About these ads
jump to navigation

Pro Kontra Duduk Samping Wanita di Motor 6 Januari 2013

Posted by Bonsai Biker in Berita Umum.
Tags: ,
34 comments

By: Ny. James Bons

Berita yang saat ini cukup hangat dibahas diberbagai media pemberitaan salah satunya adalah tentang pro dan kontra  rencana Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang akan memberlakukan pelarangan bagi wanita untuk duduk terbuka atau mengangkang saat dibonceng sepeda motor. Bukan tidak beralasan bagi Pemkot Lhokseumawe untuk memutuskan kebijakan ini mas bro. Alasan Pemkot tersebut adalah wanita  yang duduk ngangkang di atas sepeda motor dinilai tidak sesuai dengan Syariat Islam dan adat istiadat setempat, karena bisa menjatuhkan martabat perempuan itu sendiri. Maka wanita diharuskan duduk menyamping bila dibonceng sepeda motor. Namun menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan, mengatakan, dalam Syariat Islam tidak ada aturan yang secara jelas membahas perempuan duduk ngangkang.

Bagi beberapa kalangan, duduk samping memiliki nilai plus yaitu para wanita bisa menjadi lebih feminim dan anggun. Namun ada juga yang melihat dari segi keamanan dalam berkendara nih mas bro.seorang pembonceng yang duduk menyamping, membuat risiko kecelakaan menjadi meningkat. Karena duduk samping ini membuat motor jadi tidak seimbang. Seperti yang dituturkan oleh HSE dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, bahwa  peraturan duduk terbuka bagi wanita Aceh akan membuat peluang terjadinya kecelakaan menjadi besar, maka peraturan tersebut  juga harus menambahkan faktor keselamatan.

13571803031378201162

Tentang masalah keselamatan duduk samping, jadi mengingatkan saya tentang apa yang saya alami. Jujur saya katakan bahwa saya sulit untuk duduk menyamping saat dibonceng oleh mas Bons karena memang tidak terbiasa dan takut untuk melakukanya. Saat perpisahan SMP, saya memakai kain songket khas Sumatera karena memang diharuskan untuk menggunakan pakaian adat. Mau tidak mau saya harus duduk menyamping saat dibonceng ayah saya. Waktu pergi semua lancar-lancar saja. Tapi saat pulang ke rumah, diperjalanan tiba-tiba ayah ngerem mendadak karena mobil yang didepan juga mendadak berhenti.Refleks saat itu saya terloncat dengan kaki sudah mendarat di aspal. Hampir saya terseret karena ketidaktahuan ayah tentang apa yang terjadi pada saya .Sejak itulah saya hampir tidak pernah duduk menyamping, meskipun memakai rok, saya tetap memakai dalaman celana panjang agar bisa duduk mengangkang saat dibonceng. Hal ini saya lakukan bukan karena saya tidak mengindahkan nilai-nilai agama saya. Tapi semata-mata demi keselamatan diri saya yang memang sukar untuk bisa duduk menyamping saat dibonceng.

So, menurut mas bro sekalian bagaimana nih tentang peraturan tersebut..??

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.804 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: