Pro Kontra Duduk Samping Wanita di Motor

download
download

By: Ny. James Bons

Berita yang saat ini cukup hangat dibahas diberbagai media pemberitaan salah satunya adalah tentang pro dan kontra  rencana Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang akan memberlakukan pelarangan bagi wanita untuk duduk terbuka atau mengangkang saat dibonceng sepeda motor. Bukan tidak beralasan bagi Pemkot Lhokseumawe untuk memutuskan kebijakan ini mas bro. Alasan Pemkot tersebut adalah wanita  yang duduk ngangkang di atas sepeda motor dinilai tidak sesuai dengan Syariat Islam dan adat istiadat setempat, karena bisa menjatuhkan martabat perempuan itu sendiri. Maka wanita diharuskan duduk menyamping bila dibonceng sepeda motor. Namun menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan, mengatakan, dalam Syariat Islam tidak ada aturan yang secara jelas membahas perempuan duduk ngangkang.

Bagi beberapa kalangan, duduk samping memiliki nilai plus yaitu para wanita bisa menjadi lebih feminim dan anggun. Namun ada juga yang melihat dari segi keamanan dalam berkendara nih mas bro.seorang pembonceng yang duduk menyamping, membuat risiko kecelakaan menjadi meningkat. Karena duduk samping ini membuat motor jadi tidak seimbang. Seperti yang dituturkan oleh HSE dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, bahwa  peraturan duduk terbuka bagi wanita Aceh akan membuat peluang terjadinya kecelakaan menjadi besar, maka peraturan tersebut  juga harus menambahkan faktor keselamatan.

13571803031378201162

Tentang masalah keselamatan duduk samping, jadi mengingatkan saya tentang apa yang saya alami. Jujur saya katakan bahwa saya sulit untuk duduk menyamping saat dibonceng oleh mas Bons karena memang tidak terbiasa dan takut untuk melakukanya. Saat perpisahan SMP, saya memakai kain songket khas Sumatera karena memang diharuskan untuk menggunakan pakaian adat. Mau tidak mau saya harus duduk menyamping saat dibonceng ayah saya. Waktu pergi semua lancar-lancar saja. Tapi saat pulang ke rumah, diperjalanan tiba-tiba ayah ngerem mendadak karena mobil yang didepan juga mendadak berhenti.Refleks saat itu saya terloncat dengan kaki sudah mendarat di aspal. Hampir saya terseret karena ketidaktahuan ayah tentang apa yang terjadi pada saya .Sejak itulah saya hampir tidak pernah duduk menyamping, meskipun memakai rok, saya tetap memakai dalaman celana panjang agar bisa duduk mengangkang saat dibonceng. Hal ini saya lakukan bukan karena saya tidak mengindahkan nilai-nilai agama saya. Tapi semata-mata demi keselamatan diri saya yang memang sukar untuk bisa duduk menyamping saat dibonceng.

So, menurut mas bro sekalian bagaimana nih tentang peraturan tersebut..??

Advertisements
Advertisements

34 Comments

  1. hmm. Adalagi ya, peraturan yang dibuat petinggi negeri ini, tanpa mengindahkan dan mendalami sebab akibatnya tapi main ketok aja.

    Gimana kalo trialnya istri pak walkot suruh bonceng nyamping aceh – jakarta. . ?
    Hi5

  2. memang susah kalau sudah berurusan dengan adat & syariat..
    harusnya pemerintah sana menggelar survey dulu ke masyarakat terutama kaum wanita…
    kalau mayoritas setuju ya silakan…

  3. yang duduk menyamping saat ini dikotaku hanya para siswa dan guru yang kebetulan pakai jilbab dan dibonceng karena tidak dianjurkan seragam dinas atau sekolah adalah celana panjang untuk perempuan. Lainnya rok pendek pun tidak menyamling. kan pake legging dan daleman juga. dan menurut saya yang doyan bokep dan wanita cantik itu tidak merangsang sama sekali.

    wes males komen sing koyo iki. aturan ora manusiawi.

  4. Jujur saja saya paling males kalau bonceng cewe harus duku menyamping. Masalahnya nanti motor jadi ga seimbang saat belok (menurutku).
    Ngeri, takut membahayakan diri sendiri dan si boncengernya juga, makanya setiap ada yang mau nebeng di motor saya ya tak suruh menghadap ke depan saja. 😀
    *khusus boncenger yang pakai celana (bukan rok)

    • Belum pernah pakai Vespa masbro? Bukannya motor lawas itu malah cuma punya pijakan boncenger sebelah kiri saja? Biasakan saja. Kalau bingung atau kagok, itu hanya masalah pertama saja. Kalau sudah sering pasti akan terbiasa. Mungkin kudu belajar dari para OJEKER. Yang mana dia dapat penumpang cowok atau cewek, muda atau mudi, bonceng ngadep depan atau nyamping, gak masalah. Intinya cuman melayani dengan baik. Kalau perlu, dia yang belajar lebih baik demi melayani boncengernya. piss

  5. laen soal ya klo diterapkan transportasi massal yang nyaman aturan nyamping pun ga masalah klo berboncengan, berarti kan ada opsional klo misal kena tilang polis adat di sana rakyat pada lari ke transportasi massal yang aman

    nah klo ga da? infrastuktur jalan masih pada bopeng banyak pecerennya, banyak lobang, angkutan banyak yang ngetem sembarangan, bis sembalap, bebek liar dimana mana, so aturan duduk menyamping saya kira penerapannya akan dipaksakan

    misal nih ya, aturan nyalain lampu utama, nih ane kebetulan kena tilang nah karena aturannya tu nyalain lampu utama jadi nyalain lampu senjapun tidak diperbolehkan, padahal ane dah nyalain lampu senja dan lampu senjanya ninja terkenal terang, polis kekeh ga mau tau, ada bapak2 juga yang sewot karena habis nyalain lupa nyalain lagi, klo unsurnya manusia yang masih tidak bisa dari sifat lupa so penerapannya klo dalam kasus bonceng menyamping ni klo ga da sosialisasi pasti akan banyak pelanggarannya

  6. Klo anak sekolah cewek bagusnya nyamping, tentunya disesuaikan dengan pakaian, ga usah maksa buat suatu aturan, toh masyarakatnya juga udah pinter2, juga biker yang kontra wacana aturan ini menurut saya terlalu mendewa dewakan safety riding, tengoklah India ga Ada yg ribut masalah bonceng menyamping

  7. Sejak itulah saya hampir tidak pernah duduk menyamping, meskipun memakai rok. . .

    Pas baca sampe sini kaget,kirain James Bons tu cwek,ternyata juraganny,wkwkwk. .

  8. yg ane rasakan saat membonceng ibu2 dgn duduk menyamping adalah jadi berat sebelah apalagi ketika belok dan kestabilan otomatis berkurang. ga brani selap-selip takut jatuh.
    pernah juga terjadi kasus ibu2 (naik ojeg) dgn kain panjang dibonceng menyamping pas tanjakan kainnya masuk ke dalam putaran rantai-gear dan akhirnya jatuh dgn posisi kain yg tertarik sama putaran roda. pakaiannya robek sana-sini. udah luka malu pula.

  9. sebenarnya untuk hal yg gak ada ‘tradisi’ atau nilai2 yg jelas/akurat begini ini NGGAK PERLU dibuatkan aturan2 larangan dgn alasan keblinger.
    Ini harusnya menjadi hal yg flexible saja, bukan kaku. Tapi orang agamawi memang keblinger dan bikin kaku….dan masih tetap jahat jgnya.

  10. Budaya yg terbelakang, korban malah dikorbankan sekalian. Kenapa, hampir setiap pelecehan seksual, wanita korbannya, tapi bukan pria yg disuruh jaga mata, malah wanita yg disuruh menutupi badannya. Yg salah itu yg diperkosa atau yg memperkosa? Kenapa yg diatur malah yg diperkosa? Cukup hukum berat pelaku pelecehan seksual, maka jika ada wanita telanjang sekalipun (bukan menganjurkan, cuma hiperbola), tidak akan ada pelecehan seksual. Tapi kalau masih korban yg dikorbankan, mau wanitanya ditutup pakai burqa sekalipun, tetap saja akan terjadi pemerkosaan.

    http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/02/saat-ditinggal-sholat-arbain/
    http://www.kampungtki.com/baca/13019

  11. oya , duduk nyampingpun juga banyak yg nyrempet2 bahaya alias rada2terbuka posisi duduk nyampingnya. semua tergantung di hati, kita mau ngeres apa gak ngeres ngliat orang duduk.

  12. Yg bikin aturan otaknya mesum. Cuma selangkangan saja yg ada di pikirannya, soal safe riding, nggak bakal bisa masuk

  13. jadi anjuran saja..gak usah jd perda..
    sesuaikan dgn pakaian yg digunakan…Semoga 4JJI mengampuni hambanya.

  14. coba yg bikin peraturan istri anak gadisnya pernah bonceng menyamping tus jatuh ya? saya pernah liat langsung ngeri…korban seorang mahasiswi bercadar langsung muntah2 gegar otak ringan.ngeriiiiiiiiiii

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin