Mudik Peke Motor, Antara Faktor Ekonomi Dan Kebutuhan Disela-sela Ancaman Maut | Bonsaibiker

Mudik Peke Motor, Antara Faktor Ekonomi Dan Kebutuhan Disela-sela Ancaman Maut

mudik motor

mudik motor

Menarik diskusi di Metro TV Pagi ini tentang segala sesuatunya yang menyangkut mudik. Terutama sekali mudik dengan menggunakan motor. Menurut sumber dari kepolisian yang diungkap dalam diskusi tersebut tahun ini jelas jumlah mudikers pakek motor melonjak tajam, demikian pula kecelakaan meningkat drastis. Kalau tidk salah tak kuran gdari 80% kecelakaan yang terjadi selama mudik dan balik melibatakan mudikersyang pakek  motor ini. WOw sunguh sebuah realita yang sangat amat merisaukan.

Padahal berbagai upaya telah dilakukan, mulai dengan himbauan dari kepolisian untuk tidak mudik pakek motor, lalu pengadaan jasa angkutan barang untuk membawa motor ke luar JKT, kemudian bahkan beberapa instansi malah menyediakan jasa angkutan gratis bagi penumpang dan sekaligus motornya.

Faktanya mm jauh dari harapan.

Nah disini memang beberapa kemungkinanbisa saja terjadi. Pertama jelas membayar tiketkereta atau bus untuk udik memang kelewat mahal, bayangkan angka untuk kelas executive tak kurang dari Rp. 550.000 tujuan Jatim, itupun kalau tiket masih ada, demikian kelas bisnis dan ekonomi tiketnya keburu ludes. SEmentara angkutan bis ke Jatim kelasexecutive tak kurang dari Rp 450.000,pun juga tiket bisa saja habis. Bisa bayangkan uang segitu dikalikan 2 atau 3 atau sejumlah anggota keluarga.

Nah ketika mudik pakek motor hanya habis bensin tak lebih dari Rp. 100.000 itu pun bisa membawa 2 orang dan bahkan bisa membawa anak di tengah atau di depan, “yang meski oleh pemerintah dilarang”, tetep sajamasih banyakberseliweran di jalan. Jauh sekali beda secara prinsip ekonomi biaya mudik pakek angkutan umum dengan pakek motor.

Hasilnya ya itu ribuan bahkan jutaaan mudikers tetap pakek motor dengan risiko diintai maut,so bagaimana menurut sampean?

 

%d bloggers like this: