Merdeka .Com : Ulamak Saudi Perblehkan Perempuan Tak Berjilbab, Hayo Ini Pembaharuan, Liberal, Atau Bubrah!

ulama-saudi-sebut-perempuan-boleh-tidak-pakai-jilbab
ulama-saudi-sebut-perempuan-boleh-tidak-pakai-jilbab

Belakangan banyak hal-hal baru terjadi di negara Arab Saudi gan, contohnya perepmpuan boleh nyetir, bepergian, dan sebagainya. Hal ini tentu dulu sangat dilarang. Bahkan diisukan pemerintah Saudi telah menggunakan teknologi untuk mengekang perempuan. Pemerintah Saudi memang melarang perempuan meninggalkan Negeri Dua Kota Suci itu tanpa izin dari suami mereka. Persetujuan itu ditandai dengan memberikan tanda biasa disebut ‘Kertas kuning’ kepada istri mereka saat di bandar udara atau di perbatasan.

Nha, entah karena sudah ada pembaharuan atau terpengaruh Amerika atau ada faktor lainnya kini seorang ulama berpengaruh di Arab Saudi, Syekh Ahmed Bin Qassim al-Ghamdi, baru-baru ini mengeluarkan fatwa yang terbilang beda dari ulama Saudi lainnya. Ini lantaran dia menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin dari suami mereka, tidak masalah jika tidak memakai jilbab, dan bisa makan bersebelahan dengan lelaki.Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (28/2), dalam pernyataan yang dia unggah di media sosial Twitter, al-Ghamdi, yang juga mantan kepala polisi Syariah di Makkah ini mengatakan, siapa saja boleh melihat apa yang memang sebetulnya tidak dilarang untuk dilihat pada bagian tubuh perempuan seperti wajah dan lengan mereka.

Al-Ghamdi juga menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin atau tanpa didampingi suami mereka jika memang tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan dalam perjalanan itu.Baru-baru ini sebuah laporan menyatakan perempuan Saudi merasa terkekang lantaran telah dimonitor oleh sebuah sistem elektronik yang dapat memantau pergerakan para kaum hawa ini jika melewati perbatasan.

Nah bagaimana menurut anda?

Advertisements
Advertisements

31 Comments

  1. Pengekangan juga belum tentu baik. jangan beranggapan ini pengaruh amerika atau liberalisasi, karena yang memfatwakan hal ini adalah syekh yang notabenenya mantan kepala polisi syariah tentunya sudah dilakukan pengkajian yang mendalam akan hal ini.

  2. Untungnya di Saudi ada Ka’bah! Allah masih “menahan diri” untuk tidak menghancurleburkan kerajaan para durjana ini. Coba Ka’bahnya ada di negara lain… sudah lama kerajaan ini ditenggelamkan Tuhan ke dalam pasir. Triliunan dolar dikasih Tuhan lewat minyak yang gak habis-habisnya…. tapi hampir 60% rakyatnya miskin gak punya tempat tinggal yang layak !!!

  3. jangan buru2 menyimpulkan, yang ulama itu maksud adalah jilbab/ baju jubah khas arab. kl kerudung/ penutup ya tetep wajib

  4. katanya jilbab itu beda dengan kerudung, apalagi hijab taun 2013 yg makin ruwet :D, apalagi jilbabnya ABG masa kini yg mana pake jilbab plus kaos ketat dan legging, alamaaakkk, kalo duduk sempaknya kelihatan

  5. hanya fatwa ulama…kan pegangan kita tetap alquran n assunnah….kalo fatwa melenceng yah gak usah ditaati…
    ke 4 imam juga berwasiat seperti itu….
    semoga kita semua diberi hidayah
    cmiiw…

  6. hahaha bener bro.
    Aplgi cewek perbatasan di arab yg gak pake krudung jiaann sumpah uayuu tenan bro..!!!!
    Artis2 cewek indonesia gak ada apa2nya gan..!!!!
    Aplgi Seng Lotta istrinya fauzi badila masih biasa gan..!!!
    Cewek arab tinggi semampai bodi bahenol gan kulit putih memerah.
    Wiss pokoke mik susu dah…
    Joss ayunee…

  7. @Joss
    hahaha bener bro.
    Aplgi cewek perbatasan di arab yg gak pake krudung jiaann sumpah uayuu tenan bro..!!!!
    Artis2 cewek indonesia gak ada apa2nya gan..!!!!
    Aplgi Seng Lotta istrinya fauzi badila masih biasa gan..!!!
    Cewek arab tinggi semampai bodi bahenol gan kulit putih memerah.
    Wiss pokoke mik susu dah…
    Joss ayunee…

  8. Benarkah Arab Saudi membolehkan wanita tanpa jilbab (jawaban bagi orang jahil)..
    Sebuah berita di edisi online koran Merdeka 28 Feb 2013, Kamis lalu telah diiklankan melalui media sosial Facebook dengan judul: Ulama Saudi sebut perempuan boleh tidak pakai jilbab (rujukan).

    Dalam berita yang merujuk pada sebuah lembaga pemberitaan Arab Saudi, Al Arabiya, tersebut disebutkan bahwa: “Syekh Ahmed Bin Qassim al-Ghamdi, baru-baru ini mengeluarkan fatwa yang terbilang beda dari ulama Saudi lainnya. Ini lantaran dia menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin dari suami mereka, tidak masalah jika tidak memakai jilbab, dan bisa makan bersebelahan dengan lelaki”.

    Padahal kalau dilihat pada rujukan berita tersebut di Al Arabiya, Syekh al-Ghamdi tidak menyatakan persis seperti itu. Beliau disebutkan memperbolehkan wanita “uncover their faces“. Tentu saja kalimat ini tidak berarti tidak masalah jika tidak memakai jilbab. Arti sebenarnya adalah boleh membuka wajahnya alias tidak memakai cadar.

    Semoga ini merupakan kesalahan penerjemahan saja dan tidak merupakan kesengajaan untuk mencari pembenaran atas sesuatu yang tidak disukai oleh Allah.

    Fatwa Syariah tentang Cadar & Jilbab

    Tentu saja Syekh al-Ghamdi tidak sembarangan mengeluarkan fatwa semacam itu. Beliau adalah mantan ketua komite Amar Ma’ruf Nahi Munkar di pemerintahan Arab Saudi dan faham akan hukum syariah.

    Memakai cadar memang tidak wajib. Para ulama mengakui hal itu. Wajah dan telapak tangan memang boleh diperlihatkan dalam syariat islam. Tetapi jilbab sebagai penutup kepala, leher dan bagian dada wanita tetaplah merupakan kewajiban.

    Dalam pernyataan lainnya, Syekh al-Ghamdi juga menambahkan bahwa syarat bepergian tanpa suami adalah ketika perjalanan dinilai aman. Beliau juga mengatakan bahwa interaksi antara wanita dan laki-laki dalam suasana normal adalah diperbolehkan

  9. Tidak percaya ini berita.seandainya bener syheknya bagus di penggal kepalanya saja
    krn dia sdh gilaa itu brrti

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin