Lagi-Lagi Motor Dianggap Salah dan Sumber Masalah,Lagi-lagi Pula Pemerintah Hanya Mebatasi Belum Sepenuhnya Bisa Memberi Solusi | Bonsaibiker

Lagi-Lagi Motor Dianggap Salah dan Sumber Masalah,Lagi-lagi Pula Pemerintah Hanya Mebatasi Belum Sepenuhnya Bisa Memberi Solusi

mudikmotor2

mudikmotor2

Demikianlah Judul  laman Tempo di Internet “Jarak Tempuh Sepeda Motor Bakal Dibatasi” tepatnya di http://www.tempo.co/read/news/2012/09/03/122427254/Jarak-Tempuh-Sepeda-Motor-Bakal-Dibatasi

Ya, dari sumber tersebut diberitakan :

Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia berencana menerbitkan aturan yang membatasi jarak tempuh kendaraan roda dua. Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto mengatakan, hal ini dilakukan karena sepeda motor lebih berisiko celaka saat menempuh jarak jauh.”Terutama saat melampaui 200 kilometer.” kata dia dalam rapat evaluasi mudik lebaran 2012 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 3 September 2012.

Kepolisian, kata Pudji, akan menyiapkan aturan khusus sepeda motor agar tidak melampaui jarak yang melebihi kemampuan mesin. Ia mencontohkan salah satu poin aturan itu akan melarang sepeda motor bernomor polisi B (Jakarta) untuk memasuki daerah Bandung (nomor polisi D). Selain itu polisi akan menindak pengendara sepeda motor yang membawa muatan berlebih karena membahayakan keselamatan.“Untuk poin yang lain, kami meminta masukan dari semua pihak sebelum aturan ini terbit, ,” ujarnya.

Dalam catatan Kepolisian disebutkan, jumlah sepeda motor yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2012 mencapai 2.514.634. Angka ini naik 6,16 persen dibandingkan 2011 yang mencapai 2.368.720 kendaraan. Sedangkan jumlah mobil pribadi mencapai 1.605.299 unit, naik 5,60 persen dibandingkan 2011 yang mencapai 1.520.150 unit.

Sedangkan kasus kecelakaan saat mudik 2012 mencapai 4.744 kejadian, dengan jumlah korban jiwa 779 orang. Dari jumlah itu, terdapat 62 kasus kecelakaan di jalan tol dengan korban meninggal 10 orang, luka berat 31 orang, dan luka ringan 78 orang………………………………………………………………”

Yang patut dijadikan catatan adalah betul sekali memang lagi-lagi motor sumber masalah dan kecelakaan,data diatas memang bukan isapan jempol, belaka. Saat mudik JamesBons melihat sendiri dengan matakepala, yakni ketika macet di daerah Ungaran Semarang, James Bons yang bawa Blazer hanya bisa pasrah sambil sesekali menghirup bau kopling yang sudah mulai kebakar akibat lamanya macet di tanjakan. Saat itu motor dengan tidak sabarnya nylonong mak seet ke daerh kosong,yang sempit dan saking nafsunya dia tak bias ngerim dan melompat ke got sedalam hamper 2 meter selebar 2 meter. Kejadian ini yakin paling ringan karena tak melibatkan orang lain dan patut dicatan ada ratusan kejadian sejenis bahkan lebih parah.

Jelas pemerintah  telah memikirkan banyak solusi, mulai dari pengerahan armada kapal laut TNI,Pengerahan Truk untuk mengangkut motor mudik. Uaha ini juga didukung banyak instansi yang memulangkan pegawainya secarakolekttif dengan bus,demikian pulabanyak pabrik memberikan mudik gratis.

Namun semua itu ternyata belum cukup untuk mengusung seluruh mudikers yang jutaan jumlahnya. Wal hasil waana pembatasan jarak tempuh motorpun muncul. Mmmmm memang sepintas hingga sejuta pintas bisa mengurangi angka kecelakaan laulintas yang melibatkan motor. Namundi sisi lain boleh jadi ini adalah kabar buruk  bagi para bikers.

Touring bikers boleh jadi akan musnah di muka bumi Indonesia ini. Lha terus yang gak kebagian tiket bis/keretalalu gak keangkut sama Instansi, kemudia yanggak kebawa ama TNI haruskah ngowoh di Jakrta menyaksikan yang lain bias mudik? Apakah mudik meman harusdihapuskan?Padahal mudik bias menguras perputaran uang yang selama ini hanya di kota besar khususnya ibu kota, menjadi merata dibawa ke kampong-kampung.

Hayo monggo urun rembug, pemerintah masih membuka kran usulan lho spa tahu usulan sampean diperhatikan dan memang bermanfaat!


28 thoughts on “Lagi-Lagi Motor Dianggap Salah dan Sumber Masalah,Lagi-lagi Pula Pemerintah Hanya Mebatasi Belum Sepenuhnya Bisa Memberi Solusi

    Kebijakan yang aneh, ane hampir tiap 2minggu sekali pulang jakarta-bandung.
    Mending bikin kebijakan surat jalan aja, ato bikin kebijakan pembatasan cc, sim berjenjang, pembatasan penumpang,
    terutama pada saat mudik….
    Soalnya pelanggaran terbanyak terjadi pada saat mudik…
    Pembuat keputusan yang terhormat itu adalah rata2 para mobilis yang pake supir, coba seperti ane, pak bons dll yg biker juga mobilis…. Ga tau kalo transportasi massal d indonesia ini menjijikkan… Sama sekali ga aman, apalagi nyaman, so motor kan tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakt menengah kebawah… 🙁

      brigade jalan raya
      on said:

      Bagus juga surat jalan itu. Biar ribet tapi bisa nyaman buat lalu lintas kenapa tidak. Harus siap tuh birokratnya. Jangan malas-malasan dan main belakang. Lagi lagi birokras. Hehei 🙂

    la pye,,, ntar gak bisa touring2 lagi dong…
    mematikan usaha kecil juga,,, kebijakan gak masuk akal…
    http://chozinahmad.wordpress.com/2012/09/04/kendaraan-masa-depan-mobil-melayang-bakal-jadi-kenyataan/

    mendingan perbaiki dulu angkutan masal,,, angkutan masal yang murah, aman nyaman,,,

    polisi lg cari duit

    brigade jalan raya
    on said:

    Jadi ingat peristiwa haji waktu lempar jumrah. Tiap tahin ada ajah yang wafat. Dari 2 juta orang sekian kecil dari mereka wafat karena kurang kuat menempuh semua kegiatan haji. Akhirnya dengan perhatian yang sungguh dan perencanaan yang tepat, sekarang jumlah kematian berkurang. Tentu dengan ada dana yang melimpah tersebut mudah bagi pemerintahnya membuat dan mengembangkan infrastruktur yang super megaproyek tersebut.

    Kalau arus mudik hanya boleh menggunkan kendaraan selain motor pada jarak tertentu, ya harus bener bener dioptimalkan perangkat pembantunya, terutama angkutan umum yang masih terbatas.

    strngman
    on said:

    nunggu aja gmn jadinya ntar….nasib sepeda motor 🙁

    gak akan ada lagi touring / expedisi kayak RoF.
    anak2 club, gak boleh lagi touring2 jauh.
    gak ada lagi impian touring ke nol kilometer aceh.
    tapi…. kayaknya kalo naik H***** masih boleh deh…. 😀

    ada2 aja membatasi jarak tempuh sepeda motor…kalo infrastruktur jalan, angkutan massal ud jos serta aman yah memang mending naik kendaraan umum…ini juga kabar buruk buat wirausahawan yang belum mampu beli kendaraan roda 4 atau lebih…banyak pedagang kecil yang menempuh jarak ratusan km demi memutar roda bisnisnya…hmmm..semoga gak jadi diberlakukan dulu..benahi dulu jalan raya dan teman2nya termasuk kelayakan angkutan umum..baru deh membatasi jarak tempuh sepeda motor…oh ya..nanti jangan2 ada diskriminasi nih..yang dilarang cuma yang cc kecil..sedangkan moge gpapa..hahahaha…:D

    kudalumping
    on said:

    aku ga setuju dengan peraturan KONYOL ini,,

    kalo di liat lagi,,,, batas kemampuan mesin 200km,, edan,, motor ane tak pake 500km lebih fine2 aja,,

    lebih baik perbaiki infrastruktur,, sebenere apa sih ujung masalahnya, kalo ga dari infrastruktutr jalan yang masih amburadul, macet dijalan karena apa sih 😕 ane liatnya malah gara gara angkutan umum yang ga disiplin ngetem sembarangan, berhenti seenaknya sendiri, angkutan2 berat yang ga sesuai dengan tonasenya, sampe kalo ada tanjakan ga bisa naek,
    kenapa jadi motor yang selalu dikambing hitamkan 🙁

    kenapa pada ga mau pake angkutan umum yang disediakan 😕
    jawabannya,, emangnya angkutan umum yang ada sudah bisa dianggap memanusiakan manusia ?
    coba yang bikin peraturan suruh mudik naek kereta ekonomi, ato kapal ferry,, mau ?

    lama2 negara ini jadi aneh…

    Haha, ini berlaku buat orang jakarta, yg klo hari libur sabtu minggu selalu bikin macet di kawasan puncak, bandung, dan sekitarnya. Makanya dibatasi, Liburan di jakara adanya ancol doank sih.. wkwkwkwkwk, Ngakak guling2.

    aturan tdk akan berlaku buat yang punya herly davidson,bmw, ducati dstnya / mtor premium k atas/ mtor2 pjabat / mtor2 pengusaha.d Pastikan buat klas menengah k bawah aj???

    we mumet pokokmen

    Kenapa pada ribut ngurusin motor sih pemerintah, mereka kan cari makan di jakarta, kalo ga mau kayak gitu … ibu kotanya aja yang dipindah pelan2. Katanya pengen Jakarta longgar, di indonesia masih banyak koq jalan yg belum diaspal … itu tandanya tanahnya masih luas … Wahai pemerintah, Indonesia bukan jakarta doang!
    Makanya para pejabat jangan jadi koruptor, kalau saja di daerah asalnya bisa menjamin lapangan pekerjaan ngapain repot2 ngerantau … Ane salah satu yg terbuang dari kampung halaman dan terpaksa harus merantau.

    Nggak setuju blas!nantinya pasti banyak bidang usaha di aksesoris otomotif yang bakalan gulung tiker.yang jualan box givi,shad,kappa,dll,yg jualan boots,jaket,sarung tangan,rompi,dll yg banyak banget ga bisa disebutin satu persatu.buat apa beli aksesoris macem2 kalo motor itu cuma bisa dipake komuter rumah ke tempat kerja?mending beli sepeda ontel aja sekalian.orang jg bakalan mikir buat apa beli motor cc besar,mendingan beli motor matik aja buat pergi ke pasar,beli CBR,ninja,Vixion,Pulsar,Tiger,Megapro dll buat apa?lha wong cuma dipake kurang dari 200 KM?hehehe…pemerintahnya keblinger.imbasnya bakalan gede banget ini.Mau nurunkan angka kecelakaan?mbok ya sistem pembuatan SIM di negeri ini dibenerin dulu.diperketat,dipersusah,diadakan penjenjangan,jadi orang ga langsung lompat ke motor CC besar seperti ninja 250 atau CBR 250,sekarang ini kan banyak alay yg ga pake peralatan safety memadai kebut-kebutan pake motor yg barusan saya sebut.kalo lihat cara orang bikin SIM kan yg penting bukan knowledge berkendaranya tapi duitnya yang dibawanya.wani piroo???bayar aja ke polisi jumlah sekian,anda tinggal duduk manis nunggu tu SIM bakalan jadi deh.. Masa kayak gini nyalahinnya bikers klo kecelakaan jadi banyak dijalanan?

    Polisi (pemerintah) digaji dari uang rakyat (bener nggak ya..?), kerja mereka nggak beres tapi rakyat yang disuruh nanggung.

    Jalan rusak, rambu nggak jelas, rambu tumpang tindih, bikin SIM nembak, pengaturan transportasi umum berantakan, sopir angkot tembak, dll memperlihatkan ketidakberesan kerja tapi lagi-lagi rakyat yang ‘harus’ disalahkan…kok jadi kayak penjajah mentalnya.

    Mending nggak usah bikin aturan aneh-aneh, emang lagi ngelempar umpan untuk dapet ikan lain yang lebih besar atau memang ada rencana untuk dapat tambahan penghasilan dari mutasi??? jadi suudzon kan 🙁

    Udah aja benerin yang ada sekarang. Bikin SIM nggak boleh nembak, aturan lalu lintas ditegakin, sarana lalu lintas dibenerin, jalan dibenerin, ntar juga jadi rapi dengan sendirinya….

    saatnya ganti motuba . . . .

    keep brotherhood,

    salam,

    selama belum ada angkutan umum yg layak dan murah kayaknya gak bakal ngaruh peraturannya

    benahi dulu sistemnya
    1.perketat pembuatan SIM.seperti dinegara maju
    dari sini awal mental safety riding terbentuk.
    sekarang saking mudahnya dapet sim.baru belajr ngegas aj udah dapet sim.akhirnya nabrak..jederr
    2.perbaiki transportasi umum..apa nggak ngeri dihantui rasa takut penjahat dalan angkot
    3.perbaiki jalan.banyak yg gara2 menghindari lubang malah jadi ganjal ban truk
    4.adakan uji kir untuk motor.ini sangat penting.karena banyak celeng2 yg pake motor tanpa sein, spion atau mika rem putih yg menyilaukan

    menjadi dilema tersendiri 🙁

    mustawa Eka
    on said:

    saya juga salah satu pemudik yg mempunyai kampung di purworedjo jawa tengah.
    kita juga g mau sebernya mudik pake motor,tapi gimana lagi.kalo lebaran hari tiket bus bisa ngelonjak smpai 200%,coba fikir pemerintah jangan cuma bisa bikin peraturan aja tanpa memberi Solusi.makasih dari Eka BBSC ( Bekasi Bikers Sport Club )

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: