Kata Maling: Nyolong Mio Hanya butuh Waktu Sekian Detik! | Bonsaibiker

Kata Maling: Nyolong Mio Hanya butuh Waktu Sekian Detik!

NAGARJUNSAGAR-DAM

NAGARJUNSAGAR-DAM

Kata maling, ahahahaha ni artikel kata maling lagi, kesannya James Bons temennya maling semua, kikikikik. Ya, suatu keika memang James Bons menyempatkan diri ngrumpi di kolong jembatan, di pinggir jalan yang ramai dengan pasar part seken motor disebuah tempat di Jakarta. Sebuah tempat yang kabarnya merupakan tempat deal-dealan para maling untuk menjual motor bodong untuk dipreteli dijadikan part-part kecil lau di jual lalu oleh pedagang kemudian dijual ke konsumen. Entah benar enggaknya kabar ini ya Wallahu a’lam.

 

Aseli BUkan Gambar Mio 😛 😀


Dari hasil pantauan James Bons ketika duduk-duduk di temapat ini memang selang berapa waktu ada saja orang yang mensuplai barang pretelan, entah dari mana si pensuplai ini James Bons kurang tahu pasti.
Karena saking seringnya nongkrong di tempat ini beberapa ada yang James Bons kenal walau tidak akrab, dan dari sinilah cerita bermula. Ya, menurut salah satu orang yang berhasil James Bons korek ceritanya sebutlah si mas bro ini, motor bodong memang ada di pasaran gelap yang kemudian dipreteli dan dijual dalam bentuk part original second. Kembali lagi benar nggaknya wallahu a’lam, namanya juga cerita dari pinggir jalan.
Yup, lanjut menurut cerita si mas bro ini, motor yang paling gampang dicolong adalah Mio series, hanya membutuhkan waktu sekian detik, konci sudah bisa dibobol dan motor bisa dibawa kabur. Nah setelah dibawa kabur untuk dipreteli sampai menjadi bagian terkecil hanya membutuhkan waktu kurang dari seper empat jam, walamak cepet nian. Kembali lagi bener nggaknya wallahu a’lam.
Nah, masih menurut cerita si mas bro ini, mongtor-mongtor honda macem Beat membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk membobol kuncinya. So, apakah dengan demikian mekanisme pengamanan Yamaha sangat minim sementara Honda lebih? Hahaha bisa juga ya, bisa juga tidak, wong bedanya kata si mas bro ini ya hanya sedikit lebih lama.
Wah berarti yang dijual di pasar seken pinggir jalan macem di Pasar Minggu, Kramat jati, Cibubur, dan lain-lain itu barang colongan? Aha nampaknya nggak juga, banyak juga kok brang yang memang betul-betul seken yang masih layak pakai, dan bahkan James BOns sendiri pernah beli katanya brang seken masih layak pakai, taunya gak bisa dipakai, alias, benar disini jual barang seken yang kemungkinan dijual oleh sangempunya alias bukan barang colongan.
So, bagaimana pengalaman, dan testimoni mas bro sekalian dalam maslah ini? monggo di share!

Advertisements
%d bloggers like this: