About these ads
jump to navigation

Sungguh Luar Biasa Romantisme Yang Engkau Pancarkan Bapak, Selamat Jalan Bapakku Tercinta! 3 Januari 2013

Posted by Bonsai Biker in Berita Umum.
Tags: ,
50 comments

Susah untuk merangkai kata gan, tangan gemetar, air mata mengalir deras, hati tak menentu, demikian yan terjadi pada James Bons detik ini. Sekitar 4 minggu lalu Ibu James Bons yang berusia 77 tahun menderita sakit parah. Pagi itu Bapak James Bons yang telah berusia 92 tahun kami mandikan lalu kami sandingkan dengan Ibu yang sebelumnya juga telah kami mandikan.

69754_172083116158652_325964_nSaat bersandingan itulah mereka berbincang:
Bapak, “Sampean kok sakit gitu, dan aku sudah tua renta begini, nanti siap duluan yang bakal Meninggal?”
Ibuk, “Ya saya dulu dong Pak kan saya yang sakit!”
Bapak, “Ya saya duluan dong kan saya yang lebih tua 15 tahun dari sampean!”
Lalu mereka berdua berpandangan sambil berkata, ” ya udah kita meninggal bareng aja yuk!”
Sambil tersenyum sling berlirikan mereka berdua mengangguk untuk janjian pulang ke hadirat Ilahi.
Tepat tanggal 4 Desember Ibunda James Bons Meninggal dunia terbebas dari semua derita yang dihadapinya. Sejak saat itu Bapak seperti kehilangan pegangan. Beliau telah pikun, hanya sesekali beliau ingat bahwa Sang permata hati telah meninggalkannya. Namun ditengah kepikunannya itu rupanya beliau merasakan betul separuh nafasnya telah hilang.
Entah apa yang beliau rasakan dan pikirkan, sejak kepergian bunda tatapan matanya selalu kosong, pikirannya selalu melayang entah kemana. Boleh jadi otaknya tidak mampu mengingat apa yang terjadi, namun hatinya ternyata masihlah menyatu dengan bunda.
3 hari lalu Bapak kedinginan masuk angin, kamipun segera bawa ke dokter. Obat yang diberikan hanya ala kadarnya, wong memang bapak tidak menderita sakit parah kecuali hanya masuk angin kedinginan. Dalam dua hari ini Bapak masihlah sempat bisa diajak ngobrol sambil sesekali ngorok ketiduran. Namun tepatnya kemarin tanggal 2 Januaari 2013 bersamaan dengan tenggelamnya  matahari, bapak tertidur, namun tidak ngorok seperti biasanya, beliau tertidur untuk selama-lamanya, menyusul sang ibu, menepati janjinya untung meninggal bersama-sama. SUngguh sebuah romantisme yang terpancar dengan luar biasa.
Bapak! selamat jalan, do’a kami para anakmu akan selalu menyertaimu, sepanjang hidup kami, hingga kami menyusulmu!

Mohon brader sekalian keihlasan doanya mengantar kepergian Bapak Mubin Sanusi Bin Anom!

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.761 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: