget. Ditawarkan 35an jeti, ditawar bisa dapet 30jeti itu dengan kondisi yang  mulus bagus terawat 😀 Tinggal pakai pokoknya 😀

C. Pakem super nyaman. Ini didapat di BMW seri 7. Karena harganya  yang masih jauh di atas 50an jeti, maka saya tak terlalu membahas di sini 😀 Intinya, ini mobil bos emang. Panjang sumbu rodanya  (yang LWB-long wheel base) aja 30 cm lebih panjang ketimbang seri  5 😀 Bayangkan, kaki pasti bisa ongkang-ongkang di bangku  belakang.

***

Untuk BMW seri 3 dan 5 yang sudah berumur lebih dari 10 tahun,  BMW Indonesia memberikan program potongan harga spareparts orisinal sampai 50an persen koq… Jadi kalo mau ganti spareparts orisinal, harganya sebenarnya relatif terjangkau juga. Dengar-dengar, konon harga spareparts dan ongkos jasa bengkel BMW yg sedikit lebih tua ketimbang Toyota Corolla Altis malah lebih murah! Sementara, untuk lari dan kenyamanan, jelas Corolla Altis “tak ada apa-apanya” gitu 😀

Baik untuk semua seri mulai kode bodi E30 sampai E36, termasuk seri 3 dan 5 sebelum tahun 97an, di Indonesia tersedia transmisi manual dan automatic. Transmisi manual lebih nyaman di akselerasi dan cocok untuk turing luar kota. Namun yang ribet kalo jalan dalam kota 😀

Sementara transmisi matic tentu nyaman untuk dalam kota pun luar kota. Tapi transmisi matic ini memang dirancang agak memble. Maksudnya, komputer akan mengatur percepatan kendaraan lebih smooth, nggak mau nuruti kaki pengemudi. Kalo balapan jarak pendek sama Honda Jazz, jangan bingung kalo BMW Anda ketinggalan jauh di belakangnya! :)) Setelah tahun 97, BMW mengganti transmisinya dengan steptronic, gabungan matic dan manual, atau matic namun bisa dioper-oper seperti versi manual saat dibutuhkan.

***

Sebenarnya ada pilihan lain untuk mobil Eropa yang terkenal safety dan kenyamanannya dengan opsi harga seken yang murah selain BMW, yakni Volvo. dengan spesifikasi dan kondisi yang relatif sama, harga Volvo bisa 20-30% di bawah BMW. Jelas pedagang akan benci mendagangkan mobil ini, terlalu kemurahan, bisa menggerus keuntungan, dan serasa duit mati karena akan bisa superlama lakunya 😀 Tapi mobil ginian, tentu untuk di pihak pembeli.. dapet mobil bagus dg harga ajib murahnya 😀 Ini akan cocok sekali untuk pengguna yang memang antusias dan pingin memberikan perhatian lebih kepada kendaraannya.

Untuk yang tinggal di Jakarta, miara Volvo memang nyaman. bengkel spesialis melimpah, spareparts juga tinggal tunjuk mau model yang  gimana. Dan tak menguras kantong.Tapi untuk yang tinggal di daerah, Anda memang harus memastikan dulu ketersediaan bengkel independen yang berani dan bisa menangani mobil ginian.

Karena biar bagaimana, sekuat apapun namanya mobil juga pasti akan rusak. Takutnya nggak ada bengkel yang bisa nangani, Anda  justru kerepotan sendiri nantinya 😀 Soalnya meskipun prinsip dasar mobil itu sama, beda teknologi akan membuat beda penanganannya…

Dan syarat terpertama di atas hal-hal teknis tsb, memang kalo beli mobil Eropa, Anda kadang mesti siap “kalah tampang” dengan mobil Jepang. Bayangkan Honda Nouva atau Great Corolla juga bisa long-last time lho kekerenan bodinya 😀 Meski dengan teknologi yang banget apa-adanya :)) Nooffence aja siy, piss! 😀

Satu lagi kalo beli mobil Eropa, jangan berharap harga jualnya kembali akan tinggi. Orang belinya juga dapet murah 😀 Mobil Eropa memang cocok untuk dinikmati, dan jangan peduli harga pasaran. Kalo masih berharap mobil seken yang dijual kembali terhitung nggak rugi-rugi amat, saran saya justru langsung noleh saja ke mobil Jepang. Ini beneran lho… 😀

CMMIW, semoga berguna.
-Freema H. Widiasena, bapaknya Aleef Rahman Hadiwiyono-
Demen BMW sama Volvo, tapi yang seken saja 😀

PS: BMW memilik ciri penamaan XYYi, yang mana X adalah kelas mobil  (yakni 3, 5, dan 7 untuk tahun tua. Di mana semakin tinggi  angka adalah semakin besar ukuran bodinya dan tinggi kelas  mobil/semakin berat fitur canggihnya). Ini berkembang ke seri 1  juga di tahun muda) dan YY adalah kapasitas mesin dalam desiliter. Sementara “i” adalah electronic fuel injection. Jadi  320i adlaah seri 3 dengan 2000cc, atau 520i adalah seri 5 dengan  2000cc.

Ada BMW 323i, dia adalah seri 3 dengan 2300 cc (harusnya). CC  aslinya adalah 2500cc, namun kemampuan tenaganya oleh BMW dalam ukuran mereka disetarakan dengan kelas 2300cc. Jadi namanya  disebut 323i 😀 Dan ada beberapa BMW dengan penamaan yang agak  berbeda dg cc sebenarnya ini. Namun (masalah penamaan) ini tak  terlalu signifikan dalam hal pengaruh nilai sekennya 😀

Untuk BMW baru berjenis SUV, penamaannya adalah XN. Dimana X menunjukkan kelasnya yang SUV (BMW menyebutnya SAV-Sport Activity Vehicle), dan N adlah kelasnya. Dimulai dari X1 di kelas terkecil, kemudian X3,d an X3. Ada lagi seri Z, yang ini khusus roadster.

BMW menyebut generasi bodinya dengan kode. Jadi ada Seri 3 E21 yang beredar tahun 75-93; E30 yang keluar tahun 82-94; diteruskan E36 yang keluar tahun 90-99; E46 tahun 99-05; dan E90 05-sekarang. Seri 5 ada E12 yang keluar tahun 75-81; E28 tahun 81-88; E34 yakni generasi tahun 88-96; E39 97-03; E60 03-10; dan terbaru adalah F10. Demikian juga dengan seri 7 atau seri X. Referensi lebih lengkap silakan mengunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/BMW_3_Series atau http://en.wikipedia.org/wiki/BMW_5_Series Ditulis juga di FB saya http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150219391705400

http://teknologi.kompasiana.com/otomotif/2011/04/11/memilih-bmw/

Advertisements
Advertisements

21 Comments

  1. BMW yg harganya jeblok sedan semua modelnya ya pak bons, ga ada yg mpv gitu hihihi…?
    imho rata” yg nyari mosek ya spesies mpv hari gini mah pak.

  2. mas Bayeriche Motoren Werke.
    dari segi kenyamanan, mobil penggerak belakang lebih nyaman n stabil.
    dari segi efisiensi bahan bakar, penggerak depan lebih irit. karena dari gearbox langsung disalurkan dari porosnya/as keroda. Berbeda jika gerak blakang, dari gearbox diteruskan melalui as kopelnya ke gardan, dan dari gardan lanjut keroda.
    Dari segi akseleri awal, penggerak belakang lebih beruntung. Karena beban tekanan pindah kebelakang dan ban tidak kehilangan traksi sehingga minim spin, mobil sperti loncat. Apalagi ban blakangnya pake model gambot. Konsekuensinya, pantat buang kiri buang kanan. Apalagi kalo bukan Limited Slip (kedua roda belakang sebagai penggerak). Kalo cuma penggerak blakangnya cuma salah satu, mobil bisa mlintir. Berbeda jika berpenggerak dpan, mobil spin seolah olah jalan ditempat. Cit cit cit… Banyak tikusnya. Kmungkinan mobil jadi liar slonong sana slonong sini bisa diredam dengan mengatur stirnya spy tetap lurus… Apapun mobilnya, trgantung selera dan duit. Hehehhehhee…

  3. semenjak beli mobil erpa (bmw),sekarang jadi makin cuek nglirik brand jepang. hmmm nyaman betul. memang mobil ini untuk dinikmati, tidak untuk digonta ganti. insyaallah kalo ada rejeki lebih, upgrade nya juga ke eropa lagi deh.. Nge-drive dengan BMW? hmm maknyusss bangett. Terserah deh apa kata penggemar mobil jepang.

  4. om bons ko di iklan bmw 318i thn 86 an ada yg dijual dbwh 20jeti ya?katanya sih istimewa. kira2 bener tu iklan ya?

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin