Sebuah Renungan: Kenyataan VS Perasaan..

By: Ny. James Bons

Lam kenal nih mas bro sekalian. Kali ini saya mencoba share tentang kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Hanya saja tema nya terbatas pada kasih sayang yang benar-benar murni untuk membesarkan anak-anaknya dengan mengedepankan kenyataan daripada perasaan.

Tahukah brader sekalian, bahwa kenyataan terkadang membuat para orangtua menahan atau menekan perasaannya. Misalnya, ketika kita masih kecil selalu berbuat ulah, tidak menurut, slalu membangkang, tidak mau dinasehati dan lain sebagainya. Tapi apa yang diterima oleh kita, seorang ibu tetap saja mau memandikan, menyuapi makanan, menyiapkan pakaian yang nyaman.Seorang bapak, tetap saja berusaha mencari nafkah untuk membelikan barang kesayangan anaknya seperti sepeda, atau motor ketika beranjak dewasa. Meski didalam hati mereka amat berharap prilaku jelek si anak kelak bisa berubah.

nenek
nenek

Namun ada juga sebuah kenyataan yang berupa keadaan hidup yang jauh dari keberadaan. Kondisi ekonomi keluarga terkadang membuat  orangtua merelakan anaknya jauh. Meski ada perasaan tidak tega, namun dengan keadaan demikian orangtua berusaha mendidik sang anak untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, memberi kesempatan pada anak-anaknya untuk belajar hidup dan memahami arti kehidupan.

 Seperti yang dialami sendiri oleh mas bons. Sejak SMP hingga SMA ikut tinggal bersama kakaknya di Madiun. Setelah itu kuliah dijakarta dan tinggal dirumah sepupunya di Bekasi. Bahkan sampai saat ini, ketika sudah berkeluargapun harus tetap jauh dari orangtua karena tuntutan pekerjaan. Rasa rindu, tidak kerasan dan ingin segera pulang senantiasa ada di benak mas bons. Tapi semua itu berusaha dikesampingkan demi keberhasilan serta harapan membahagiakan orangtua bisa terwujud.

Hampir sebulan yang lalu ibu mas bons dilarikan kerumah sakit akibat terjadi pendarahan diperutnya. Dan sebelum dilakukan operasi, mas bons sempat 2 hari menginap di rumah sakit yang akhirnya tidak bisa berlama-lama karna banyak tugas yang menunggu.

Sesaat mas bons bercerita kepada saya tentang pertemuannya dengan sang ibu beberapa minggu yang lalu, dengan tatapan hampa ia berkata kepada saya: “waktu aku pamit pulang, ibuk melihat aku sampai kehujung penglihatannya..sampai aku menoleh kebelakang, aku lihat dia masih melihat aku dari kejauhan,mungkin saat itu dia berpikir bisa bertemu aku lagi atau tidak..

Miris memang, saya tidak tahu jika hal tersebut terjadi kepada saya apakah bisa setegar mas bons atau tidak. Dan saya juga yakin, dalam hati ibunya pasti sangat menginginkan anaknya slalu berada disisinya, tapi itulah, kenyataan membuat hati seorang ibu memendam rasa demi keberhasilan anaknya.

Jika teringat syair lagu , “kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa..”, ternyata memang benar adanya.

Semoga cepat sembuh ibu..”

Dan semoga tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini bisa bermanfaat ya mas bro…,thank’s for all..

Advertisements
Advertisements

10 Comments

  1. semoga ibunda pak bons diberikan yang terbaik..
    tak akan cukup waktu untuk mengingat kebaikan seorang ibu.
    terkadang ketika ibu cuma mendapatkan sepotong ayam dari tetangga.seringkali berbohong.iki le maemen wae.ibu wis bar maem.

  2. Syafahallah..

    hampir sama dengan saya yang sejak lulus sma hanya setahun sekali bertemu ibu.. karena nafkah saya diperantauan, disaat ibu sakit & masuk rumah sakit biasanya saya juga baru memaksakan diri untuk mudik diluar jadwal mudik lebaran.. semoga Allah mengampuni saya 🙁

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin