Antara Keluhan Ninja 250 dan CB 150, YLKI, Dan Recall, Halo Apa Kabar Shock Meler!

Menengok kabar dari USA, seorang pengguna sebuah mobil bisa mengadu ke yayasan perlindungan konsumen dan kemudian pemerintah mengharuskan mobil tersebut untuk direcall. Uniknya ini hanya terjadi di AS, lalu di Indonesia ini kayaknya hanya mimpi. Ingat lho hanya seorang konsumen. Hahah, di Indonesia buanyak konsumen aja kayaknya berat untuk yang namanya recall, bagaimana dengan YLKI?

img-20121121-01030
img-20121121-01030

Agan sekalian, tengok  kini, hari ini atau detik ini ke kaskus khususnya untuk masalah Ninja 250 injeksi. Mmm nampaknya fitur Fairing merenggang, dan shock  meler sudah mulai merambah kemana-mana dan ramai dibahas. Demikian juga kasus CB 150 yang mesin klothog-klothog, dan juga shock depan meler juga mulai rame dibicarakan. Ya mending si CB 150 ini hanya motor seharga 20, skian juta, namun Ninja 250 kan jelas motor premium, mmm harus dihantui segepok fitur mendebarkan, bewww bagaimana bisa!

Kira-kira hal seperti ini apakah masuk ke meja YLKI? Lalu apakah ada tercantum jelas ketentuan recall itu harus njlimet, atau sekedar karena bayang-bayang naba besar pabrikan akan luntur? Semu gan. Dulu PCX selaku motor premium AHM kena kasus kelistrikan langsung recall, nah bagaimana sekarang? Setidaknya bila ada konfirmasi langsung oleh ATPM bersangkutan dan disiarkan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat—singkatnya pasti akan ada tanggapan positif dari konsumen daripada sekaedar hiden action.

Advertisements
Advertisements

31 Comments

  1. Pertanyaanya kemudian adalah, ada ngga di Indonesia ini yg memfasilitasi hubungan konsumen dgn YLKI, atau paling tdk, sejauh mana efektifitas komunikasi konsumen dgn YLKI? Jangan-jangan yang terjadi adalah, informasi tdk sampai, atau konsumen yang jelas-jelas dirugikan tdk menyampaikan secara langsung, sehingga cuma rame di forum atau blog, sementara YLKI hanya bilang “wong kami ngga dihubungi langsung sama konsumen, cuma gerendeng sendiri”.

    Perlu, dikaji lebih jauh nih mbah, problem sebenernya di mana. Hehe… IMHO

  2. Lha ndak ada recall aja tetap laris manis..Inilah cntoh minus beli krn brand minded,merk adl sglanya,beli produk blm dpake udah mikir hrga jual balik.Coba kita sedikit berani sbg konsumen,tau ada produk cacat lgs komplain,cashback, dlanjut pindah k merk yg qualitynya lbh tjamin. Selain mnunjuk pihak lain mnyelesaikn mslh,kita sndri jg hrs sbg inisiator,mindset beli produk hrs drubah dulu.

  3. Coba lihat Undang-undang konsumen, kalau mau nuntut apakah alasan mengajukan tuntutan sudah kuat? Ada bukti kerugian kalau enggak repot apalagi belum mikirin biaya penuntutan dan waktunya…temen ane nuntut air asia sih menang…..:-)

    Kalau PCX ada masalah kelistrikan di recall dan diganti komponennya sih biasa maklum produk global beda sama produk regional/nasional macam CB150R….nah mestinya kalau Ninja sama seperti PCX kan produk global….tunggu aja apakah nular ke Ninja lainnya….kalau iya baru tuntut kawasaki….

  4. Mau direcall gimana … konsumennya antri indent! Mungkin mental inlander masih tersisa… Pasrah bongkokan sama kompeni dan Nippon !!! (xi xi xi…. dedemit fb gak pada berani nongol kalo udah ngomongin beginian!)

  5. kayanya sih karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hukum atau prosedur tentang pengaduan. ya seperti ini jadinya, hanya diam dan menunggu respon dari ATPM. tapi kalo YLKI mensosialisasikan semua itu, lain lagi mungkin ceritanya.

  6. Eh ya mas bro… Masalah Fairing meler ada banyak kejadian kah ? atau satu kasus saja? atau mungkinkan kesalahan pemilih pasang cover radiator aftermarket

    • nah lo, ini yg luput perhatian, ane sering jumpain ninja mx dkk yg penggunanya pasang cover radiator, padahal itu justru memperburuk pendinginan.
      bukan sering lagi, buanyak malah yg pake cover radiator semi tertutup

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin