Susah Amat Ya, Jadi Wanita Aceh, Musti Harus Duduk Nyamping, Atau Kena Tilang!

Aceh betul-betul memberlakukan aturan bahwa boncenger wanit harus duduk nyamping gak boleh nengkang kaya naik kuda. Wee kalau masih jalan sepi sih gak terlalu ngaruh, tapi kalau dah jalan kota, rame bisa nyanthol nieh, ya walau sebenarnya kalau mau pelan-pelan juga amasn sih, cuman kok kayaknya mebatasi banget ruang gerak wanita.

159501
159501

Ya, ngutip berita dari Tempo bahwa petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Syariah (Wilayatul Hisbah) menggelar razia pengendara sepeda motor di jalan protokol Kota Lhokseumawe, Jumat, 12 April 2013. Mereka menegakkan seruan larang duduk mengangkang untuk perempuan yang dimulai sejak Januari lalu. Sebanyak 35 perempuan terjaring. (Lihat: Isi Lengkap Seruan Bersama Duduk Mengangkang)

Pelaksana tugas sementara Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Irsyadi, mengatakan razia ini merupakan awal dari penegakan seruan larangan duduk mengangkang itu. “Ini awal dari pelaksanaan imbauan tersebut. Dengan kegiatan kita hari ini, mungkin masyarakat akan lebih tahu,” ujar Irsyadi, Jumat, 12 April 2013.

Ke depan, ia menambahkan, pihaknya akan terus merazia sambil mensosialisasi kebijakan ini. Apabila ada warga yang tidak menaati kebijakan tersebut, Satpol PP akan memberikan nasihat-nasihat dan mengajak untuk mematuhinya. (Larangan Duduk Ngangkang Rekomendasi Majelis Ulama)

Advertisements
Advertisements

33 Comments

  1. Perang sudah selesai kok malah makin terbelakang…

    Makin bandel seorang anak, makin banyak aturan yg dibuat orang tua. Kalau di Aceh, rakyatnya yg bandel, atau pemerintahnya yg belum becus memerintah? Atau dua2nya?

  2. Niat ny ma bguz tapi ko ga sreg ya. .
    Knp yg bgtu di urusin, knp bndra2 perpecahan ga di urusi bgt2 ya?
    Hmm
    Bngung sya

  3. aneh betul pemerintahan aceh orang di bonceng di urusi gak punya kerjaan apa ………….apa gak ada permasalan yg lebih serius untuk di perhatikan ”””””’

  4. yah..lain ladang lain belalang om…memang ribet juga sih..kurang safety juga…namun pemerintah daerah NAD sudah mengundangkannya di Perda mau gimana lagi..sebenernya mungkin sama kayak aturan larangan nyetir kendaraan bagi para wanita muslimah di Saudi… cmiiw 🙂

  5. perempuan lagi yg dibuat susah…kenapa nggak laki aja yg pake celdam dari besi biar nggak bisa konak liat yg mulus”

  6. besok bikin lagi peraturan perempuan nggak boleh jd pimpinan…trus bikin lg cew nggak boleh keluar sendirian…

    • Sebenarnya bukan hanya agamanya, tapi ketika agama dicampur politik, itulah akibatnya. Mungkin aparat di aceh masih mikir kalau agama laku dijual. Entah kapan orang indonesia sadar, kalau agama itu urusan pribadi seseorang dgn tuhannya. Kekacauan timbul kalau sudah mulai memaksakan agama/aturan agama kpd orang lain, spt di aceh ini.

      • Sebenarnya nggak masalah agama dicampur politik, yang salah adalah MENGGUNAKAN agama sebagai alat politik.

    • ternyata arogansinya sampe ke mana2…
      ga cuman di forum milist doank yang nge-bann IP tanpa pemberitahuan, mentang2 jadi moderator RSA…
      ternyata di forum lain juga seperti ini sifatnya…
      duuuh biyungg…
      setres ya Mas, bajajnya ga bisa diservis be-res lagi???
      hahahahaha…

    • Yang salah adalah MENGANGGAP INI SEBAGAI SEBUAH SYIAR AGAMA.
      Karena tidak ada hubungannya duduk menyamping bagi wanita dan Islam. Sejauh ini aku belum mendapatkan dalil tentang itu. Jadi bila anda menganggap peraturan ini karena agama, maka anda seperti mereka.

  7. Peraturan yang di buat untuk mencelakakan setahu ane sih justru duduk miring suka di tilang klo di tempat lain yg bener kan ngangkang aneh banget tuh pemerintahnya
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  8. Secara logika, mungkin mereka menerapkan aturan ini lebih tepat berlandaskan AGAR YANG MEMBONCENGKAN LEBIH HATI-HATI DAN TIDAK UGAL-UGALAN.
    Tapi bila memikirkan dampak resikonya, lebih aman bagi wanita untuk ngangkang. Isteriku saja meskipun berjilbab lumayan lebar tetap saja membonceng ngangkang, karena lebih aman dan nyaman.
    Dalam agama (Islam) yang haram saja bisa dimaafkan (tidak menjadi halal) bila terpaksa. Dalam hal ini, bila yang jadi perhatian adalah masalah keamanan, maka (bila yang dijadikan alasan peraturan itu adalah agama) maka seharusnya dimaafkan (dibolehkan bahkan harus).
    Jadi menurutku, alasan agama tidak tepat di sini, meskipun terserah mereka mau membuat peraturan apa pun juga.

    • Kayaknya semua sudah tahu, kalau masalahnya utk mencegah perkosaan. Krn orang beragama di aceh tidak diajari utk mengekang hawa nafsu, tapi malah menyalahkan obyeknya. Yg memperkosa cowok, yg disalahin cewek. Padahal ada cara yg lebih efektif, hukum mati pemerkosa, dijamin perkosaan berkurang. Lihat saja di arab, ceweknya sudah rapet, tinggal kelihatan matanya, pemerkosaan tetap saja tinggi.

      Tapi memang maklum, semakin besar pengaruh agama dlm politik, semakin jongkok iq orang2 dlm pemerintahannya. Sudah terbukti sepanjang sejarah.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin