Ini Lo Bedanya Srtategi Dagang Otomotif Thailand dan Indonesia | Bonsaibiker

Ini Lo Bedanya Srtategi Dagang Otomotif Thailand dan Indonesia

otomotif thailand

otomotif thailand

Hemm bukan barang baru lagi bahwa antara Thailand dan Indonesia sering terjadi rebutan kue otomotif, entah sebagai produsen atau sebagai pasar. Di sektor motor bolehlah Thailand menang dari sisi produksi, tapi sektor mobil kayaknya Thailand meski berjuang keras gan apalagi sektor pasar, mm jelas beraat mengalahkan Indonesia! Nah kini salah satu uapaya Thailand untuk merebut perhatian dunia adalah dengan berambisi menjegal Indonesia yang tahun ini mengincar penjualan setahun 1 juta unit untuk mencatatkan diri sebagai negara dengan pasar otomotif terbesar di ASEAN.

Nah ketika Indonesia rame-rame menaikkan DP karena instruksi pemerintah untuk menkan laju pertumbuhan jumlah kendaraan demi menjaga keseimbangan jumlah kendaraaan dan jalan, lain lagi Thailand, justru disana rame-rame memberi insentif pada tiap pembelian produk otomotif. Tengoklah “Thailand International Motor Expo 2012” di Muang Thong Thani, 29 November -10 Desember 2012 merupakan peluru pertama sebagai senjata pamungkas bagi 38 merek mobil dan delapan sepeda motor untuk menggenjot penjualan sebagaimana diulas Kompas. Apalagi, tahun ini menjadi periode terakhir insentif pemerintah berupa potongan harga sampai 100.000 bath (Rp 30,1 juta) untuk pembelian kendaraan pertama.Di sini pemerintah Thailand membatasi seluruh transaksi hanya pada tahun ini. Tetapi, konsumen yang mau beli kendaraan pertamanya tetap bisa menikmati insentif meskipun kendaraannya baru dikirim tahun depan. Menariknya, insentif sudah berlaku meski konsumen baru mengeluarkan uang pangkal (DP) kepastian membeli.Insentif potongan harga ini diberikan khusus bagi mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah dan kendaraan pikap yang dibandrol tidak lebih dari 1 juta bath (Rp 301,1 juta). Pihak penyelenggara pameran Kwanchai Paphatphong menyatakan, total 60.000 meter persegi ruang pameran sudah habis terpesan seluruh peserta.Sepanjag 12 hari pameran, penyelenggara menargetkan setidaknya 50.000 unit kendaraan bisa terjual, naik dari tahun lalu hanya 30.000 unit. Jumlah ini terdongkrak karena insentif yang masih berlaku sampai akhir tahun. Jumlah pengunjung juga ditargetkan naik menjadi 1,6 juta dari sebelumnya 1,3 juta orang. Nilai transaksi diperkirakan menyentuh 170 juta bath dari sebelumnya 150 juta bath.

Nah satu hal yang nampak, bahwa Thailand khawatir betul basis produksi otomotifnya baik mobil atau motor pelan-pelan bakal pindah ke Indonesia karena memang pasar Indonesia lebih empuk, setidaknya usaha di atas adalah sebuah ketakutan yang nyata dari Thailand. Cuman ya gitu,kita konsumen di Indonesiaperasaan dirugikaan mulu sementara konsumen di Thailand yang dari dulu sudah enak dengan harga motormurah,alamakkini makin dintungkan dengan Insentif ini, Kok bisa ya?

Produsen motor juga ikut unjuk kebolehan.

%d bloggers like this: